Oleh: Kyan | 27/10/2004

Skala Mengerjakan Tugas

Rabu, 27 Oktober 2004

Skala Mengerjakan Tugas

**

Aku harus bertindak segera. Banyak tugas yang belum aku selesaikan. Kalau orang lain sanggup menyelesaikannya kemarin, aku juga pasti bisa. Tapi kenapa belum selesai? Karena ditunda-tunda. Karena bersembunyi dibalik selimut kemalasan.

Memang benar kalau kita berpikir tidak bisa, kita tidak akan bisa menyelesaikannya. Makanya aku harus berpikir aku pasti dapat menyelesaikan tugas yang bagaimanapun. Aku harus segera bertindak. Maka bertindaklah!

Siang dan malam aku terus mengerjakan tugas Ekonomi Makro dan Tugas Bahasa Inggris. Lalu tugas Pengantar Bisnis bagaimana aku mengerjakannya? Semua mata kuliah ada tugas tambahan. Semalam saja aku tidur jam 12 untuk mengerjakan macam-macam tugas kuliah.

Akhir-akhir ini selalu aku bangun kesiangan. Trus gak sempet sahur lagi dibuatnya. Percuma juga bangun sahur toh tak ada makanan. Tak ada air minuman. Tersedia air di galon tapi tinggal setetes. Sudahlah jangan banyak mendramatisir.

Tugas Ekonomi Makro hampir selesai. Tinggal aku mengeprintnya ke rental. Nanti aku mau mencoba ke Ahad-Net. Barangkali aku dapat insentif bulanan untuk pembelian setahun lalu. September 2004 aku belanja meski tidak sampai tutup poin.

Kenapa harus segera menyelesaikan tugas Bahasa Inggris dan Ekonomi Makro dengan meninggalkan salat Tarawih. Demi sebuah tugas terpaksa aku gak ikut salat tarawih berjamaah di masjid. Dengan berat kudirikan salat tarawih sendirian di kosan.

Tidak tahu apakah aku sudahkah cocok dalam menentukan prioritas kepentingan atau prioritas fiqh sebagaimana dimaksud Syekh Yusuf Qaradlawi dalam bukunya Fiqh Prioritas. Seperti sering diungkap Cak Nun bahwa harus dapat membedakan mana kepala dan mana kaki dan mana tangan. Harus adil dalam menempatkan. Harus ada skala prioritas.

Kenapa kutinggalkan salat tarawih, karena bila tak segera kuselesaikan, takut nanti kemalaman mengeprintnya di rental. Nanti gak bisa ngeprint, sementara besok harus sudah dikumpulkan. Ditambah lagi besok Bahasa Inggris diadakan test lisan.

Bagaimana aku ini? Tegangnya sudah dari sekarang. Aku selalu saja gak bisa tenang. Ah, lebih baik tenang yang ditenang-tenangkan saja. Dunia masih ada, belum kiamat. Dunia belumlah kiamat. Dan akupun masih belum beranjak.[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori