Oleh: Kyan | 28/01/2005

Bunga, Anak SMU 1 Tarogong

Jum’at, 28 Januari 2005

Bunga, Anak SMU 1 Tarogong

**

Selama di Garut, aku tidur larut malam terus. Biasa kalau tidak menonton TV, kebiasaanku hanya tidur, makan, dan baca buku. Bingung gak ada jam, jadi gak tahu waktu. Ada jam juga di kamar kakakku. Hidup terasa sia-sia bila setiap detik waktu berjalan tak digunakan untuk hal yang bermanfaat.

Kuamati tayangan televisi. Banyak sinetron yang mengambil setting SMU. Setiap sinetron hampir semuanya mengangkat cerita lika-liku fenomena kehidupan anak SMU. Waktu SMU akupun begitulah. Tapi tidak untuk soal pacaran. Aku gak sempat merasakan bagaimana pacaran di SMU. Jadi gak terasa juga indahnya masa-masa SMU. Kata siapa? Kataku sendiri.

Ah memang aku gak mau pacaran, karena harus banyak berkorban. Untuk diri sendiri saja belum tercukupi. Aku harus sadar bahwa akulah siswa yang paling miskin dari semua siswa SMUN 2 Cimahi. Berpacaran selain harus banyak berkorban, waktu senggangku akan terkuras habis buat hal-hal yang tidak perlu.

Begitulah pikiranku saat itu. dan sekarangpun masih berpikiran seperti itu. Tapi selalu muncul juga ingin merasakan bagaimana rasanya membina hubungan dengan lawan jenis itu seperti apa. Muncul keinginan pacaran dengan seseorang yang tentu cantik, yang sesuai dengan sekufu dengan kegantenganku. Namun yang paling penting buatku perempuan itu haruslah satu visi dan misi. Sehingga ketika melakukan “aktivitas pacaran” itu disukai oleh keduanya.

Contohnya hal-hal yang menyenangkan bagiku adalah baca buku, jalan-jalan ke toko buku, ke perpustakaan, nonton film yang mengambil atau melibatkan dunia buku. Tapi sampai saat ini aku belum menemukan cewek yang begitu ngebet banget sama buku. Di MKS belum kutemukan sosok yang di tas kuliahnya ada buku-buku bacaan, kemana-mana menenteng buku, atau membicarakan soal buku.

Tapi kupikir-pikir lagi, daripada pacaran lebih baik aku menjadi sahabat bagi setiap orang saja. Waktu yang paling menyenangkan bagiku adalah di saat-saat keheningan dalam kesendirian membaca buku dengan khusyuk, diiringi alunan musik klasik Mozart. Sehingga terasa waktu kugunakan optimal, dimana aku mendapatkan makna dari waktu yang kulalui.

Kalau di kosan aku sering merasa terganggu oleh teman-teman yang terlalu sering dating, ya itu harus dimaklumi. Bukankah aku pengen jadi sahabat bagi setiap orang. Aku harus melayani setiap orang dengan baik. Setiap ketemu dengan semua orang, pancing biar orang lain yang lebih banyak berbicara. Tapi sekali-kali aku juga mesti bicara.

Di Garut ingin aku ada teman agar kami bisa bercakap-cakap untuk menghilangkan kebosanan. Memang rencana di Garut ini aku mau menggemukan badan dan memutihkan kulit. Biasanya kalau pulang dari Garut, pernah temanku Nofal bilang padaku, “Yan kamu kelihatan gemuk, makan terus yach? Wah, pantesan gak ngapa-ngapain, keluar juga males.

Pengen sih jalan-jalan kemana gitu, tapi aku malah sakit perut. Disini aku gak punya teman. Pernah suatu ketika jalan-jalan ke kota Garut aku berkenalan dengan cewek. Namanya Bunga, anak SMU 1 Tarogong Garut. Waktu itu kami berkenalan di angkot. Dia memberiku nomor handphone.

Pernah aku sms dia, tapi dia gak balas. Aku berprasangka positif saja karena kupikir maklum anak SMU gak punya pulsa. Mungkin harus aku telpon dia. Tapi akupun jarang punya pulsa.

Ketika sekarang mau ditelpon, malah no-nya hilang. Handphone-ku kan hilang seminggu sebelum lebaran Idul Fitri. Ikhlaskan saja dan jangan diingat-ingat! Hilangnya handphone mungkin itu baik buatku. Aku gak mesti mengeluarkan uang terus buat beli pulsa. Tapi sekarang aku pengen punya handphone lagi, tapi uangnya dari mana. Aku harus kreatif supaya bisa mendapat penghasilan.

Hari Jum’at ini rencananya mau potong rambut. Habis pulang Jumatan tapi setelah dipikir-pikir mau dipanjangin saja. Bair tampil beda. Aku harus merawat rambutku biar sehat. Harus crambath, wah kayak cewek aza. Kebersihan tuch gak milik cewek doank. Tapi setiap muslim kudu hidup bersih dan berseka. Nanti pertengahan semester tiga, baru mau dipendekin. Gua kan selebritinya MKS, haha. Gua mesti pede. Tapi jangan sok tampil cool abiz.

Gua pengen pinter ngomong, gimana yach caranya. Pengen bisa bahasa gaul. Gua kudu baca buku-buku remaja. Kaifa juga banyak tuch buku pengembangan diri khusus buat remaja. Waktu di Batam banyak anak SMU pada beli buku motivasi. Gua waktu seumuran gitu, tak pernah beli buku. Karena tidak tahu pentingnya buku. Sekarang aku beli buku hanya karena naluri saja.[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori