Oleh: Kyan | 17/02/2005

Mengasah Pisau Analisis Manusia

Kamis, 17 Februari 2005

Mengasah Pisau Analisis Manusia

**

Meskipun awalnya aku aku bingung antara jadi pergi ke pameran atau diam saja di kosan. Memang bila bepergian terus sangat boros ongkos. Tapi akhirnya aku pergi lagi ternyata hanya dengan membawa uang Rp.15.000,- Buat ongkos Damri saja bakal habis Rp.4.000,- Aku mau coba mengecek ATM dulu. Kalau gak ada bagaimana. Masa cuma Rp. 10.000,- saja buat membeli buku. Berarti sisa uang cuma 1.000 pas buat apa. Buat beli sayur saja harus Rp.2.000,- untuk hari ini.

Islam juga mengajarkan untuk merencanakan esok hari. Besok bagaimana atau bagaimana besok. Tapi kesempatan diskon buku satu hari lagi. Kalau menelpon dari hari kemarin mungkin ibuku sudah mengirim sekarang.

Bagusnya sih aku punya penghasilan sendiri. Dari menulis kek aku punya penghasilan. Menulis artikel, cerpen, esai atau apalah yang bisa jadi uang. Bahan-bahannya sudah ada. Keterampilan menulis harus banyak latihan, gak langsung mahir. Diperlukan waktu yang lama untuk terus berlatih. Berlatih dan berlatih terus.

Ya dimulai dengan konsisten menulis setiap hari, menulis apa saja yang menarik minatku sendiri. Tapi kosakata bahasaku serasa kurang. Makanya diperlukan banyak membaca buku-buku cerita. Bagusnya cerita yang mendidik.

Alquran juga sebagain besar isinya berupa kisah atau cerita. Dari cerita kita bisa mengambil hikmah. Kata filosof, orang yang tidak bisa mengambil pelajaran dari perjalanan seribu tahun adalah orang yang tidak bisa menggunakan akalnya. Akalnya tidak digunakan.

Kata Gandhi aku tidak menemukan pemikiran-pemikiran baru, tapi pemikiran-pemikiran itu sudah ditemukan oleh orang-orang terdahulu. Kita tinggal menggali saja khazanah keilmuan masa lampau.

Akupun ingin melanjutkan tradisi keilmuan masa keemasan Islam. Aku harus banyak mengkaji pemikiran-pemikiran al-Kindi, ar-Razi, al-Farabi, Muh.Abduh, al-Suhrawandi, Mulla Shadra, at-Thabari, Husein Nasr, Murtadha Mutahhari, Syari’ati, Muhammad Iqbal, siapa lagi ya.

Hari ini seharian aku di kosan. Aku membaca buku kumpulan cerpen, buku Jejak Ekonomi Syariah dan barusan kubaca Konspirasi Armageddon. Memaca cerpen ternyata mengasyikan. Karena setiap bab ceritanya berlainan. Karena aku cepat bosenan, maka buku yang enak dibaca adalah kumpulan cerpen atau kumpulan esei.

Dari buku Jejak Ekonomi Syariah aku mendapatkan info yang katanya Ekonomi syariah telah terbukti menjadi solusi alternatif, bukan sekedar musiman. Perkembangan Dinar Dirham semakin cepat. Pasar modal syariah semakin cepat perkembangannya terutama di Malaysia. Ekonomi Syariah di Bahrain banyak melakukan terobosan-terobosan baru. Apalagi yang kudapat dari baca buku tadi.

Dalam buku Konspirasi Armagedon aku jadi semakin bingung dengan posisi Usamah bin Laden. Siapakah dia. Pahalawan Islam-kah atau antek-antek Amerika. Aku serahkan saja pada Allah yang penting aku terus berjuang demi Islam.

Aku tidak punya uang banyak, bukan tidak punya uang. Uangku hari ini Rp.2.700,- lagi mau dibelikan beras takut gak cukup. Akhirnya cukup buat buka shaum aku membeli roti kipas seharga Rp.500,- Maka setelah kutunaikan salat Maghrib makan roti saja. Ternyata tidak membuatku kenyang hanya satu roti. Aku membeli lagi roti dua biji Rp.1.000,- dimakan satu dan satu lagi buat besok.

Jam sepuluh malam aku sudah lapar lagi. Dan terpaksa dimakan roti yang buat besok itu. Dan alhamdulillah Robbi datang. Mudah-mudahan dia mau meminjamkan aku uang. Sekarang juga lagi menulis ini perutku nyut-nyutan, murel-murel.

Ini konsekuwensi yang harus diterima dan disadari. Karena uangnya dibelikan buat ngeborong buku di pameran kemarin. Tapi aku ingin mendpatkan ilmu, supaya pisau analisisku diasah dengan batu prasasti. Pisau diasah dengan batu sedangkan manusia diasah dengan manusia lain.

Aku harus memperbanyak berinteraksi dengan orang lain. Membaca pengalaman orang lain. Pokoknya aku harus lebih banyak membaca mumpung kuliah semester dua belum dimulai. Sudah lama pula aku gak melanjutkan baca tafsir. Belum membeli lagi, karena tak punya uang.[]

**


Responses

  1. Sama brooo…..,


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori