Oleh: Kyan | 21/03/2005

Infrastruktur Peradaban Islam

Senin, 21 Maret 2005

Infrastruktur Peradaban Islam

**

Aku merasa terasing dalam kehidupan. Hari-hariku kini penuh dengan kesedihan. Akankah datang kebahagiaan hakiki. Aku mau mengisi waktu belajar mengarang cerpen atau novel. Aku harus banyak baca buku fiksi. Tapi waktuku terasa gak cukup. Hasan al-Banna berkata: kewajibanmu lebih banyak daripada waktumu. Memang benar saking banyaknya kewajiban, jadi ketika ada waktu luang aku bingung mana yang mesti didahulukan.

Disinilah perlunya prioritas dan jadwal mesti ditulis. Tapi kenapa gak cukup waktu. Padahal merencanakan aktivitas itu lebih penting. Ini termasuk manajemen waktu. Sekarang harus ada kertas berisi jadwal aktivitas harian. Aku harus meluangkan waktu sebentar membuat prioritas pekanan.

Sejak Subuh aku mengetik kumpulan ayat-ayat Muamalah. Lalu pergi ke kampus ada kuliah SIM. Sebentar ke perpustakaan, lalu ke kosan teman untuk mengecek komputer.

Pelajaran pertama kuliah SIM, pokok bahasannya adalah gambaran umum SIM. SIM adalah mengolah data dan pasti berhubungan dengan komputer. Gambaran umum SIM digambarkan dalam bentuk piramid. Pertama adalah pengolahan transaksi seperti pencatatan oleh petugas administrasi. Kemudian informasi manajemen perencanaan, lalu informasi manajemen perencanaan taktis, dan terakhir informasi manajemen percencanaan strategis.

Perencanaan operasi menyangkut siapa yang mengerjakan dan bagaimana mengerjakan. Percencanaan taktis adalah produk yang dihasilan akan ditempatkan kemana. Perencanaan dan pengambilan keputusan, staf ahli sebagai bahasa evaluasi dan terakhir manajemen dalam bentuk laporan khsusus.

Pusing aku dengan SIM. Aku pulang saja hendak menonton acara Metro Kampus di Metro-Tv. Begitu sampai di kosan, sudah ada Dian Hadianto yang sudah menunggu dari jam satu katanya. Dia cukup bersabar, tapi aku suka gak sabaran. Setiap ada keinginan aku seperti harus selalu dilaksanakan. Padahal tidak setiap keinginan pasti terkabulkan.

Tapi keyakinan harus dibangun. Aku hanya sedih jerawatku bikin sakit. Kenapa jerawat pada tumbuh di wajahku. Mungkin karena aku setress. Gara-gara keinginanku belum terkabulkan. Belum lagi ada tugas MSDM belum selesai. Apakah bakalan selesai hari Kamis? Belum masalah HMP MKS.

Begitu banyak permasalahan yang harus kuselesaikan. Dari komputer ngadat sampai ke masalah perempuan. Aku ingin punya teman yang peduli dengan keadaanku. Masalah harus diselesaikan satu persatu. Namanya juga hidup pasti penuh dengan masalah.

Sekarang aku sudah ngantuk. Ingin tidur saja. Memikirkan tugas yang makin numpuk akan terus menguras pikiran. Lebih baik aku istirahat dulu. Tapi aku harus menuliskan agenda untuk hari esok. Di suatu saat aku ingin tidak melakukan apapun. Ingin sejenak menghindari ketegangan dan waswas. Mengingat Allah pasti hati menjadi tenang.

Bukannya tak mau berorganisasi. Sangat penting melatih keorganisasian. Tapi masalah sendiri saja belum terselesaikan. Tugas satu mata kuliah terasa sibuk banget. Apalagi nanti kalau menjelang UTS dan UAS. Biasanya tiap mata kuliah pasti harus membuat makalah. Sepertinya waktuku tersita dengan mengerjakan tugas. Waktu buat organisasi kapan?

Dulu sih kala SMA gak aktif di OSIS. Meski ketika SMP jadi Ketua OSIS. Sekarang kami sebagai angkatan pertama harus mendirikan HMP MKS. Gak tahu harus dimulai dari mana. Katanya buat kongres saja untuk menyusun siapa-siapa yang duduk di tim formatur.

Katanya kalau menulis catatan harian jangan pakai bahasa baku. Yang penting perasaan hati bisa terwakilkan dalam untaian kalimat. Aku begitu bodoh gak tahu apa-apa. Hidup gak terasa tenang. Utamanya jerawatku bikin rasa percaya diriku pudar. Kok, gara-gara jerawat saja masalah jadi runyam. Lalu gara-gara kekurangan uang, gak bisa berpikir secara mendalam.

Katanya justru harus bersyukur kalau dikasih kesulitan. Karena dengan begitu akan ingat Allah. Fitrahnya manusia akan berserah diri pada Allah. Keimanan harus dipupuk dengan beribadah pada Allah.

Tadi yang aku dapat dari perpustakaan, dari koran Republika aku baca tentang Collateral yang penulisnya dari BRI Syariah. Sepekan ini sedang ada pertemuan cendekiawan Islam di Qatar. Utusan RI adalah Din Syamsudin. Usulan beliau perlu dibangun infrastruktur peradaban. Contohnya media yang profesional. Di Indonesia saja  mayoritas muslim gak ada TV Islami. Yang ada TV kemaksiatan.

Perlu ada Al-Jazeera. Al-Jazeera dalam bahasa Inggris. Maka mempelajari bahasa Inggris sama dengan jihad. Soalnya untuk kepentingan Islam. Aku gak bisa berbahasa Inggris. Padahal bahasa adalah alat untuk mendapatkan ilmu. Dengan modal bahasa Inggris aku bisa menempuh titik terjauh Islam di Eropa.

Padahal aku berencana ingin ke Eropa untuk belajar Ekonomi Islam secara mendalam. Aku bodoh sekali gak bisa bahasa Inggris. Dengan ketakmampuan berbahasa jadi pesimis bisa ke Amerika. Tapi aku harus optimis aku bisa berbahasa Inggris. Tak ada kata terlambat. Kecuali lagunya Poppy Mercury, Terlambat Sudah. Aku harus bekerja keras, cerdas, dan ikhlas.

Selesai kuliah aku bingung ya sudah baca-baca majalah. Ada majalah Tarbawi, ada artikel menarik tentang pembahasan perluasan wilayah dakwah Khilafah Turki Utsmaniyah. Katanya titik terjauh ekspansi adalah Tembok Wina, Austria. Kalau tembok Wina bisa ditembus sejarah akan lain. Wina adalah kota tengah benua Eropa. Waktu itu sedang terjadi peperangan antara Kristen dan Islam.

Pahlwan Islam seperti Salahuddin al-Ayyubi adalah panglima perang yang mampu membuat tunduk raja Roderic. Hingga dibuatlah perjanjian. Kapan lagi akan muncul orang Islam sekaliber Salahuddin. Kapan lagi muncul Salahuddin-Salahuddin yang baru. Memang seperti apa sih kehidupan masa kecil beliau. Aku harus banyak mengkaji biografi pahlawan-pahlawan Islam. Aku ingin seperti mereka. Mampukah aku?

Setidaknya nanti anakku harus menjadi pahlawan Islam, anak yang akan membawa kejayaan Islam. Ingin punya anak yang diharapkan seperti itu. Sebelum ke arah itu bapaknya dulu harus saleh dan mampu menjadi teladan bagi anaknya. Sehingga anak berkata, aku bangga punya bapak seperti diriku.

Untuk mencapai ke arah itu aku harus lebih giat mempelajari Islam dan bagaimana mendidik anak yang saleh. Harapan dan anganku begitu besar. Ya Allah mudahkanlah untuk mencapai semua harapan dan anganku itu.[]


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori