Oleh: Kyan | 24/02/2005

Minat Baca Orang Indonesia

Kamis, 24 Februari 2005

Minat Baca Orang Indonesia

**

Sadarkah kita orang Indonesia yang menurut penelitian bahwa Indonesia menempati urutan ke 39 dari 41 negara yang dijadikan objek penelitian dalam minat baca masyarakatnya. Bangsa Indonesia tertinggal jauh dari negara-negara ASEAN. Apakah bangsa ini orang-orangnya memang pada sibuk sehingga gak ada waktu lagi buat membaca. Atau enggan membaca karena malas saja.

Wahai sahabatku dengarlah, bahwa gemar membaca insya-Allah akan banyak hal yang bakal didapat. Wawasan kita luas, gak kuper, dan daya imajinasi kita terasah. Bukankah Enstein pernah bilang bahwa ilmu pengetahuan tidaklah penting dibandingkan daya imajinasi. Jadi kemampuan imajinasi kita akan lebih baik dengan membaca buku. Daya imajinasi sangat diperlukan dalam kehidupan kita. Karena menonton televisi hanya mengkerdilkan imajinasi.

Dalam bahasa sendiri imajinasi sama dengan impian. Semakin kuat daya imajinasi kita, semakin kuat dan pentingnya kita punya impian. Ya, kita harus punya impian. Jangan pernah berhenti bermimpi. Bermimpi terus walaupun hal yang kita impikan secara akal sepertinya tidak mungkin terwujudkan. Tapi setidaknya ada tanggung jawab yang ingin diembannya.

Dulu juga telephon genggam (handphone) adalah khayalan dalam film-film. Akhirnya terbukti sekarang telah ada telephon di tangan secara nyata, bukan khayalan lagi. Semua khayalan pada akhirnya berbuah kernyataan. Masihkah tidak percaya dan menanggapnya mustahil atas ketidakmungkinan?

Kembali ke pembahasan awal. Sebenarnya daya minat baca bangsa Indonesia gak parah-parah amat. Cuma masalahnya sarana dan prasarana gak memadai. Kalau gak mau dibilang ada, tengok saja perpustakaan. Kelihatan perpustakaan kampus dan sekolah ruangannya kumuh, buku-bukunya kumal lama sehingga memandangnya saja bisa dibilang menyebalkan. Bahkan ada yang bilang itu bukan perpustakaan tapi museum. Yang namanya museum hanya adalah tempat barang-barang kuno untuk dilihat. Inilah peninggalan masa lampau. Tapi medingan sich. Bagusnya untuk memupuk minat baca, bukunya harus diperbaharui dengan cetakan baru.

Hari ini aku senang sekali. Ketika main ke kampus ke ruang jurusan di Fakultas bahwa aku medapat IP paling gede di kelas C. Tapi itu IP-nya masih sementara. Iya sich mata kuliah Fiqih Muamalah nilainya belum keluar, entah tak tahu kenapa. Alhamdulillah, IP-ku paling gede di kelas C, kedua sejurusan MKS. Syukur pada Allah. Ternyata perjuanganku gak sia-sia.

Memang hasil adalah cerminan dari proses. Proses optimal, maka hasilnya pun optimal. Tapi perasaan tadi mungkin terlalu menyombongkan diri. Seharusnya aku tawadhu. Tapi wajarlah sebagai ungkapan kebahagiaan, membagi pada orang lain, asal jangan sampai menyakiti orang lain.

Sekarang aku semakin yakin untuk memperjuangkan menghilangkan budaya nyontek. Aku bisa mendapatkan nilai yang terbaik dengan tidak nyontek. Kita mampu dengan tidak menyontek. Cuma masalah kepercayaan diri saja.

Sebelumnya pagi-pagi Dudi datang dan bilang IP-ku paling tinggi. Aku gak percaya. Ternyata benar. Tadinya mau mencuci karena gak ada air, lalu mendengar Dudi bilang begitu akupun penasaran. KWH-nya masih belum dihidupkan lagi oleh PLN karena belum bayar. Nanti saja mencucinya.

Sambil mengantar Robbi melihat nilai, di ruang jurusan ada Aceng yang sedang meminta transkip nilai. Ia bilang mau mengajukan beasiswa. Aku dikasih formulirnya. Aku mau mencobanya. Tapi paling telat hari Senin katanya. KRS juga sama hari Senin. Persyaratannya harus segera diselesaikan. Yang susah itu minta tanda tangan.

Nanti ke mahasiswa senior mau tanya pak Ayi Sofyan dan pak Zulkarnaen setiap kapan ada di kampus. Aku hendak pulang dulu ke Garut memberikan handphone titipan. Sabtu pagi maunya aku balik lagi. Mendingan di Bandung saja, biar jerawatku gak nambah. Pedeku hilang gara-gara jerawat. Berarti pedeku tertanam bukan dalam inner, tapi di outer.

Dua-duanya penting, saling menunjang. Aku mau mengajukan beasiswa ke Ahad-Net juga. Siapa tahu diterima. Aku  kan sudah berkorban buat Ahad-Net. Tapi jangan mengharap balas dari Ahad-Net, itu terlalu kecil. Tapi dari Allah saja yang gak pernah mengecewakan hamba-hamba-Nya.[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori