Oleh: Kyan | 10/02/2004

Skenario Joseph 20 dan Mereka Yang Kembali

Selasa, 10 Februari 2004

Skenario Joseph 20 dan Mereka Yang Kembali

**

Kupilih Bank Muamalat. Bank pertama sesuai syariah. Bukan hanya karena izzah Islam, alasanku menabung di BMI karena menguntungkan. Tabunganku, Tabungan Ummat tidak ada potongan administrasi bulanan. Ini alasan rasional kenapa aku memilih BMI sebagai tempatku menyimpan uang.

Dari kantor Bank Muamalat, lalu aku mampir di toko buku Salemba Batam Center. Menyusuri bangunan yang ruangan kios-kiosnya masih banyak yang kosong. Lalu masuk lorong gedung yang tidak selesai dibangun, dan sampailah aku di lantai dasar Mall. Disanalah tempat toko buku Salemba berada.

Disana kulihat buku “Taman Orang Jatuh Cinta” yang penulisnya Ibn Qayyim al-Jauziyyah. Juga ada pula Sirah Ibnu Hisyam I. Keduanya diterbitkan oleh penerbit Darul Falah. Sepertinya lebih asyik kubaca buku Sirah Nabawiyah, seperti membaca sebuah novel. Kalau novel itu fiktif, tapi Sirah Nabi adalah dokumen perjalanan petualangan Sang Nabi.

Aku hanya melihat-lihat saja pajangan bukunya. Setelah bosan membuka-buka dan membaca-baca sekilas beberapa lembaran buku disana, dilanjutkan aku pergi ke toko buku Kharisma yang jaraknya hanya beberapa meter dari toko buku Salemba. Hanya beda Mall dalam satu jalan lurus Batam Center. Karena toko buku Kharisma koleksi bukunya lebih lengkap dibandingkan toko buku Salemba.

Termasuk berbagai majalah tersedia di toko buku Kharisma. Kubuka-buka Majalah Hidayatullah yang edisi kali ini membahas tentang Joseph 20, skenario Kristenisasi di Indonesia. Masa sebengis itu program Kristiani Indonesia untuk mencoba mengkristenkan Indonesia. Bukankah lebih baik pola pandangnya “Dari Kristiani Untuk Indonesia” seperti “Dari Muslim Untuk Indonesia”. Sehingga berbagai agama memberikan warna tanpa harus menghilangkan warna-warni agama lain.

Betulkah adanya program Joseph 20 sebagaimana diuraikan dalam Majalah Hidyatullah, atau memang Majalah Hidayatullah terlalu mendramatisir dari program-program mereka. Bukankah itu program intern umat Kristiani Indonesia, kenapa sampai terjadi kebocoran informasi hingga jatuh ke tangan “musuh”.

Kenapa harus memunculkan saling menakutkan diantara sesama saudara sebangsa. Tidakkah kita hidup aman berdampingan dengan tidak saling mengancam satu sama lain. Kenapa harus membuat ketakutan mereka yang liyan?

Disana kubaca buku “Menulis Dengan Emosi” yang penerbitnya Kaifa. Katanya menulis itu harus dengan emosi. Munculkan emosi ketika menuangkan isi pikiran dan perasaan. Jangan terpancing untuk segera mengedit. Biarkan saja mengendap dulu sampai beberapa waktu. Suatu ketika kau baca kembali dan engkau merasakan keajaiban telah terjadi.

Menulis itu meminta. Sebagaimana Aladdin meminta Jin memenuhi permintaannya. Bila Aladin harus mengelus-elus lampu ajaibnya, menulis pun mengelus-elus curahan perasaanmu. Tenangkankan hatimu dengan menuangkan pada tulisan. Bila ingin marah, marahlah dengan menuliskan.

Lalu kubaca buku “Yang Kembali Lagi”. Buku tentang perjalanan para Muallaf Amerika. Tragedi WTC membantu mereka mengenal Islam. Mempelajari Islam membuka mata mereka bahwa Islam anti kekarasan. Dari Islamofobia menjadi terengkuh dengan indahnya Islam. Indah dan agung sebagai normatifnya Islam. Sementara historisnya tak dipungkiri banyak terjadi kebengisan.

Namun disatu sisi Indonesia sedang diguncang Joseph 20 sebagaimana ulasan di Majalah Hidayatullah. Sementara di negeri Barat mereka berbondong-bondong memeluk Islam dengan penuh kemenangan. Karena Islam disini kami dikafirkan tapi disana mereka dimualafkan.

Suara Islam bahkan ada di kolam renang yang notabene terjadi percampuran laki perempuan dengan pakaian menuju telanjang. Kami yang renang disuguhi ceramah KH Zainuddin MZ. Rasul menganjurkan agar anak-anak diberikan tiga macam keterampilan, yaitu  berenang setelah keterampilan memanah dan berkuda. Makanya sekarang muncul kolam renang Islami, untuk menghindari ikhtilat antara laki-laki dan perempuan.

Di kolam renang Palm Spring aku kenalan dengan namanya Firman dan Andri. Sudah berapa kali aku renang disini, selalu bertemu kawan baru. Menambah kawan, itulah programku di Batam. Daripada membicarakan program Joseph 20, lebih baik menuliskan program hidupku sendiri.[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori