Oleh: Kyan | 03/12/2004

Rumah Susi di Permata Biru

Jum’at, 03 Desember 2004

Rumah Susi di Permata Biru

**

Hari Jumat ini sungguh menyenangkan, ini pandangan umum kami yang sedang punya sikap kemalasan. Seharusnya bagiku dan orang yang sungguh-sungguh mengejar ilmu, dan juga bagi yang selalu menganggap apapun secara materi, hari ini adalah hari sedih. Karena dosen empat mata kuliah semuanya gak ada yang masuk. Rugi kan sudah bayar SPP sebesar Rp. 300.000,- per semester malah dosennya tak masuk semua.

Bahkan tumben sekali Pak Tajul, dosen Bahasa Inggris itu gak masuk. Biasanya dia disiplin. Selalu saja masuk mau bagaimanapun caranya selama ini. Mungkin dia sedang ada keperluan yang lebih penting daripada memberi perkuliahan pada kami.

Tapi aku tak bisa kemana-mana. Aku menunggu saat sore dimana aku dan Veri harus datang ke Masjid Iqomah untuk mengikuti mentoring LDM. Sejak mengikuti OPM di Sukawana Lembang belum ada tindak lanjutnya mentor untuk pembekalan keorganisasian ataupun keruhanian. Makanya ini sengaja mencoba meniatkan diri aktif di salah satu unit kegiatan mahasiswa.

Mentoring hanya satu jama kurang lebih. Materinya tentang semangat ukhuwah sebagai temali persaudaraan kaum Muslim. Taaruf, Tafahum, Ta’awun. Selesai itu lalu aku bergegas pulang. Tapi bukan ke kosanku, tapi menuju kosan Robbi. Disana aku cuma main-main sampai Maghrib.

Tanpa direncanakan, Robbi mengajakku main ke rumah Susi. Maka jam tujuh malam kami berangkat ke rumahnya Susi di Permata Biru. Rupanya untuk sampai rumahnya, aku harus melewati gelangan sawah. Meski malam tapi mendapat pencahayaan samar dari lampu-lampu rumah orang dan ramainya lalu-lalangnya kendaraan.

Disana hanya sebentar. Menyembuhkan sekedar ingin tahu saja rumah salah seorang teman kampusku. Jam 9.00 pun kami pamitan pulang. Tadi kami tidak telpon dulu mau bertandang. Jadinya Susi merasa kaget juga dengan kedatangan kami berdua. Pelajarannya sebelum bertamu harus telpon dulu. Takut nanti orangnya tak ada dan percuma bila tak ada orangnya yang mau dikunjungi.[]

**

 


Responses

  1. Iya betul. apalagi jauh di sekitar persawahan ya…
    🙂 Salam,

    Mochammad
    http://mochammad4s.wordpress.com
    http://piguranyapakuban.deviantart.com


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori