Oleh: Kyan | 08/12/2004

Luapan Gundah dan Keceriannya

Rabu, 08 Desember 2004

Luapan Gundah dan Keceriannya

**

Waktu terus berjalan tak terasa. Bagai kilatan cahaya yang melesar dari timur ke barat. Begitu juga ingatanku malam ini. Malam ini jam 12 malam. Entah kenapa tiba-tiba aku punya perasaan sedih. Tiba-tiba aku merasa sendirian dan mengharapkan seseorang datang menyapaku.

Lalu kenapa muncul ingatan padanya. Dia teman sekelasku dan kenapa harus teman sekelasku. Ya Allah, kenapa ini? Kenapa aku selalu ingat sama dia. Apakah aku benar-benar suka padanya. Memang aku ini suka padanya? Lalu apakah dia pun sama sepertiku memiliki perasaan yang sama? Apakah perasaannya sama denganku saat ini?

Hati ini tak bisa dibohongi. Kesunyian di tengah malam. Kesendirian merasuk jiwaku. Ya Allah aku selalu rindu padanya. Segal perasaan ini terasa menggebu-gebu. Harus bagaimana aku berbuat ya Allah? Lindungilah hamba-Mu dari kekhilafan dan dosa-dosaku yang bagai debu pasir di lautan.

Jam 12 malam ini aku terus ingat, memikirkan dia. Kenapa ini terjadi padaku? Soalnya dia berkepribadian baik dan menyenangkan. Sewaktu tadi di kampus, dia banyak bercerita tentang hari-hari kesibukannya.

Dia suka dengan bahasa Inggris. Dia menjadi pengajar privat baca Alquran di Dago dan Ujungberung. Dia mengajar anak seorang anak orang kaya. Dia bilang jam tiga sore waktunya dia mengajar. Senin dan Rabu selalu mengaji ke Pindad dan Mihdan. Begitu semangatnya dia. Mungkin inilah yang membuatku tertarik padanya. Dia punya semangat maju. Mungkin ini bagus buatku sebagai penyemangat hidupku.

Apakah dia tahu apa yang kurasakan saat ini? Aku tak mau menduga-duga. Hati setiap orang tak ada yang tahu. Apakah kalau aku bertemu dengannya selalu menampakkan rasa itu? Tak tahu juga aku. Mungkin suatu saat aku akan mengatakannya, tapi entah kapan.

Memang pernah aku bilang padanya lewat kartu lebaran kemarin, bahwa aku ingin sekali menjadi sahabat baginya. Sahabat bukan yang biasa diceritakan orang-orang. Semua anak MKS C dan sebagian lainnya sudah tahu aku punya hubungan dengannya. Tapi aku tidak tahu jenis hubungan apa yang dimaksudkan merea. Tapi kami hanya sebatas teman, sebagai sahabat tak lebih dari itu.

Tapi kenapa aku ingin lebih dari itu? Padahal jadi sahabat jauh lebih baik. Aku mau bilang padanya bahwa setiap hari aku selalu ingat padanya. Tapi kapan aku sampaikan muatan hati ini. Soalnya daripada dipendam malah bikin jerawat. Bukankah setiap wanita senang kalau ada orang perhatian padanya.

Tapi aku datang kesini untuk kuliah, bukan mengejar yang lainnya. Aku harus memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dengan belajar dan belajar. Kesibukanku sejak pagi aku mengerjakan tugas Bahasa Indonesia membuat artikel. Nanti kalau gak ada dosen atau ada waktu luang, akan kugunakan untuk membaca teks book. Karena sebentar aku akan menghadapi ujian.

Besok artikel dikumpulkan, sampai saat ini belum tuntas. Malah menulis catatan ini. Kenapa ya? Malah lebih suka belajar tentang kehidupan daripada belajar tentang perkuliahan syariah. Padahal kalau dipikir panjang, kuliah ini akan menentukan kehidupanku di masa yang akan datang.

Sejak kemarin bangun kesiangan terus. Mau shaum gak sahur. Takut sakit perut  sebagai alasannya. Takut lebih kurus lagi. Karena sekarangpun sudah seperti tengkorak. Karena berbagai alasan yang pada intinya lemahnya iman, akhirnya rencana mau shaum sunnah tak jadi-jadi.

Hari ini tugas masih ada, tapi kenapa nyantai saja? Banyak temen yang berdatangan ke kosan. Mengerjakannya aku jadi gak bisa konsentrasi. Ah, jangan salahkan mereka. Salahkan diri sendiri, kenapa menunda-nunda pekerjaan ketika belum ada orang.

Tanggal 10 Januari 2005 adalah hari dimulai UAS, Ujian Akhir Semester. Tinggal empat minggu lagi. Jadwal pertemuan kuliah empat kali lagi. Sebentar lagi. Aku harus bener-bener belajar. Jangan malas belajar. Tak terasa baru saja kemarin kami masuk kuliah, daftar masuk IAIN sekarang sudah dihadapkan pada ujian akhir semester. Apa yang telah kudapatkan selama kuliah di IAIN sampai hari ini? Apa yach?

Pertama temen-temen bertambah. Temen yang aku kenal kebanyakan pikirannya belum dewasa, maklum masih muda. Usianya banyak yang dibawahku. Temen yang berkesan mungkin dia, Uly Ajnihatin. Bersahabat dengannya harus terus berlanjut, jangan sampai terputus sampai kapanpun. Alasannya bukan sekedar dia cantik, tapi semangat bisnisnya begitu tinggi.

Dia bercita-cita pengen jadi pengusaha dan bisa mengamalkan ilmunya di kampung halamannya. Berarti dia cinta banget pada kampung halamannya. Sedangkan aku entah kenapa tak mau pulang kampung. Sudah beberapa tahun ini aku tak pulang kampung. Sekarang aku malas pulang ke kampung ke Citamiang. Inginnya di kota terus. Selanjutnya ke luar negeri. Ingin punya rumah di kota. Ingin jadi orang sukses, bergaul dengan orang-orang yang semangatnya tinggi, berwawasan luas dan profesional.

Tapi memang jangan lupakan kampung halaman. Akuharus mengamalkan ilmu di kampung halaman. Aku harus belajar padanya tentang cinta pada kampung kelahiran. Suatu saat nanti aku harus membangun tempat kelahiranku agar ada perkembangan dan kemajuan. Tapi orang-orang kampung pada sudah kaya. Tapi masalah  keilmuan mereka masih minim.

Tapi, bukan cuma dia yang baik. Semua temen-temen di MKS baik-baik dan aku harus belajar pada mereka tentang sisi-sisi kelebihannya. Semuanya harus aku kenal dengan baik. Aku ingin menjadikannya relasi persahabatan dan hal apapun. Semuanya adalah sahabatku yang baik hati. Aku harus mengenal semuanya.

Mumpung lagi kuliah, banyak sekali temen-temen dari berbagai daerah. Baik di kelasku, di jurusanku, maupun di berbagai jurusan lain. Nah, semuanya bisa dijadikan relasi bisnis. Memang berkenalan dengan berbagai orang jangan selalu untuk mencari keuntungan materi saja.

Ah, jalani saja hidup ini apa–adanya. Senantiasa meluruskan niat dan mendengarkan, mematuhi dan melaksanakan apa kata hati nurani. Sekarang aku harus belajar dengan sungguh-sungguh. Dengan semangat belajar tetap berkobar, insya Allah akan mendapatkan prestasi yang baik, IP yang baik.

Kalau IPK bagus, bisa mencapai 4,8 memudahkan dalam pengajuan beasiswa. Sejak dini harus segera mempersiapkan segalanya. Kalau IPK bagus nanti gampang cari kerja. Bahkan sejak sekarang harus dimulai membangun bisnis. Membangun jaringan dan dasar-dasar pijakan bisnis. Insya Allah begitu keluar kuliah bisnis sudah besar.

Sekarang sudah ngantuk. Bagaimana merancang bisnis kalau begitu muncul kesadaran untuk merancang bisnis malah ngantuk. Menyelesaikan tugas artikel bagaimana? Baca teks book kuliah kapan? Kalau tidur terus bagaimana bisa pintar?

Belum menelpon Ibu. Kalau sekarang cakap menulis artikel, nanti bisa bikin artikel untuk dikirimkan ke media cetak. Kalau dimuat nanti ada imbalannya. Tapi menuangkan ide ke dalam kalimat itu begitu susah. Sering buntu dengan kata-kata. Bingung mengolah dan menyusun kata-kata. Omonganku bahkan baku banget. Banyak temen bilang padaku begitu. Ya harus bagaimana lagi.

Tapi harus bagaimana lagi sudah ngantuk banget. Sudahlah, sudah jam duabelas lewat aku harus tidur. Ya Allah bangunkan aku biar aku bisa salat Tahajud! Harus tidur sekarang dan bangunkan aku jam tiga untuk bangun salat Tahajud.[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori