Oleh: Kyan | 06/12/2004

MP3 Nasyeed, Angel Wings, dan Ultah Widi

Senin, 06 Desember 2004

MP3 Nasyeed, Angel Wings, dan Ultah Widi

**

Rencana mau shaum, gak jadi. Bangun kesiangan, jadi gak bisa sahur. Pas bangun sudah lapar. Sejak pagi sudah kuputar MP3 nasyeed yang membelinya ditraktir Indra Pratama, temen SMU yang kemarin bertemu di kampus UPI. Aku sedang mencoba semua lagunya sampai habis di komputer bututku.

Ada kumpulan lagu The Zikr, Album Raihan, Hijjaz, Takbiran Idris Sardi, dan senandung nasyid lainnya. Termasuk di dalamnya banyak lagu-lagu yang pernah mengiringi kebersamaan kami ketika di KSI. Seperti lagu Rasulullah-nya The Zikr, Senyum-nya Raihan, Puji-Pujian dan Peristiwa Subuh.

Ini MP3 sebagai kenang-kenangan dari sobat sekolahku. Jangan sampai hilang, karena bukan sekedar sekeping CD. Tapi bermakna persahabatan dan persaudaraan diantara kami. Coba kalau semua temen seperti Indra bisa memberiku kenang-kenangan. Ia sudah jadi PNS yang tentu sudah berpenghasilan besar.

Malam ini jam sudah menunjukkan angka 11.05 malam. Masih belum tidur karena ingin menuliskan suatu permenungan. Barusan aku menelpon ke Batam, ibunya gak ada. Aku mau bilang bekalku sudah habis dan sudah ditagih bayar kontrakan. Juga nanti bakal ada pameran komputer, mumpung lagi murah ingin aku membeli printer.

Memang tak enak meminta terus pada orang tua. Sempat terlintas pikiran, dulu kan sewaktu kecil aku gak diperhatikan. Sekarang ke’ diperhatikan karena ini pun untuk jalan mendapat penghasilan. Ah, aku gak boleh menyalahkan siapa-siapa.

Aku harus mencoba mengajukan beasiswa ke Ahad-Net dan Mizan. Aku mau membuat proposal pengajuan buku ke Mizan, Asyaamil, Gema Insani Pers, Pustaka Setia, dll. Dari sekarang harus mempersiapkannya. Harus membikin KTP dulu gak ya. Biar aku bisa mengajukan surat keterangan tidak mampu. Ini sebentuk kreativitas agar bisa menghasilkan uang.

Pasti aku bisa mendapatkannya seperti yang kuperleh dulu ketika SMA. Dulu aku kebanjiran beasiswa dan sumbangan. Sekarang aku harus mengeksplorasi kembali segala kemampuan, memutar otak, dan mencari info sana-sini. Untuk menambah penghasilan kalau bisnis voucher modalnya harus Rp. 600.000,- dan pakaian Rp. 100.000,-

Bagaimanapun caranya agar kuliah tetap lancar. Meski harus tersendat finansial. Aku harus serius kuliah dan tidak boleh main-main. Tugas yang harus kuselesaikan: membuat artikel mata kuliah Bahasa Indonesia, baca buku Fiqh Muamalah, baca buku Pengantar Bisnis, terjemah Bahasa Inggris, baca buku Manjemen-nya Mamduh, buat jurnal penyesuaian, baca dan pelajari Bahasa Arab, persentasi Mikro Ekonomi, dan tugas Makro Ekonomi.

Kamis besok tugas membuat artikel harus dikumpulkan. Sampai saat ini aku belum bisa memulai. Bagaimana caranya ya? Mau mencoba langsung mengetiknya di komputer. Nanti dengan sendirinya menjadi lancar menyusun kalimat per kalimat. Sekarang sudah malam, aku harus tidur dan harus bangun jam 3.00, mau sahur. Insya Allah mau shaum Syawal. Tiga hari lagi harus jadi membuat artikel.

Sebenarnya tadi aku sudah mulai merancang penyusunan artikel. Ketika baru beberapa saat kumulai, eh malah datang si Robbi. Jadi aku gak bisa konsentrasi penuh mengerjakan tugas. Jangan menyalahkan siap-siapa. Salahkan dirimu!

Bila ada tugas mendesak, solusinya kerjakan segera, dan jangan ditunda-tunda. Kalau ada kesempatan mengerjakan jangan disia-siakan waktu yang luang. Sempatkan meskipun dalam kesempitan jibunnya pekerjaan. Jangan menumpuk-numpuk tugas bila tak ingin otak kumat.

Kalau sudah banyak akhirnya makin malas. Dan hati pun tidak tenang dibuatnya. Tugas itu dihadapi dengan santai saja. Tugas cuma itu doank. Jangan cemas. Kenapa setiap ada tugas selalu cemas. Nikmati saja lika-liku hidup ini.

Mata kuliah Pancasila masih ada tugas dan sebentar lagi UAS. Aku harus sungguh-sungguh belajar. Masalah keuangan juga masih terpikirkan. Jangan takut tidak makan. Rezeki bakal datang dengan sendirinya. Mungkin aku boros gitu? Padahal setiap aku belanja, pasti membeli yang berguna.

Tadi siang aku dan teman-teman kuliah ke Bapusda untuk mencari teori kompetensi sebagai bahan tugas Pancasila. Referensi yang kami dapat cuma satu. Harus mencari empat buku lagi. Karena syaratnya kami harus memakai referensi minimal lima buku.

Di Bapusda seneng banget aku bisa mengobrol banyak dengan perempuan satu kelasku bernama Uly Ajnihatin. Namanya cantik secantik orangnya. Namanya ada dalam penggalan kalimat suci Alquran. Sayap-sayap malaikat. Angel wings.

Mungkin aku suka dengan kebinaran dan keriangannya. Tentu dia cantik. Kalau tak cantik mana mungkin semua orang melirik padanya. Dia menjadi pusat perhatian ketika kuperhatikan di lingkaran sosoknya dia berada.

Wajahnya menampakkan sinar kepribadian. Beberapa bulan mengenal sosoknya, dia memiliki semangat tinggi. Tidak tahu kenapa selalu saja menyenangkan bagiku. Apakah dia pantas jadi calon istriku? Jodoh tak akan kemana, katanya dalam suatu kesempatan.

Tapi bukankah aku sedang bermimpi ingin meminang istri orang luar negeri. Bersemangat tinggi seperti dirinya. Fisiknya juga seksi, tinggi, hidung mancung, putih, orang kaya, dan sejumlah kelebihan lainnya.

Namun manusia mana yang sempurna, kata mereka. Pasti ada kelebihan dan kekurangan, tambahnya. Aku harus menerima kekurangan yang ada. Sebab pernikahan adalah saling menerima dan melengkapi kekurangan masing-masing, begitu kata-kata yang keluar dari bibir merahnya.

Pulang dari Bapusda, kuajak Robbi main ke Jatinangor. Tadinya aku mau bertandang ke kosan Hafizh, teman SMU. Begitu sampai di asrama yang sering aku kunjungi, kata penghuni sebelah kamarnya dulu dia sudah pindah. Dia pun menunjukkan kemana pindahnya dia. Sampai disana cuma bertemu Aul, sobat kuliahnya yang anak jurusan Peternakan dari Padang. Hafizh katanya sedang ada kuliah di kampus.

Sudah menunggu lama, diapun tak kunjung datang. Kami pun pamitan mau kembali saja. Kami pulang dan malah main di warnet kampus IAIN. Menghabiskan waktu dua jam. Tanpa mendapatkan suatu yang dibutuhkan.

Tiba-tiba kuingat pada Widi, teman SMU-ku juga. Hari besok adalah hari ulang tahunnya. Aku tak boleh lupa mengirim sms padanya untuk sekedar mengucapkan selamat. Mungkin lebih baik kutelpon untuk menyambut hari ulang tahunnya.[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori