Oleh: Kyan | 17/10/2004

Menjalani Ramadhan Tanpa Uang

Ahad, 17 Oktober 2004

Menjalani Ramadhan Tanpa Uang

**

Hari pertama Ramadhan, tak ada uang. Tapi kuucapkan syukur yang seneng banget. Sepantasnya aku bersyukur yang tiada terkira pada Tuhan. Hari ini sudah kubayar uang kontrakan. Uang yang Rp. 300.000,- yang dijanjikan ibuku sudah dikirim dan tidak semuanya kupakai buat bayar kontrakan. Kubagi menjadi dua, Rp. 200.000,- buat bayar kontrakan yang baru sebagian dan yang sisanya cukup buat beli floppy-disk dan keyboard.

Akhirnya perangkat komputer buat rental komputer dapat dibeli juga. Aku harus tetap bersyukur dan tenang.Memang jika aku menginginkannya, aku akan mendapatkannya cepat atau lambat. Keyakinan itu harus ditanamkan dalam-dalam pada jiwa-mentalku. Modalnya kita harus bersungguh-sungguh dengan penuh kemauan. Harus penuh konsentrasi dengan berkata sedalam-dalamnya jiwa: “Man Jadda wa Jadda”. “Mun keyeng tangtu pareng”.

Lalu akibat semua uang dari ibuku digunakan untuk kewajiban dan keperluan, kini tak tersisa lagi uang di hari munggahan hari pertama Ramadhan. Hari pertama puasa Ramadhan tak tersedia uang. Uangku tertinggal Rp. 2.000,- lagi. Dengan keadaan begini aku harus tetap tenang. Lebih baik tenang dan jangan menambah runyamnya permasalahan.

Meski pada akhirnya pusing juga dibuatnya dengan segala kondisi keuangan serba kekurangan. Pusing tetap pusing tetaplah uang tak bakalan datang padaku. Lebih baik aku melakukan suatu hal untuk mengkondiskan hati tenang. Menjinakkan emosi bisa dengan merubah posisi.

Saat ini aku cuma punya uang Rp. 2.000,- Mana cukup buat ongkos pulang ke rumah kakakku di Garut buat sekedar menumpang sahur dan minta bekal. Uang duaribu sekali habis buat makan buka puasa dengan roti kipas. Malam ini kupikir gak apa-apalah tidak sahur. Biasanya walaupun aku tidak sahur, pasti kuat aku menjalani puasa.

Kemarin Sabtu aku mengikuti kuliah Ekonomi Mikro saja. Tadinya aku mau kumpul-kumpul dengan temen-temen sekelas. Mau mengerjakan tugas Ekonomi Makro. Eh malah teman dari kelas A dan B pada gak datang. Karena tugas yang diberikan tiga kelas digabung dan dipecah menjadi beberapa kelompok.

Terpikir lagi aku gak punya buat membeli buku Manajemen. Harus ada referensi untuk mata kuliah Pengantar Manajemen. Dosen menyarankan membeli buku tersebut. Karena buku tersebut akan selalu dipakai sebagai referensi sampai kapanpun. Begitu katanya. Dengan kondisi tak ada uang, harus segera kutinggalkan saja ruang menulis ini.

Di hari ketiga Ramadhan, aku dan teman kuliahku, Robbi jalan-jalan ke Gegerkalong. Sekalian Robbi ingin tahu pesantrennya Daarut Tauhiid-nya yang dikelola Aa Gym. Hari Ahad biasanya ada pengajian yang jamaahnya berjubel sampai ke pinggiran jalan sehingga memacetkan lalu-lalang kendaraan.

Termasuk aku dan Robbi yang hanya berdiri sambil mendengarkan materi ceramah.

Bukan hanya dari sekitar Bandung saja yang datang kesana, tapi rombongan bus dari Jakarta banyak sekali. Makanya jalan kecil yang melewati pesantren sering dibuatnya macet.

Sebenarnya keuanganku sudah minim. Tapi aku dan Robbi bisa jalan-jalan, karena Robbi sudah berbaik hati memberikan pinjaman. Sungguh sangat baik dia meminjamkan uang Rp. 50.000,- untukku.

Makasih ya Cep Obi. Dirimu sangat baik padaku. Memang sih sesama teman harus saling membantu, terutama dalam kondisi mepet begini. Akhirnya kehidupan terus berjalan meskipun dalam serba kesulitan. Aku masih bisa membeli makan untuk persediaan berbuka dan sahur puasa.

Pulang dari pengajian mampir ke minimarket DT. kubeli korma untuk persediaan buka puasa. Ustadz yang mengisi pengajian tadi bilang, buka puasa cukup dengan tiga biji kurma saja. Begitu tiba waktu berbuka, minum. Lalu ambil tiga biji kurma, dan minum lagi, lalu pergilah untuk menunaikan shalat maghrib.

Setelah itu menunggu Isya dengan tadarusan. Tiba saatnya shalat Isya yang dilanjutkan dengan salat tarawih, dan barulah makan. Aku mau mencoba kebiasaan begitu…[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori