Oleh: Kyan | 18/01/2005

Paradigma Diri Sendiri dan Hari-Hari Ujian

Senin, 18 Januari 2005

 Paradigma Diri Sendiri dan Hari-Hari Ujian

***

Setelah beberapa hari berlalu, baru kali ini aku sempat menulis. Aku gak sempat menulis karena gak sempet aza. Jika mencari alibi, karena aku sedang konsentrasi ujian. Pak Hernowo bilang menulis itu harus dibiasakan supaya menjadi kebiasaan. Biasakan membaca dan menulis setiap hari.

Sesibuk apapun aktivitas yang dilakukan, sempatkan waktu untuk membaca dan menulislah dari semua waktu yang kamu miliki. Membaca dan menulis jadikan sebagai agenda penting. Mengikat makna dari aktivitas selama seharian sejak dari bangun tidur sampai mau tidur lagi. Istikomah itu susah ternyata. Iman juga kadang naik turun.

Sekarang aku menguji ingatanku tentang aktivitasku selama lima hari ke belakang. Malam minggu ini sedang acara curhat remaja di MQFM membahas 7 kebiasaan remaja yang sangat efektif tentang subbab Paradigma Diri Sendiri.

Memang benar kalau pardigma kita negatif tentang diri, maka kita akan menghambat kemajuan kita. Paradigma positif yang harus dikembangkan dalam diri kita. Contohnya katakan pada diri sendiri bahwa aku anak rajin, anak shaleh, cerdas, mampu mengatasi keadaan yang sesulit apapun. Aku akan baik-baik saja, aku disukai banyak teman, aku sangat hemat dalam penggunaan uang.

Aku cowok terpopuler di MKS, aku percaya diri, aku bakal jadi pengusaha sukses, aku calon direktur yang profesional, aku selalu bergairah dalam hidup. Aku selalu ceria, aku bukan orang yang disangkakan  orang lain, aku adalah diriku sendiri yang unik, yang berbeda dengan siapapun. Aku selalu berkecukupan dalam keuangan, aku selalu sehat wal afiyat.

Begitulah cara menjustifikasi diri sendiri, untuk memantapkan keyakinan diri melalui imajinasi. Dengan kata-kata positif diri kita akan terbaharui. Alam sadar dan bawah sadar tidak membedakan mana kenyataan mana khayalan. Semua menjelma menjadi kepribadian atas apa yang kupikirkan.

Selasa ada UAS Akuntansi. Aku belum yakin dengan jurnal penyesuaian. Kayaknya ada kesalahan. Lia mau perbaikan Akuntansi, aku mebantu dia dengan mencari no telepon dosennya. Akhirnya dapat dari Ipah Latifah.

Aku pun pulang setelah bertemua dia, dan di kosan sudah ada Sahril dan Reza mau menfotokopi tugas Makro. Aku ngetik manajemen punya Putra. Akh, aku lupa lagi. Apa lagi moment yang kuingat dalam hari-hariku.

Alhamdulillah, UAS Manajemen gak terlalu sulit. Jawabannya hasil imajinasi sendiri-sendiri. Soalnya begini apa yang kamu persiapkan ketika ingin menjadi wirausahawan dan bagaimana konsep manajemen syariah. Dan jawabanku kurang lebih begini kalau ingin menjadi wirausahawan harus dimulai dari keyakinan. Konsep manajemen syariah adalah konsep tauhid.

Setiap aku ujian, aku selalu pulang terakhir. Aku hanya ingin memanfaatkan waktu secara optimal. Cuma aku merasa kalau dalam mengisi ujian aku selalu bertele-tele. Kalimatnya acak-acakan tidak tersusun rapi. Contohnya ya nulis catatan harian ini. Gagasan kalimatnya masih acak-acakan. Harus gimana lagi, emang begini adanya. Aku harus banyak membaca dan menulis.

Pulang ujian ngobrol dulu dengan temen-temen dan janji ketemuan dengan adik manisku. Sore nanti aku mau ke kosan dia. Sampai kosan kucoba computer lagi. Alhamdulillah, komputer sudah bagus lgi. Tapi lambat. Printer gak jalan. Harus beli yang baru. uang dari mana? Nanti mau mengajukan beasiswa buat biaya hidup dan kuliah. Beli buku dan beli komputer. Jatah uang jajan dari ibu buat beli hardisk. Kayaknya nanti mau buat bayar registrasi semester genap dulu, baru beli hardisk. Aku pengen buka rental komputer.

Menjelang sore, aku tidur dulu biar fresh. Supaya pikiran kita jernih dan lebih produktif. Ke kosan Lia aku bawa pisang. Ternyata dia doyan makan pisang. Nanti akan selalu kuingat: ingat pisang, ingat Lia. Kami belajar akuntansi bereng-bareng. Menyenangkan sekali belajar bersama. Tapi kebanyakan ngobrol terus. Lebih banyaknya cerita.

Malam hari Oskar menginap di kosanku. Very, Dudi, Oskar dan aku banyak cerita, alias diskusi. Tentang fenomena kampus IAIN. Tiap malam selalu ada yang menginep. Tidur malam jam setengah dua belas.

Malam minggu nganterin buku manajemen ke kosan seorang perempuan. Mungkin sekalian malam mingguan. Sampai di kosannya, sang perempuan itu katanya lagi keluar. Di sana hanya ada teh Ulfa. Dia baru sembuh dari sakitnya yang beberapa hari kemarin masuk rumah sakit. Teh Ulfa bertanya lagi padaku.

“Bagaimana tawaran marketingnya, kapan siapnya?”

Kenapa muncul rasa keraguan. Ada ketakutan tak bisa membagi waktu. Takut kuliahku menjadi terbengkalai. Takut waktu belajarku tersita oleh pekerjaanku sebagai marketing. Lagian marketing itu harus kesana sini. Takut kecapean. Teh Ulfa saja sakit karena kecapean, itu menurutku. Kok timbul rasa pesimis. Kalau aku berpikir begitu, nantinya juga aku bakal begitu. Bagaimana aku berpikir bahwa aku mampu.

Semalam tidur jam tiga dini hari. Mengutak-atik komputer. Alhamdulillah malam ini bisa salat Tahajud, tapi salat Shubuh kesiangan. Setelah shalat Tahajud langsung tidur lagi. Tadinya mau baca buku tafsir, gak jadi. Ya Allah ampuni hamba-Mu yang shalat shubuh kesiangan.

Pagi-pagi saat aku lagi masak, ada yang datang, perempuan yang tadi malam kukunjungi bersama seorang  temannya, Siti. Mereka datang yang katanya mau mengembalikan buku dan Siti mau merental ngeprint. Sayang sekali komputernya belum bagus lagi. Itu bukan rezekiku. Akhirnya Siti ngeprintnya di orang lain aza. Tak apa lach.

Sampai siang aku masih mengutak-atik komputer. Instal Microsoft Office-nya. Kok kenapa gak bisa. Sudah kucoba tiga cd, tetap aza gak bisa. Kayaknya instal Window-nya gagal.

Habis shalat Ashar kembali ke Al-Hikam, pinjem CD. Tetap juga gak bisa. Harus sama CPU-nya dibawa lagi ke sana. Habis Isya diambil lagi. Tambah Rp. 5.000,- Pulang dari sana di kosan ada Echa, mau mengambil buku manajemen. Echa curhat katanya lagi sebel ma Dudi. Aku gak mandi sore.[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori