Oleh: Kyan | 11/12/2004

Film Gladiator, Semi Pornografi, dan Kongkow Kami

Sabtu, 11 Desember 2004

Film Gladiator, Semi Pornografi, dan Kongkow Kami

**

Beginilah menjadi mahasiswa. Hari Jumat mungkin hari yang rugi, bahkan celaka buatku. Hari raya Jum’at dirusak dengan memandang hal-hal yang tak senonoh. STMJ, salat terus dilakukan dan maksiat jalan terus dilanjutkan.

Di kamar kosanku temen-temen pada mau nonton film. Judulnya Gladiator yang kami pinjam dari rental film bajakan depan kampus. Memang film klasik dengan seting peperangan Romawi. Tapi filmnya ada semi pornonya. Jorok ich. Tidak ingin dilihat tapi terlihat. Tidak kelihatan tapi tetap kelihatan kebinalannya. Ada adegan ranjangnya.

Tapi sekedar payudaranya yang begitu jelas diperlihatkan di depan kamera. Rasa-rasanya baru kali ini aku melihat gambar tonjolan payudara. Akh, aku tak boleh mengkhayalkannya. Bisa berbahaya bagi imajinasi dan kesehatanku. Jangan sampai terulang lagi menonton film semi pornografi.

Memang sudah biasa kalau waktu istirahat kuliah, mau salat Jum’at dulu, atau ada mata kuliah yang tidak ada dosennya, teman-temanku pada main ke kosanku yang jaraknya tidak begitu jauh dari kampus. Bahkan ketika Jum’at dan Sabtu pagi berangkat kuliah, mereka banyak yang datang dulu ke kamar kosanku untuk berangkat bersama-sama pergi ke kampus.

Kami rencananya mau mengerjakan tugas Pengantar Akuntansi. Karena asyiknya menonton film ingin sampai selesai akhirnya gak jadi mengerjakan tugas. Hari ini merugi pokoknya. Sungguh celaka sudah menonton adegan bugil.

Tapi bagaimana caranya menolak? Kan yang bagus tuch kita bisa membawa teman-teman menjadi baik, soleh, dan melakukan segala perbuatan baik. Di tengah deretan buku-buku kajian keislaman, terselip tontonan adegan tonjolan payudara.

Kuliah sabtu aku persentasi “Mekanisme Produksi Islami”. Persentasinya dapat dikatakan cukup sukses. Meskipun aku tidak tahu apakah audien mengerti apa yang aku maksudkan dalam omonganku. Aku hanya belajar ngomong di depan forum. Setelah kuliah Ekonomi Mikro, dilanjutkan dengan kuliah Ekonomi Makro. Materinya membikin bundeng kepalaku. Nanti harus dipelajari lagi dan belajar lagi.

Rampung kuliah Sabtu, aku nggak langsung pulang ke kosan. Tapi kami mampir dulu ke depan kampus. Dengan temen-temen sekelasku nongkrong di halaman depan kampus. Terasa sia-sia tapi kita kan harus refreshing. Tidak apa-apa kan kali-kali kongkow untuk menghilangkan kejenuhan.

Adzan Ashar membubarkan kami. Teman-teman pada pulang. Reza dan Dian pulang ke Ciparay yang rumahnya disana. Yedi orang Cililin. Rizki orang Kadungora Garut biasa pulang pergi setiap hari kuliah. Sahril, atau biasa kami panggil Aril, dia tinggal di Pondok Iqra Soekarno Hatta. Robbi pulang ke Cinunuk ke kontrakan bersama kakaknya.

Dan Dudi meskipun orang Cimahi, dia ikut pulang ke kosanku. Begitupun Sani dia ngekos di dekat Kipayatul Akhyar. Kami bertiga pulang ke kosanku untuk mengerjakan tugas Pengantar Akuntansi.

Karena besok pagi aku sudah janji mau mengaji ke Pindad, jam delapan malam minggu aku mencuci dulu pakaian. Tadi dia bercerita di Pindad ada pengajian. Dia mengajakku datang kesana. Karena bukan hanya pengajian. Tapi setelah pengajian ada kursus gratis Bahasa Inggris dan Jepang. Dan aku tertarik dengan kursusnya, juga dengan kebersamaannya. Ha.[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori