Oleh: Kyan | 28/09/2004

Dengarlah Radio K-LITE 107,1 FM!

Selasa, 28 September 2004

 Dengarlah Radio K-LITE 107,1 FM!

**

“Cobalah dengar radio K-Lite FM, begitu nasihatnya di tengah-tengah arahan dalam memberikan materi kuliah Pengantar Manajemen. Disana kalian bisa belajar ilmu manajemen melengkapi apa yang kalian peroleh dari kuliah. Dalam jeda musiknya sering menyuguhkan kata-kata mutiara yang mengutif berbagai pemikiran brilian. Tentang motivasi, bisnis atau falsafah kehidupan.

Maka begitu sampai kosan, langsung kucari-cari gelombang 107,1 Hz. Tak perlu menunggu lama aku mencarinya. Terdengarlah siaran dari stasiun radio K-Lite FM. Benar saja isi materi siarannya sangat menginspirasi. Radio ini cocok sekali bagi para pengusaha, mahasiswa, atau siapapun saja yang membutuhkan pengembangan kepribadian dan perluasan wawasan.

Aku sudah melaksanakan anjuran Pak Anton Athoillah, bapak dosen mata kuliah Pengantar Manajemen, yang juga ia sebagai ketua prodi jurusanku. Beliau menekankan dengarlah K-Lite untuk menjadi ‘habit’ seorang praktisi bisnis dan keuangan syariah.

Radio K-Lite disamping kwalitas gelombangnya bersih dan jernih, juga hampir semua acaranya tentang dunia bisnis dan motivasi. Kemarin saja jam tujuh sampai delapan pagi membahas tentang berpikir positif. Lalu pagi tadi membahas Human Capital atau SDM, Sumber Daya Manusia. Dikatakan SDM adalah aset paling penting bagi perusahaan.

SDM adalah aset yang sangat berharga. SDM bukanlah barang atau benda mati yang sekedar faktor produksi. SMD berbeda dengan faktor-faktor produksi lain. Sebab manusia punya perasaan dan akal. Karena manusialah faktor produksi lain menjadi bermakna sehingga terwujud tujuan perusahaan.

Lalu katanya EQ dan SQ itu sebenarnya diasah dan diperoleh dengan pengalaman hidup. Dalam ESQ-nya Ary Ginanjar Agustian bahwa salat atau ritual-ritual keagamaan dapat mengasah kecerdasan emosi dan spiritual.

Dan berpikir positiflah terhadap segala apapun. Sangat dianjurkan untuk selalu berprasangka baik, ‘Husnudzan’ terhadap apa yang menimpa atau menjadi nasib semua. Karena boleh jadi baik menurut kita, tapi buruk dalam pandangan Tuhan. Maka berdamailah dengan diri sebagai pribadi.

Berdamailah dengan semua kekurangan dan kelemahan diri. Berdamailah dengan tak terpenuhinya semua keinginan emosi. Seperti petuah Gandhi yang sering dikutif banyak orang bahwa dunia ini mencukupi kebutuhan manusia, tapi tidak akan memenuhi keserakahan manusia.[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori