Oleh: Kyan | 28/12/2004

Bukhari Discusses: Pengajian Gumuruh Persis

Selasa, 28 Deember 2004

Bukhari Discusses: Pengajian Gumuruh Persis

**

Kutelpon lagi penjual printer untuk menanyakan bagaimana cara menginstal driver printer. Karena setelah kucoba gagal terus install-nya. Tapi setelah dicoba ulang akhirnya bagus dan berhasil.

Kuliah Praktek Komputer Bisnis tak jadi. Lalu aku pergi ke perpustakaan Daerah di Soekarno Hatta. Pergi kesana cuma sekedar mau baca-baca dan selebihnya main-main. Bahkan mungkin maksud utamanya ngeceng perempuan yang sedang mebaca buku.

Dari perpustakaan, dengan terburu-buru aku berangkat pergi ke Jl. Gumuruh. Mau ikut pengajian yang direkomendasikan teman kuliah bahwa kajiannya bagus. Nama kajiannya Bukhari Discusses. Sedikit grogi juga karena dengan rambut yang gondrong, kok ikut pengajian dimana jamaahnya banyak orang konservatif. Mereka banyak memakai celana komprang, sementara aku isbal. Mereka banyak berjenggot sementara aku klimis.

Dari pengajian kudapatkan kajian tentang Ariyah. Pengajiannya dengan melakukan kajian berdasarkan kitab hadis Bukhari. Selesai pengajian aku hendak langsung pulang, tapi terhalang derasnya hujan. Lalu aku diajak Mbak Ulfa bertandang ke tempat kediaman ustadz yang mengisi pengajian tadi. Namanya ustadz Usman.

Rumahnya tidak terlalu jauh dari tempat pengajian tadi. Di kamarnya terpajang deretan kitab-kitab hadist setinggi dinding kamar. Ruangannya begitu sederhana sehingga kulihat air hujan bocor menimpa koleksi kitabnya. Sungguh orang berilmu hanya tinggal dalam kesederhanaan.

Terpajang juga ada kalender Hijriyah terbitan Ahad-Net yang dulu pun aku memilikinya ketika di Batam. Aku pun bertanya-tanya bukankah informasi dari temanku bahwa sang ustadz ini sangat mengkritisi status kesyariahan bisnis multilevel. Mungkin saja sebelumnya ia pernah jadi mitraniaga Ahad-Net sebelum akhirnya ia mendapat kesimpulan atau memfatwakan bahwa bisnis multilevel kurang—kalau tidak—syariah.

Setelah hujan sedikit reda, akupun pulang dengan ikut nebeng motornya Kang Agus. Dia temannya teman kuliahku. Dia mengantarkanku sampai jalan Gatot Subroto, di belokan dia mau ke markas Mihdan.Co. Sudah kudengar pula bahwa katanya aku mau ditawarin jadi marketing oleh Mbak Ulfa di Mihdan Co. Wah aku bisa apa, aku tak tahu apa-apa, kata Socrates.[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori