Oleh: Kyan | 12/10/2004

Plaza Komputer dan Palasari

Selasa, 12 Oktober 2004

Plaza Komputer dan Palasari

**

Waktu kuliah fokus di hari Jum’at dan Sabtu. Maka Senin sampai Kamis waktuku banyak dihabiskan dengan mengerjakan tugas kuliah. Karena aku anak D3 maka orientasi perkuliahan lebih banyak praktik. Hampir semua mata kuliah selalu ada tugas makalah dan nanti akan banyak terjun berkunjung ke lembaga-lembaga keuangan.

Makanya komputer jadul kepunyaan kakakku kubawa dari Garut. Meskipun pentium satu tapi sekedar mengetik tugas masih bisa. Komputer ketika dicoba pertama kali di kosan, papan ketiknya malah tidak jalan. Kucoba direstart terus, tetap tidak menyala lampu papan ketiknya.

Kucoba lagi akhirnya malah mati. Kutanya pada orang, rupanya RAM yang kena sehingga jadi mati. Pentium satu menggunakan Edo-Ram yang sekarang sudah sangat jarang dijual. Tapi mereka menyarankan datang ke Kandaga Komputer atau Plaza Komputer. Barangkali masih dijual disana.

Tadinya membawa komputer pentium satu untuk menghemat pengeluaran, ini malah harus menambah lagi pengeluaran untuk membeli Edo-Ram. Mengandalkan mengetik tugas ke rental sangat memborokan uang. Maka sekarang komputerku harus sudah jalan untuk segera mengerjakan tugas.

Berangkatlah aku naik Damri untuk sampai di Plaza Komputer Cikudapateuh. Rencananya mau beli papan ketik dan floppy disk. Tapi setelah mengecek ATM, uang dari ibuku belum dikirim. Nahas aku sudah kesana. Sekarang keuanganku hanya beberapa ribu lagi. Nasibku oh nasibku. Aku harus tetap bersabar.

Tapi aku terlanjur sudah di tengah kota, langkahku berbelok menuju Palasari. Meskipun dalam ketiadaan uang, aku masih bisa jalan-jalan. Dari Plaza Komputer aku jalan kaki untuk sampai di pasar buku Palasari.

Aku dalam bepergian lebih banyak jalannya daripada naik angkot. Dari Plaza Kosambi aku jalan kaki dibawah terik matahari. Berjalan gontai melintasi kereta api, melewati jalan Gatot Subroto yang melintang, dan sampailah aku jalan Palasari. Dan sampailah aku di pasar buku Palasari.

Meskipun tidak punya uang tapi sekedar melihat-lihat buku apa salahnya. Setelah bosan melihat-lihat kesana-kemari, akhirnya ingin beli buku juga. Terpaksa hanya kubeli buku “Teknik Penyusunan Karya Ilmiah dan Amandemen UUD”. Dua buku yang dibutuhkan saat ini. Pertama untuk tahu bagaimana menyusun makalah dan buku kedua ada tugas Pancasila dimana aku harus membaca UUD 1945…[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori