Oleh: Kyan | 12/01/2005

Aya-Sophia Rental Komputer

Rabu, 12 Januari 2005

 Aya-Sophia Rental Komputer

**

UAS Bahasa Arab banyak yang gak kuisi. Aku tak bisa mengisinya meskipun otak sudah aku pantikan. Dan aku tak mau nyontek. Lagian kalau mau nyontek ke siapa. Dia ruang x-20 tak ada yang bisa diandalkan. Lebih baik kerja sendiri. Jadi tak perlu terkejut bila hasilnya merah.

Dikatakan kelemahan umat Islam Indonesia adalah banyak yang tidak bisa berbahasa Arab. Padahal Bahasa Arab adalah bahasa Alquran. Tapi meski bahasa Arab Alquran berbeda dari bahasa percakapan atau literatur orang Arab, dengan kemampuan bahasa Arab akan menumbuhkan jalan keakraban persaudaraan Islam.

Andaikan saja dulu ‘ekspansi’ Islam ke Nusantara lebih dalam, seperti halnya ekspansi Islam ke lembah Tigris atau Afrika Utara, maka mungkin saja bahasa percakapan penduduk Nusantara akan berbahasa Arab sampai sekarang. Sehingga aku pun akan mahir berbahasa Arab. Apalagi sekarang untuk kompetensi globalisasi minimal dua bahasa asing harus dikuasai, yakni Arab dan Inggris.

Sekarang aku belajar bahasa Arab mau otodidak aza. Tapi kapan? Kupikir ikutan kursus, suka gak efektif. Sudah mahal bayarnya, tapi tak dapat apa-apa. Beli video tutorial atau buku bahasa Arab untuk bisa belajar bahasa dan mempelajarinya benar-benar.

Pulang UAS ketemu sang adik, Eka. Tak lama Lia muncul yang baru keluar dari ruang ujian. Dia pake gaun merah dengan rona pipinya yang merah. Cuma aku tak sempat memuji keanggunannya. Adiku ini memang cantik-cantik. Ketahuilah bahwa aku sangat sayang ma kalian berdua. Jadi jangan sampai ada perhitungan dalam segala hal.

Mampir ke lapak buku di DPR—Dibawah Pohon Rindang. Pengen beli tapi setelah dipikir-pikir uangnya tak cukup. Aku pengen beli komputer satu lagi, biar bisa buka rental. Belum pengen speaker, biar bisa hiburan dan bisa belajar bahasa Inggris dan Arab dengan cd tutorial.

Akupun pengen beli baju baru, biar bisa terlihat rapi dan cakep. Akupun pengen semuanya. Tapi sebenarnya apa yang aku butuhkan? Semuanya? Sedalam-dalamnya yang kuinginkan adalah mempunyai seseorang yang menyayangiku sepenuh hati.

Tidur siang menurut buku Power Sleep, sempatkanlah tidur siang, karena banyak sekali manfaatnya. Edison saja banyak tidur siang. Makanya hari ini aku mau menyempatkan tidur siang, cukup tigapuluh menit. Tapi nyatanya aku tidur dua jam. Kelebihan memang. Gak pake jam beker sich. Tapi kupikir nikmat sekali tidur siang.

Sore hari Dian datang nanyain Reza. Biasanya anak-anak pada ke sini, tapi hari ini tak banyak orang ke sini. Lalu aku pengen membuat plang “Aya Sophia” di depan kamar kosanku, tapi bahan-bahannya masih di Garut. Ingin aku sulap kosanku jadi rental komputer dan toko buku. Nanti aku mau ke Garut buat mengambil bahan-bahannya.[]


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori