Oleh: Kyan | 01/03/2005

PDB, BARU, dan FAITH

Selasa, 01 Maret 2005

PDB, BARU, dan FAITH

**

Sewaktu bincang seputar Ekonomi Syariah di MKS, terutama dengan Uly Ajnihatin, kok kenapa aku harus menyela dan membantah seolah-olah tak setuju dengan pendapatnya. Seharusnya setuju saja dengan usulannya. Tapi boleh saja tidak setuju, namun ketika mengungkapkan pendapat sendiri harus dengan bilang: menurut pendapatku bla bla… Yang penting jangan sampai menyakiti dan menyinggung perasaan orang lain. Kalau aku ingin diperlakukan dengan baik oleh orang lain, maka perlakukanlah orang lian sebagaimana kamu ingin diperlakukan.

Teknik penciptaan Brand Merk itulah yang penting menurut Maestro Marketing Indonesia, Hermawan Kertajaya. Ada segitiga PDB: Positioning, Differentation dan Brand. Cara pemasaran diri kita pun pertama harus dapat memposisikan diri kita di masyarakat. Terletak di mana posisiku. Kelompok ilmuwankah, politikkah, atau ekonomikah. Setelah menemukan posisiku, maka aku akan terlihat keunikannya.

Maka carilah keunikan yang ada pada diri sebagai sang diri dengan orang lain. Kalau sudah ditemukan keunikannya di masyarakat, maka secara otomatis akan tercipta Brand. Contoh pak Adiwarman Karim punya kredibilitas tentang ekonomi syariah. Maka brand pak Adiwarman adalah pakar ekonomi syariah.

Sementara teori yang diajukan pak Hernowo adalah BARU. Bayangkan, Alirkan, Rumuskan, dan Ujudkan. [B]ayangkan diri kita ingin jadi apa nanti, apa impian saudara. Lalu [A]lirkan melalui sebuah tulisan. Kalau menulis otomatis segala yang kita bayangkan harus terwakili dengan kata-kata yang kita curahkan.

Dan ini pasti kata-kata yang tercurah akan mewakili pengalaman-pengalaman yang kita anggap penting dan menarik bagi diri kita. Intinya pasti ada seleksi pengalaman dalam me[R]umuskan impian dan harapan. Terakhir w[U]judkan impian itu ke dalam langkah-langkah kecil yang kita anggap mudah untuk mengaplikasikannya.

Perjalanan seribu langkah diawali satu langkah. Untuk menggapai impian, impian tersebut jalannya pecahkan atau uraikan ke dalam tahapan-tahapan kecil. Dan terpenting lakukan tahapan-tahapan itu.

Katanya selama ini ilmu yang kita pelajari dari SD sampai dengan PT membuat kita terasing dari diri kita yang sebenarnya. Seharusnya ilmu yang kita pelajari dapat menjadi cahaya bagi diri kita, bukan untuk menjauhkan siapa diri kita. Barangsiapa mengenal dirinya mengenal Tuhannya.

Buku William smIth, “Perjumpaan Dengan Agama” dikritik di Majalah Islamia. Alasannya kalau gak salah bahwa seolah-olah Smith ingin melepaskan kesakralan, penghilangan unsur-unsur religiuitas kehidupan. Isu yang diusung Smith adalah supaya ada metode alternatif yang akan mengarah ke dialog antar agama dan budaya. Supaya terjadi perdamaian di bumi ini.

Karena selama ini ilmuwan hanya bergelut di seputar simbol-simbol kesakralan. Bukan pada maksud atau tujuan agama itu diturunkan. Terlepas dari sejarah agama tersebut, beliau lebih memilih istilah ‘iman/faith’ bukan ‘agama’ untuk penamaan keyakinan seseorang.

Menurutku kalau itu yang membedakan, iman atau kafir bagus juga. Jadi cuma dua pilihan. Hanya menurut dia bahwa iman tersebut adalah iman yang bisa diaplikasikan dalam berbagai agama. Esensi semua agama adalah benar terlepas dari sejarah dan pandangan-pandangan keliru.

Tapi menurutku yang membedakan iman-kafir adalah tentang kerasulan Nabi Muhammad. Percaya kepada beliau, berarti iman. Sementara kerasulan Muhammad tidak diragukan lagi. Kalau tidak percaya berarti kafir. Kalau beriman kepada Muhammad berarti harus masuk Islam.

Menurut dia juga, Islam itu bukan sekedar kehidupan muslim, tapi lebih dari itu. Islam adalah sesuatu pola pikir/paradigma yang menyeluruh yang akan membawa keselamatan. Sudah ah, pokoknya tiap bulan aku harus fotocopy artikel ekonomi syariah.[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori