Oleh: Kyan | 01/01/2004

Menempa Cahaya

memijak bebatuan terjal dan curam

bisu melangkah

kutatap langit

hitam sulit kugapai

ku tunduk ke muara

jurang kelam

dalam

aku bisa terperosok

 

nun di seberan sana

lorong jauh berkas cahaya

memukau jemari hidup yang sendiri

tiada kasih bunda

sosok jiwa sunyi tertutup

demi bertemu mimpi

 

hati-hati melangkah

menyimpan wujudkan angan

sembunyi pertanyaan tentangmu

demi impian sucimu

seiring angan waktu

 

wedhus menggunung durga

lahar membakar fatamorgana

setitik cahaya pertemuannya

menumbuhkan sepohon cemara

 

cahaya kini mulai redup

sekuat tenaga

mengorbankan segala

menyalalah kembali bulir cahaya!

butir kasih ditempa badai hidup

 

** ruang kelas SMUN 2 Cimahi, 2002

 

 


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori