Oleh: Kyan | 04/02/2004

Presentasi Buku Stephen Covey

Rabu, 04 Februari 2004

Presentasi Buku Stephen Covey

**

Pagi hari cukup cerah. Selesai shalat shubuh, Aldiary disibukkan dengan persiapan product knowledge. Kali ini buku yang akan dipersentasikan nanti di briefeng pagi, sebelum toko dibuka untuk pelayanan adalah buku fenomenal di Amerika bahkan di Indonesia. Buku tersebut masterpiece dari Stephen Covey, The 7 Habit Effective People, yang telah memberi banyak pencerahan bagi setiap orang yang membacanya.

Dalam buku yang ditulis orang sangat berpengaruh di Amerika ini bahwa ada 7 kebiasaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan, yaitu Jadilah proaktif, merujuk pada tujuan, dahulukan yang utama, bersikap menang/menang, berusaha untuk memahami terlebih dahulu baru dipahami, wujudkan sinergi, dan asahlah gergaji.

Lalu di akhir buku tersebut, pak Covey menjelaskan bahwa sebenarnya 7 kebiasaan itu ada dalam diri kita dan ada dalam hukum alam. Hanya kita jarang mendengarkan, memahami dan melaksanakannya. Jarang kita mendengar suara batin atau suara hati kita sendiri. Maka dengan itu, asahlah gergaji dengan selalu mendengar dan melaksanakan suara-suara yang muncul dari kedalaman hati yang suci.

Dengan antusias Aldiay memberikan persentasi bedah buku pak Stephen Covey itu. Dirasanya dia berhasil memaparkan isi buku itu, karena sebelumnya dia melakukan persiapan terlebih dahulu. Walaupun persiapannya tidak optimal, dia berhasil menyampaikan persentasi di hadapan kru Gramedia Batam. Sehingga Kepala Toko Buku Gramedia pun tidak pelit memuji keberhasilan persentasinya.

Dalam briefing, selalu diakhiri dengan paparan dan instruksi kepala toko yang harus dikerjakan segera. “Saya mengharapkan kepada wiraniaga semua, agar lebih kreatif dalam pendisplaian buku”, begitu instruksi pada kami. Kalian bebas mengatur penataan buku. Carilah dan galilah ide-ide kalian untuk lebih kreatif dalam menata buku. Kalian harus kreasi dalam menata buku. Pandailah memadukan warna-warna buku, hingga tampak indah dipandang.

Begitulah wejangan kepala toko atasan Aldiary. Wejangan itu selalu mengiang-ngiang di pikirannya. “Aku harus berusaha agar lebih kreatif lagi, masa aku gak bisa, padahal aku ini kutu buku. Pasti ada hal-hal yang bisa diambil dari buku” Aldiary berkata dalam hatinya.

Untuk bisa kreatif, nasihat Syaikh Juha, bertanyalah! jika tidak, sesatlah di jalanmu. Tiba-tiba ia ingat pada buku Syaikh Juha, tokoh mbeling dari Timur Tengah klasik. Galilah ide-ide kreasimu dan lakukan lain dari yang lain. Beranilah untuk nyeleneh, meski tidak asal nyeleneh. Laksanakan, semangatnya Aldiary membuncah.

Wadduh, pengeluaranku selama bulan Januari bila dihitung-hitung menghabiskan Rp. 457.000,- Aku harus mengencangkan tali pengeluaranku supaya tidak kedodoran. Jangan sampai besar pasak daripada tiang. Tidakkah aku bisa menyisakan uang untuk menabung? …[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori