Oleh: Kyan | 01/12/2004

Dalam Lelah dan Hutang Tidur

Rabu, 01 Desember 2004

Dalam Lelah dan Hutang Tidur

**

Tugas menerjemahkan Bahasa Inggris belum tuntas. Tugas Akuntansi masih belum bisa. Tapi aku pasti bisa menyelesaikannya. Sampai siang sebelum Dhuhur aku masih duduk di depan komputer. Bukan mengerjakan tugas, tapi mengutak-atik program belajar Bahasa Inggris dan setelah itu aku menonton film Ar-Risalah. Film kehidupan Nabi Muhammad Saw.

Menjelang sore, Echa datang ke kosanku. Ia bertanya bagaimana tugas Bahasa Indonesia yang harus dikumpulkan besok. Kalau tidak diingatkan dia, bagaimana aku mulai mengerjakan. Sejak pagi aku malah tenang-tenang saja. Padahal besok pasti aku harus persentasi.

Segera aku mulai mengerjakan. Jam delapan aku mulai mengetik makalah. Satu jam sudah lelah, dan tertidur. Lalu bangun lagi jam sebelas, ingat pada tugas yang belum selesai. Tidur satu jam dari jam 9-11 malam. Selanjutnya aku gak tidur lagi. Semalaman aku mengutak-atik tugas sendirian. Menggebu-gebu ingin segera beres.

Akhirnya kelar juga aku mengerjakan tugas Bahasa Indonesia. Menyelesaikan tugas semalaman dari jam delapan malam selesai jam sembilan siang. Aku harus segera bergegas ke kampus, dalam kelelahan dan punya hutang tidur. Tidur kok harus dibayar. Gak usah dibayar bila itu pengorbanan.[]

**

 

**


Responses

  1. Aku pernah mengalaminya dan karena itu aku maklum.🙂

    Salam,

    Mochammad
    http://mochammad4s.wordpress.com
    http://piguranyapakuban.deviantart.com


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori