Oleh: Kyan | 29/02/2004

Menyusun Prioritas Pekanan

Ahad, 29 Februari 2004

Menyusun Prioritas Pekanan

**

Setelah lari pagi ke Bengkong, kubaca buku Harun Yahya Series yang judulnya “Bagaimana seorang Muslim Berpikir” dan “Manusia-manusia Langit”. Dua buku ini kupinjam dari perpustakaan Masjid Raya Batam Center. Karena tak mungkin buku ini ada di perpustakaan Gramedia Batam.

Hari ini kerjaku masuk siang. Jadi aku bisa diam dulu di kontrakan sampai Duhur. Kupersiapkan buku yang hari ini harus dikembalikan ke perpustakaan Gramedia. Tadi sempat silaturahmi ke tetangga kost. Perempuan yang katanya ingin baca buku. Ia ingin pinjam salah satu buku dariku.

Begitupun aku saat ini buku yang sedang kugarap dibaca adalah buku Sirah Nabawiyah yang ditulis Syaikh Shafiuyy Rahman al-Mubarakfury. Sirah ini adalah pemenang lomba penulisan sejarah Nabi Muhammad yang diadakan oleh sebuah yayasan di Arab Saudi, Rabithah Alam Islami.

Rencanaku membuat Rencana Pekanan Manajemen Waktu. Dalam prioritas pekanan selanjutnya: rencana membaca buku “Menaikan Harga Diri, Memasarkan Diri Sendiri, Mencari Penghasilan Tambahan, Sekolah Saja Tidak Pernah Cukup, Bagaimana Seorang Muslim Berpikir, Menyerap Prana Sukses, Braking The Time, Manusia-manusia Langit. Semua agenda ini adalah membaca buku. Tidak ada yang lain dari membaca buku.

Menjadilah sukses dengan pendekatan Qurani! Lantas bagaimana kiat sukses pendekatan Qurani? Kata Alquran mulainya dengan membaca, makanya kulaksanakan membaca. Meski membaca dengan pengertian harfiah.

Bahwa Allah menciptakan manusia dalam sebaik-baiknya. Tidak ada yang sia-sia dengan yang Allah ciptakan dan anugerahkan. Yakinlah bahwa kamu punya potensi unggul dengan berkepribadian sebagai muslim dan mukmin.

Rajin-rajinlah untuk dekat dengan Allah. Dengan selalu mengingat-Nya melalui dzikir dan shalat khusuk. Dengan begitu kamu akan senantiasa sehat walafiyat, yakni  sehat mental, jasmani dan ruhani.

Bila tidak sehat pasti sakti. Sehat dan sakit semuanya bermula dari pikiran. Kamu mesti tahu bagaimana kekuatan berpikir itu mempengaruhi jalan hidupmu. Kamu harus ulet dalam melakoni suatu bidang tertentu. Niscaya kamu menjadi nomor satu pada bidang yang kamu minati itu. Mencobalah fokus pada satu bidang tertentu.

Untuk bisa fokus atau konsentrasi, jauhilah hal-hal yang tidak berguna. Bersikaplah dermawan terhadap siapapun, diminta atau tidak diminta. Kamu harus yakin dengan jalinan perhubungan dengan siapapun akan sangat berguna.

Untuk mengadakan perubahan pada dirimu, maka berhijrahlah dalam arti fisik dan pikiranmu. Milikilah ilmu kelembutan atau peka rasa. Mencari cari ridha Allah, berdoa, kerja keras, memberikan yang terbaik, dan membangun kemitraan dalam kelangsungan hidupmu.[]

**

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori