Oleh: Kyan | 07/02/2004

Kado Mariana dan Pesta Pernikahan

Sabtu, 07 Februari 2004

Kado Mariana dan Pesta Pernikahan

**

“Al, bangun mau salat subuh kan?” Ibunya meneriaki dengan keras. Tidak biasanya Aldiary masih tidur saat kumandang adzan berakhir. Mungkin karena lelahnya bekerja membuat dia semakin kesini semakin kebluk saja tidurnya.

Akhirnya Aldiary terbangun. Tersontak kaget mendengar teriakan ibunya yang memekakkan telinganya. Ia tendang selimutnya dan bergegas ke kamar mandi sambil terus menguap dan menahan kantuk yang masih ada.

Ia membasuh muka sambil mengucek-ngucek bola matanya. Berwudlu untuk menunaikan salat subuh. Wajahnya segera disirami air dan segera merembes dinginnya air pagi ke dalam pori-pori kulitnya. Matanya yang tadinya susah untuk dibuka, setelah dibasuh air dingin, akhirnya wajahnya menampakkan kesegaran.

Berdiri menghadap kiblat, rukuk, dan sujud sebagai tanda ketundukkan pada aturan Allah yang disampaikan Rasul-Nya. Ia memasrahkan diri di hadapan Allah, sang pengatur alam semesta. Menyerahkan hidup yang sudah dijalani selama ini.

Akhir-akhir ini dia jarang lagi salat shubuh berjamaah di masjid. Dengan tempat tinggal barunya, Masjid Daarut Taqwa Bengkong Dalam sekarang agak jauh tempatnya. Dua perumahan yang harus dilewati dari kosan baru keluarganya. Semula kosannya hanya beberapa meter saja dengan masjid tersebut. Ketika sekarang kosannya pindah, tak cukup kuat imannya menopang tulang persendiannya untuk pergi ke masjid. Imannya kian luntur seiring perjalanan waktu.

Sekarang dia selalu tidur larut malam dan akhirnya tak bisa bangun sebelum shubuh. Tiap malam selalu saja ia disibukkan dengan membaca buku. Buku yang dibacanya berjudul “Jadi Penulis Hebat” dan buku “Menulis Aldiary” untuk mewujudkan bisa menulis sesuatu. Bahkan saat di angkot pun ia gunakan kesempatan dengan membaca. Terus saja ia membaca, seakan tanpa kelelahan matanya mengkerjap-kerjap memelototi huruf-huruf.

Lalu ingatannya muncul pada kado yang harus segera dibungkus. Kado buat Mariana. Temen sekerjanya yang mau segera melangsungkan pernikahannya minggu depan. Selesai membungkus kado, ia pun persiapan product knowledge dua hari kedepan.

Ia sedang mencoba mempraktikan untuk menjadi kawan sejati. Jalinan persahabatan dibangun dengan saling memberi hadiah. Meski hadiah tak seberapa bila diiringi hati memberi, semoga nilainya tidak terkira.

Sangat dirasakan alangkah sepinya hidup tanpa kawan. Kawan dalam meniti kehidupan menuju legenda pribadi ini. Di taman indah nan luas ini banyak bunga-bunga bermekaran. Lalu kumbang berkeliaran kesana-kemari mencari bunga-bunga untuk memetik putiknya. Lalu dimana putik yang harus kupetik, dengan kukirimkan satu bait puisi.

Mencari bunga wewangian surga. Oh alangkah indahnya bunga dunia. Menyibak keindahanmu yang elok, belum tersemaikan tabir pelindung. Wangi taman impian membuat orang tetap bertahan. Meski harus jatuh bangun dalam menempuh perjalanan panjangnya.

Lebih baik kunikmati keasyikkan bergembira dengan kawan-kawan sekerja. Mereka yang kini sedang dekat denganku. Merekalah lingkungan pergaulanku. Dengan merekalah aku kesana-kemari. Tinggal menghayati tentang betapa berarti mereka suatu saat nanti.

Sepulang kerja bagi yang shiff pagi, kami pun main bareng pergi ke pesta pernikahan adik teman kerjaku, Hasani di Batuampar. Untuk sampai di tempat tujuan, karena motornya hanya satu, hanya permepuan yang dijemput satu persatu oleh Zunaedi. Kami yang laki-laki hanya berjalan kaki. Karena ke tempat dia belum masuk angkutan atau taksi.

Semoga perjalanan ini diantara kami bisa lebih dekat lagi. Terutama menumbuhkan keakraban dengan teman-teman yang baru masuk, yakni Senny dan Murni.[]

***


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori