Oleh: Kyan | 25/03/2005

Suara Alam Kauniyah

Jum’at, 25 Maret 2005

Suara Alam Kauniyah

**

Karena ada tugas MSDM, kegiatan membaca dan menulisku terlupakan. Aku harus membayarnya. Karena itu adalah hutang. Apa yang kulakukan waktu hari Kamis. Kuliah yang masuk cuma satu, yaitu Manajemen Keuangan. Kuliahnya gak menarik. Aku harus membaca lagi teks booknya. Aku harus rajin belajar. Kalau ada waktu luang akan kugunakan buat membaca dan menulis. Sekarang aku harus mandi.

Belajar adalah kegiatan mendengarkan, melihat atau membaca, dan bergerak dengan menuliskannya tentang idea-idea orang, yang mengarah menuju kemajuan bangsa. Aku harus menulis lagi. Membaca baru sebatas membaca ide-ide orang lain. Jika aku menulis, terus tulisannya dipublikasikan ke khalayak umum, dibaca oleh massa, maka ide-ide kita akan sampai di masyarakat.

Hari Jumat kemarin libur. Kugunakan waktu mengeprint ayat-ayat Muamalah buat sahabat terkasihku Uly Ajnihatin. Inginnya diperbanyak dan dijual ke teman-teman jurusan Muamalah dan MKS. Meski harus mengeprint lagi tidaklah apa demi seorang sahabat.

Apakah aku suka padanya? Dia memang cantik dan putih. Perasaanku gak bisa dibohongi. Aku tahu segala kekurangan-kekurangannya dan tentu kelebihan-kelebihannya sungguh sangat menarik hatiku. Siapkah aku menerima kekurangan-kekurangannya? Sebenarnya dia suka gak sih padaku?

Untuk menjaga kehormatanku dan harga diriku, lebih baik aku tak memilih siapa-siapa. Aku ingin menjaga kesucian, jadi aku tak ingin pacaran. Tapi aku ingin ada seseorang yang peduli pada keadaanku. Aku butuh perempuan yang mau mendengarkan segala perasaanku. Dan aku rasa kedua perempuan itu begitu perhatian padaku. Aku pun harus memberi perhatian pada mereka.

Walah-walah, Jumat pagi rambut panjangku dipotong. Rambut kesayanganku terpaksa harus dipotong. Padahal untuk bisa panjang lagi butuh waktu 3-6 bulan. Makanya empat bulan kemudian aku tak bakalan cukur rambut lagi. Tadinya rambutku mau kupotong semester tiga, tapi malah sekarang jadinya.

Terima kasih ya Allah, jerawatku agak mendingan. Aku ingin mencoba facial wash yang katanya bisa menghilangkan jerawat. Memerlukan duit Rp. 20.000,- sungguh mahal bagiku. Dengan uang segitu bisa cukup makan beberapa hari.

Tapi aku ingin nyoba sekali-kali buat merawat wajahku. Bukankah Islam menganjurkan kebersihan dan kesehatan. Itu dasar hukumnya. Jadi menurutku merawat wajah bukan saja milik perempuan. Laki-laki juga mesti menjaga kebersihan.

Nanti kalau kupunya uang mau mencoba sekali saja facial di salon. Sekali seumur hidup minimal. Biar aku lebih percaya diri. Meski sekarang pun aku sudah pede. Percaya diri memang harus bersumber dari inner beauty. Dari dalam.

Enak banget dapat kudenger musik Kitaro dan Mozart. Lebih enak mana sama bacaan al-Quran? Kalau al-Quran syair tertinggi dunia dan kalau musik dasarnya dari suara-suara alam. Suara di alam pegunungan, di lembah-lembah yang penuh kesejukan, suara gemericik air, suara burung-burung yang berterbangan, lalu suara-suara itu dikembangkan sampai mencapai kemajuan.

Menurutku sah-sah saja mendengarnya. Justru darinya kita bisa membaca ayat-ayat kauniyah. Semuanya terjadi atas izin Allah. Janganlah mengharamkan apa yang telah Allah halalkan! Halal itu jelas dan haram juga jelas. Bagiku yang haram itu yang berlebihan, yang tidak seimbang, yang katanya seperti orang Yahudi dan Nasrani lakukan.

Setelah tambutku dipotong, bukannya tidak akan seperti cewek lagi. Malah ada yang bilang kayak cewe potongannya. Ganteng sih. Temen-temen cewek pada memuji sedangkan cowok pada menghina rambut baruku. Begini begitu semuanya dihina. Dasar manusia pintar berkomentar.

Rasuullah saja sang manusia agung ada yang menghina. Sedangkan aku dan teman-teman pastinya pantas dihina. Memang makhluk hinadina. Jangan sampai aku menghina orang lain. Tapi kalau kemungkaran jangan didiamkan saja. Ubahlah dengan tangan, ucapan, dan terakhir dengan hati. Tapi itulah selemah-lemahnya iman.

Barusan kulihat Deni sang pencuri hapeku. Melihat fisiknya aku merasa kasihan. Tapi kalau ingat perilakunya sungguh menyebalkan. Hapeku kemungkinan besar dia yang mengambil. Aku berkata begini karena banyak bukti kuat. Sudah ikhlaskah aku dengan kehilangan?[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori