Oleh: Kyan | 28/02/2005

Antara Al-Ghazali dan Kant

Immanuel KantAl-Ghazali..

Membaca buku Filsafat Islam, “Antara Al-Ghazali dan Kant, yang saya dapat bahwa katanya keduanya meyakini etika lebih penting tinimbang metafisika dan fisika. Soalnya etika adalah sebagai motor penggerak manusia dalam bertindak. Persamaan etika Al-Ghazali dengan Kant, mereka sama-sama menolak metafisika spekulatif dogmatis. Al-Ghazali menentang teori emanasi Al-Farabi dan Ibnu Sina, juga Ibn Miskawaih, sedangkan Kant menentang teori yang diusung Spinoza.

Perbedaan Al-Ghazali dengan Kant adalah perbedaan metodologi. Jika metodologi berbeda, berarti cara pendekatannya pula berbeda. Cara pendekatan berbeda, berarti cara berpikirnya pula berbeda. Cara berpikir berbeda, maka implikasinya pula berbeda-beda dalam kehidupan, dan pengaruhnya akan berlain-lainan.

Penulis buku ini, Prof. Amin Abdullah mengkritisi teori Al-Ghazali, yaitu etika religius kewahyuan, yang seakan Al-Ghazali menentang teori kausalitas (sebab-akibat). Karena menurut Al-Ghazali, atau pembacaan saya dari penjelasan penulis, bahwa Al-Ghazali memercayai segala yang terjadi adalah kehendak Tuhan dan tidak ada sesuatu pun yang memaksa tindakan Tuhan. Karena itu melanggar kedaulatan Tuhan.

Prof. Amin Abdullah menganggap Al-Ghazali bahwa teorinya tidak memberi kesempatan kepada akal untuk mencapai keniscayaan. Kesimpulan dari Al-Ghazali bahwa kemampuan rasio tidak akan sampai memahami kehendak Tuhan. Hanya wahyulah yang bisa memahami kehendak Tuhan.

Menurut saya benar juga, tapi kenapa Al-Ghazali tidak pernah menyinggung masalah penggunaan akal aktif dalam memahami kehendak Tuhan. Jika sesuatu atas kehendak Tuhan dan tak bisa memberi kesempatan pada akal, lalu buat apa Tuhan memberi kita akal yang menjadi perbedaan antara manusia dan hewan.

Seharusnya akal digunakan untuk bisa sampai memahami kehendak Tuhan. Tanpa harus mengorbankan fungsi kewahyuan. Sementara inilah yang diusung oleh Kant yang pemikirannya terpengaruh Copernicus bahwa ada kemungkinan rasio untuk sampai pada Tuhan. Tapi katanya Kant itu seorang Atheis. Tapi ia dianggap sebagai seorang pembaharu Protestan.

Tapi pernah kubaca pula ada fisikawan Barat yang menganggap bahwa Al-Ghazali lah sebenarnya yang mengemukakan teori kausalitas (sebab-akibat). Ilmuwan Barat memperoleh pemahaman kausalitas berasal dari rincian teori Al-Ghazali, yang puncaknya adalah temuan Issac Newton, yang kita mengenalnya Hukum Newton satu, dua dan tiga yang merumuskan secara teknis hukum sebab-akibat.

Saya baca karangan Murtadha Mutahhari yang mengutip kata-kata Al-Ghazali, bahwa dalam menemukan kebenaran sejati bermula dari keraguan. Maka untuk membangun pemikiran kaum muda, kita sebagai generasi muda harus kritis terhadap apa yang diwariskan dari nenek moyang, berupa apapun baik tradisi pra maupun pasca-Islam. Kita tidak boleh taklid buta, tapi pertebal keimanan, dan pelajari Alquran. Jangan sampai umat jauh dari ajaran Alquran.

Sebagaimana kata Jamaludin al-Afghani, umat Islam lemah karena kebenaran Islam telah dibusukkan oleh kesalahan yang turun-temurun. Mungkin sebuah pertanyaan muncul: mengapa peradaban Islam menjadi lemah dibandingkan Barat padahal mereka percaya akan ajaran universal Islam. Apakah Islam benar-benar universal? Bukankah Barat lebih universal karena ia telah menjadi peradaban paling kuat dalam sejarah kemanusiaan?

Dikatakan Kristen berkembang pesat karena gereja berkembang di dalam tembok Imperium Romawi dan bekerja sama dengan penyembah berhala. Kristen kuat karena mereka tidak sungguh-sungguh Kristen, tetapi Islam lemah karena mereka tidak sungguh-sungguh Islam.

Mungkin disini kita menemukan titik singgung antara Al-Ghazali dan Kant, menengok kembali apa yang disusun Al-Ghazali guna membangun basis etika bagi muslim, sebagaimana mulanya etika Protestan yang membawa “kemajuan” Barat. Di tengah masifnya pendakuan yang paling benar, dan ada yang serba merelatifkan kebenaran, kita dapat mengambil cara berpikir (worldview) yang menyeimbangkan antara etika wahyu-nya Al-Ghazali dan etika rasional-nya Kant.[]

 


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori