Oleh: Kyan | 21/10/2004

Mungkin Kepingan Cinta

Kamis, 21 Oktober 2004

Mungkin Kepingan Cinta

**

Pulang kuliah, dia mengikutiku pulang ke kosanku. Dia mau pinjam buku Manajemen-nya Mamduh untuk difotokopi. Karena akupun fotokopi dari punya Yedi. Dengannya aku jalan bersisian ke depan gerbang kampus, lalu belok menuju kosanku. Tiba-tiba muncul ada sekelumit perasaaan. Kok, tidak biasanya ada rasa senang hinggap di hati ini.

Akhir-akhir ini kadang muncul juga rasa tak ridha bila ia berjalan bersama yang lain. Mungkin ini rasa cemburu seolah dia sebagai milikku. Padahal sampai saat ini dia bukanlah siapa-siapa dimataku. Kecuali sebagai teman sekelasku. Jadi kenapa mesti cemburu kalau dia jalan dengan yang lain. Toh dia buka siapa-siapa diriku. Dilarang jatuh cinta bila masih bergelimang dalam kemiskinan.

Alhamdulillah juga komputerku akhirnya bagus lagi. Sudah diinstal ulang dengan bayaran limabelas ribu. Makanya segala sesuatu harus diserahkan pada ahlinya. Kini sudah jam duabelas malam lewat. Aku masih belum tidur. Beginilah kalau anak kost, pasti banyak temen yang datang. Dimana suasananya akan dirindukan suatu saat. Saat di tengah-tengah banyak kawan, suatu ketika akan dirindukan ketika sedang mengalami kesepian dan kesendirian.

Aku ingin bicara tentang dia. Kok, kenapa aku merasa senang ya? Apakah ada perasaan hati padanya. Katanya cinta tumbuh karena kedekata. Karena temen sekelas akhirnya muncul perasaan. Tapi adakah perasaan dengan sebenar-benarnya padanya? Mungkin ini hanya perasaan sebagai sahabat biasa saja.

Tadi ia terlihat ceria, bercanda, bertingkah yang berbeda seperti biasanya. Dan aku sengan melihat perubahan raut wajahnya. Kurasa lain saja melihat dia menjadi berbeda. Jangan-jangan aku gampang merasa gede rasa saja. Sudahlah, bilapun aku mencintainya hanya karena Allah, bukan karena hawa nfasu.

Pokoknya pada setiap orang aku harus menebar kasih dan sayang. Bukan hanya pada dia saja. Aku dimanapun dengan siapapun bisa membina hubungan yang dekat, erat, dan lekat. Dengan mereka aku membuka Tabungan Hubungan Pribadi (THP) sebagaimana anjuran The Seven Habit-nya Stephen Covey.

Sekarang pikiran harus aku konsentrasikan pada tugas kuliah. Tugas Bahasa Indonesia belum aku selesaikan dan harus segera dikumpulkan. Belum lagi tagas Bahasa Arab dan Inggris masih belum kuselesaikan. Bagaimana ini?..[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori