Oleh: Kyan | 09/02/2005

Sukses Dalam Kebersamaan

Rabu, 09 Februari 2005

Sukses Dalam Kebersamaan

**

Keseee..l. komputer ngadat, ngehang. Sudah beberapa kali pengen dibanting saja tuh komputer. Dulu gara-gara memasukan program antivirus Northon 7. Sekarang dimasukin Northon 8, begitu juga. Aku melakukan kesalahan yang sama, lubang yang sama. Seharusnya harus lebih berhati-hati. Komputer butut. Pentium Satu tua bangka.

Segitu juga alhamdulillah daripada gak punya. Waktuku habis di depan layar monitor. Waktu baca buku menjadi tersita. Sudah dua hari gak menulis lagi. Rencana hari ini mau menulis terjemaahan ayat-ayat Muamalah. CD-nya dipinjem sama Tompel. Hekter juga dipinjam sama Omen. Buku dipinjam sama Ojak. Kalau piring dipinjam sama siapa yah.

Kenapa kesal selalu datang menghampiriku. Belum lagi aku bangun kesiangan. Ya Allah, kenapa aku bangun kesiangan terus. Padahal aku Saum kemarin dan tidur gak terlalu larut malam. Hari ini menunaikan salat Subuh jam 6.00 dan kemarin jam 5.30 Kemarin lebih awal sedikit. Dari hari ke hari selalu bangun kesiangan. Apalagi bagaimana bisa salat Tahajud.

Berarti aku terlalu banyak dosa. Tapi kenapa aku merasa jadi anak saleh. Padahal itu jauh dari kenyataan. Mungkin aku merasa itu hanya karena sering salat Fardu berjamaah di Masjid. Ya Allah nanti malam aku ingin salat Lail. Berikanlah aku kekuatan!

Mencari kegembiraan aku menonton saja. kutonton dua film “American Wedding” dan “300 Spartan”. Filmnya kocak dan seru. Budaya Barat memang begitu, sex melulu. Tapi aku melihat dari sisi lain tentang perjuangan Jims supaya bisa menari dalam acara pernikahannya.

Dan kesuksesan terjadi karena ada kerjasama. Omongan Jims begini: “Aku selalu berhasil dalam setiap masalah, bisa mengatasi problem karena kalian selalu ada di sampingku. Aku ucapkan terima kasih dan aku ingin membalas semua ini. Bukan cuma ucapan terima kasih saja, tapi kita akan selalu bersama, baik dalam suka ataupun duka”.

Film satu lagi menceritakan kisah peperangan Persia-Sparta. Sparta yang Yunani dan Persia adalah Iran sekarang. Yang menarik, taktik, strategi perang sangat menentukan menang kalah. Keyakinan pemimpin Sparta dalam menjaga harga diri. Ia maju terus atau mati. Tak pernah surut langkah mundur ke belakang.

Jadi ingat pasukan Tariq Ibn Ziyad sewaktu masuk ke Spanyol melalui selat Gibraltar. Beliau membakar kapal dan semuanya harta bendanya. Biar tak ada lagi kesempatan untuk mundur. Maju terus untuk mencari syahid.

Menarik perhatianku adalah sang istri pemimpin Sparta yang senantiasa memotivasi, mensupport suaminya untuk selalu berjuang dengan tiada henti.[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori