Oleh: Kyan | 19/01/2005

Bagaimanapun Dialah Sahabatku

Selasa, 19 Januari 2005

 Bagaimanapun Dialah Sahabatku

 **

Ternyata benar ingatan setiap orang akan menurun berbanding lurus dengan bertambahnya usia. Kalau aku berpikir aku tidak mampu maka dipastikan akan tidak mampu. Kepercayaan diri yang kuat akan mengantarkan menuju kesuksesan. Dalam hidup aku sadar aku akan menemukan orang-orang yang menghambat kita, merendahkan kita, mencaci-maki, sok tahu, sok pintar, ngebetein. Pokoknya segala yang tak mengenakan hati kita.

Contohnya siapa ya. Aku tak enak menyebutkan nama orangnya. Tapi kalau menulis catatan harian aku harus jujur semuanya. Jangan ada yang dipendam sehingga nanti karatan. Nanti kalau dia marah bagaimana ya gak apa-apa, toh itu harga sebuah kejujuran pribadi. Dengan begitu mungkin nanti dia bakal sadar dan bakal intopeksi diri.

Tapi kapan dia akan membaca catatanku ini? Tapi kalau dia sahabatku pasti suatu saat akan membaca catatanku ini. Bagaimanapun dia yang aku tak suka sedikit laku hidupnya, tapi dialah sahabatku yang apa-adanya.

Kukatakan disini dialah Dudi Herlino yang suka membikin aku bete, suka sok menasihati, dan suka memberi komentar negatif. Dia sering sok tahu tentang segala hal. Kenapa aku menganggapnya begitu, karena aku sering sebel saja padanya. Kadang-kadang aku ingin memuntahkan kemarahanku padanya.

Dia banyak ngomel tentang sesuatu yang tak perlu dibicarakan. Dia terlalu sering segala hal diomongkan sampai beberapa kali tak ada bosannya. Padahal kalau mau diomongin jika sekiranya hal tersebut penting dan harus segera diungkapkan.

Tapi dia baik secara keseluruhannya. Dia sahabatku yang paling baik, suka ngejajanin, bawa makanan ke kosanku dan pinter lagi. Aku terpaksa mengungkapkan semua ini tentang Dudi, karena barusan dia ngasih ngomentar negatif yang bikin orang ngeh. Sorry ya Dud. Ini baik buatmu.

Sahabatku yang sering nyebelin kedua kedua adalah Reza. Ini bukan Reza Rahadian. Dia suka ngasih komentar negatif, meskipun omongannya gak terlalu menyakitkan. Meskipun ngomongnya sambil bercanda. Tapi kadang-kadang bikin sebel juga akhirnya.

Aku pernah sakit hati tersinggung ma siapa lagi ya. Nanti saja dilanjutkan soal menilai orang. Tapi dalam momen penting ini aku sudah mengungkapkan sebagiannya. Pekerjaanku hari ini mengutak-atik dan mengedit tugas Makro punya Reza. Lalu aku main ke kosan Lia dari jam 4 sore sampai jam 9 malam. Disana kami mengerjakan tugas Akuntansi dia.

Tidak salah kan aku memberi perhatian terhadap setiap orang. Pulangnya langsung aku melanjutkan mengedit tugas Makro lagi. Lalu menelaah Akuntansi yang soalnya belum selesai. Akhirnya ditemukan letak kesalahannya.  Pantesan gak selesai-selesai. Aku tidur terkapar jam satu malam, lelah dengan penyelesaian pekerjaan.[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori