Oleh: Kyan | 30/03/2005

Modalnya Tiada Henti

Rabu, 30 Mar 2005

Modalnya Tiada Henti

**

Kapan lagi kalau gak menulis hari ini. Makanya sekarang aku menyempatkan menulis meskipun sebentar. Meski malam sudah larut, ini malam Jumat jam 10.25 sebentar lagi aku harus tidur. Rencana mau mengerjakan peer dan mempelajari Manajemen Operasi, tapi keburu ngantuk. Tertidur jam sebelas malam.

Pagi kemarin aku tidak salat malam karena bangunku kesiangan. Tapi aku masih bisa salat subuh berjamaah di masjid. Kalau tidur terlalu malam, selalu saja gak bisa salat Tahajud. Kalau tidur jam tujuh baru bisa. Tapi tidak banyak yang dapat kulakukan.

Uly bilang, pak Iyan, bosnya dia tidurnya tiap hari cuma dua jam. Masa iya sih dua jam. Bisa sakit lho. Tapi memang itu menurutku. Lain kalau menurut orang lain. Aku ingin mengurangi jam tidurku. Tapi jadinya sering bertebaran benjolan di pipi, alias jerawat.

Kulitku kok, berbeda dengan orang lain. Tapi ada kan yang lebih parah dariku. Aku harus bersyukur dengan wajahku yang masih lumayan kan. Ingin wajahku bersih dan halus seperti pualam, nanti disangkanya cewek lagi. Dengan rambut panjang juga, pernah aku disangkanya perempuan.

Presentasi kuliah MSDM gak jadi akhirnya. Tapi kami harus mempelajari kembali materi tentang pengadaan. Katanya diundur jadi minggu depan. Kalau sekarang waktunya gak cukup. Kalau kuliah MSDM aku bisa bertanya, kenapa di kuliah SIM aku gak bisa bertanya? Mungkin aku tidak mengerti dengan materi pembahasannya.

Pulang kuliah aku, Yedi dan Reza main ke kosan teman sekelasku, Runi. Tempatnya sungguh menyenangkan dan nyaman. Ada masjid segala di area asramanya. Ia bilang harga sewanya Rp. 1.500.000,- Harga sewanya sangat keterlaluan. Kamar kosku saja Rp. 900.000,- sudah sangat kemahalan. Apalagi kos-kosan di kampus lain harganya sudah gak ketulungan.

Ketika masih di kosan Runi, hari pun diguyur hujan. Takut keburu gede hujannya, sambil hujan-hujanan kami pulang. Aku segera mandi dan berkeramas biar gak pusing karena kehujanan.

Selama ini perasaanku belajar gak optimal. Bagaimana mau jadi ekonom muslim. Ketua jurusan kami memberi wejangan pada kami bahwa produk MKS adalah jadi midle manajemen dalam lembaga corporate syariah. Modalnya selalu ingin tahu dan melakukan hal-hal baru, dan jangan takut gagal. Lalu jangan memberi jawaban teksbook thinking. Dan tak kalah pentingnya harus mahir berbahasa Inggris. Bagimana caranya ya harus belajar terus tanpa mengenal lelah.

**

 


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori