Oleh: Kyan | 28/03/2005

Dalam Naungan Alquran

Senin, 28 Maret 2005

Dalam Naungan Alquran

**

Hari Minggu aku coba lagi merekam musik dari kaset ke komputer. Setelah dicoba-coba teryata bisa. Makanya aku jangan menyerah kalau sedang menghadapi kesulitan. Kesulitan diapit oleh dua kemudahan. Sekarang aku sedang merekam musik Kitaro.

Mumpung sekarang ada tape yang kupinjam dari Deri, koleksi kasetku kuputar dan sebagian kurekam jadi mp3. Sudah lama gak kudengar nasyid dari kaset-kaset koleksiku. Karena untuk merawat kaset harus diputar. Makanya harus buat iklan biar buku, kaset, vcd banyak dipinjam. Gratisan saja jangan bayar.

Tadi pagi sewaktu mengembalikan tape punya Deri, kosan kamarnya terlihat rapi. Mungkin karena Oskar, teman sekamarnya. Banyak rencana-rencana hidup yang ditulis dan di tempel. Oskar memang pintar dan ganteng. Dia kalau baca buku langsung diaplikasikan.

Aku sudah tahu semuanya. Aku juga sudah melakukan cuma belum optimal. Hidup gak boleh monoton. Kompilasi atau kolaborsi sesuatu yang mesti dilakukan. Lakukan hal-hal baru, kebiasaan-kebiasaan baru untuk memunculkan ide-ide brilian.

Kalau punya tape kayaknya enak. Aku bisa dengan radio MQFM. Kapan aku bisa membeli tape. Temenku bilang kalau pengen sesuatu mesti mengumpulkan uang. Itu bisa terbeli tape gade adalah hasil mengumpulkan uang setiap bulan Rp. 50.000,-

Aku juga mau melakukan hal yang sama. Tapi selalu gak cukup bekalku. Bagaimana bisa menabung kalau buat bekal saja tak cukup. Sekarang harus dikurangi lagi pengeluaran. Membeli buku harus dikurangi. Ini sudah dikurangi.

Bulan ini saja cuma beli Tafsir Fi Zhilal. Bagaimana buku-buku yang sudah ada supaya laku dipinjam. Aku harus buat iklan. Sejak dulu mau bikin brosur gak jadi-jadi. Jangan menunggu sempurna. Lakukan secepatnya karena kesempurnaan pekerjaan berawal dari dimulainya pekerjaan dan dilakukan terus menerus. Latihan terus supaya terbiasa. Bila sudah terbiasa jadi telaten akhirnya. Terlatih dan sempurnalah jadinya.

Hari ini alhamdulillah syarat pengajuan beasiswa sudah beres dan langsung dikirim lewat kantor pos kampus. Ongkos kirim menghabiskan dana Rp. 18.000,- Lalu setelah Ashar aku service kacamata ke BHO optikal. Hanya mengganti cantolan hidungnya tarifnya Rp. 10.000,- Sebentar lagi mau beli rencang nasi Rp. 3.000,- Jadi dalam satu hari aku mengeluarkan uang Rp. 31.000,-

Allah akan mencukupkan rezeki bagi hamba-Nya. Reza sering bilang ke temen-temen bahwa aku selalu boke. Anak miskin. Kenapa aku harus benci dengan perkataannya. Toh itu sebagai kebenaran yang harus diterima meski memang pahit.

Memang benar aku orang miskin. Keluargaku berantakan. Rasanya aku tak punya keluarga. Jauh dari siapa-siapa. Kadang aku merasa kesepian. Kenapa harus keluargaku yang berantakan. Sementara orang lain adem ayem. Mungkin itu menurutku.

Cara menyelesaikan masalah pertama definisikan dulu masalah dan harapan dari masalahnya. Contohnya rumah selalu kebanjiran dan harapannya tidak ingin kebanjiran lagi. Kemudian ikuti dengan enam langkah, yaitu radionya mati. MQFM kok sering gangguan.

Setiap orang pasti punya masalah yang berbeda-beda. Aku yakin pada Allah dibalik semua itu. Bahwa dibalik segala sesuatu yang menimpaku pasti ada hikmah. Allah memberi ujian pasti sesuai dengan kesanggupan hamba-Nya. Aku yakin akan siap menghadapi semua masalah apapun.

Lagi pula aku bukan anak kecil lagi. Akan aku songsong masa depanku. Aku ingin jadi pribadi sukses. Setidaknya tidak memberatkan orang lain. Pantang aku jadi beban lagi bagi orang-orang di sekitarku. Semuanya jadi pelajaran.

Usiaku sekarang 21 tahun. Ketika usiaku menginjak 25 tahun aku harus siap-siap menikah. Aku yakin pasti sudah ada calon pendampingku. Allah telah mempersiapkannya dan penting sekarang aku harus mempersiapkan penyambutannya dalm waktu empat tahun. Itu waktu yang sangat sebentar.

Mulai dari mana aku mempersiapkannya. Wahyu pertama adalah membaca. Ini juga mulai membaca buku tentang menjadi suami yang baik, ayah yang baik. Lalu aku mencari penghasilan tetap dan pasif income. Aku harus senantiasa belajar untuk menjadi pemimpin keluarga yang bertanggung jawab. Jangan seperti ayahku.

Aku gak boleh membenci dia. Semuanya takdir. Yang penting keluargaku yang berantakan jangan sampai terulang lagi. Masalah calon aku rasa gampang mencarinya. Aku ganteng—pede dikit gak apa-apa dan punya sejumlah kelebihan lainnya. Sementara dengan kekuranganku semoga ada perempuan yang ikhlas menerimaku.

Pernah gak aku bikin bete orang. Bukankah aku selalu menghargai orang lain. Kupikir kapan aku mengomentari orang dengan pedas. Terjadi malah sebaliknya aku sering sakit hati karena terlalu banyak hal yang ada padaku banyak dikomentari.

Yang aku benci pada diriku adalah boros masalah keuangan. Sekarang sudah mikirin nikah. Tapi ini penting walaupun dua kakakku belum pada menikah. Mereka hidupnya jadi belum mandiri karena belum menikah.

Aku ingin berlindung di bawah naungan Alquran. Ingin jadi generasi Qurani. Alquran sebagai source of reference. Berhadapan dengan Alquran adalah membaca sedikit kemudian diaplikasikan dalam kehidupan. Sekarang begitu tersebarnya peradaban jahiliah modern. Alquran sebagai rujuakan tunggal pola sikap, pola pikir, dan rasa hati jangan ada split personality.

Dua, menyikapi Alquran laksana komandan dan konsisten dengan perintah Alquran. Jangan seperti orang-orang Yahudi. Lalu tinggalkan masa kejahilan modern yang sedang berkembang. Uluhiyah (penuhanan) rububiyah (penghambaan) hanya kepada manhaj Allah. Ini yang kuperoleh dari baca buku Tafsir Fi Zhilalil Quran-nya Sayyid Quthb.

Katanya ajarkan iman terlebih dahulu, baru seputar halal haram. Tauhid yang bagaimana yang diajarkan Rasulullah? Apakah aku sudah termasuk orang yang beriman? Aku takut termasuk orang yang tidak beriman. Bagaimanapun caranya untuk beriman pada Allah dengan iman yang sebenar-benarnya?

Apakah ini keraguan aku belum termsuk orang yang benar. Namun aku ingin beriman pada Allah dengan sebenarnya. Aku harus membaca buku Filsafat Tauhid. I have Faith, aku berseru Laailaha illallah. Tiada Tuhan yag disembah secara mutlak selain Allah SWT. Kehidupan diatur dengan  undang-undang Alquran (UUQ) bukan dengan UUD. Makanya aku harus mempelajari Alquran dan mengajarkannya.[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori