Oleh: Kyan | 03/04/2005

Aset-Liabilitas dan Kekurangan Diriku

Ahad, 03 April 2005

Aset-Liabilitas dan Kekurangan Diriku

**

Wah, ada kiriman dari Batam? Hanya pakaian dan rice cooker. Dari Garut juga ada, surat dari Kakakku. Begitu rice cooker hendak kucoba, listrik malah mati. Mulai sekarang akan kucoba terus. Bila sejak dulu dengan rice cooker, mungkin lebih hemat pengeluaran. Tapi bukankah dilarang menanak nasi pakai rice cooker?sudah bayar gede Rp. 30.000 masa gak boleh menyalakan apa-apa. Gak puas kalau cuma sekedar bayar penerangan, air dan komputer. Aku akan membela diri, kalau ditanya.

Baru saja tanggal 3, uangku tinggal 50.000 lagi. Aku bertawakal saja pada Allah. Semoga saja teman-teman pada mau bayar hutang. Kucek ATM dan alhamdulillah ibuku sudah mengirim uang Rp. 250.000,- Kuambil semuanya. Sudah rencana dari kemarin, aku mau mencoba sekali saja facial wash. Sekali saja. Tapi aku masih ragu dan takut. Apakah itu seperti cewek saja. Meski memang ini perasaanku saja yang terlalu mendramatisir keadaan.

Kenapa kulitku sensitif banget, gampang kena jerawat. Gak ada apa-apa, tiba-tiba muncul saja jerawat. Apa yang salah? Mungkin ini penebus dosa. Aku merasa tersiksa dengan jerawat. Penyakit yang selalu menghantui. Ujiankah ini? Semoga penyakit dan segala kesusahanku menjadi penebus dosa dan kesalahan. Aku harus bersabar dan tabah. Tapi aku ingin wajahku bersih berseri.

Setelah bersih, apakah akan jadi baik segalanaya? Setidaknya hati jadi tenang. Mungkin gara-gara stress. Karena finansial. Kata Aa Gym kita harus berani meminta maaf dan tanyakan, “untuk menebus kesalahan, apa yang mesti aku lakukan?” Tak boleh menakut-nakuti diri, gunakan semua saran media untuk salat Tahajud. Jangan cuma sekedar niat saja.

Untuk bebas jerawat ada yang menyarankan katanya harus rajin facial. Tadinya akupun hendak mencoba. Tapi begitu sampai di salon, tukang salon menyarankan, kalau lagi jerawatan gak boleh facial. Nanti jerawatnya meradang. Akhirnya Tuhan belum menakdirkan aku mencoba facial wash.

Berarti saat ini aku mesti berhemat Rp.10.000,- Uangnya itu untuk membayar hutang. Rp. 50.000,- sudah aku belanjakan membeli detergen dan obat Habbatussauda. Berarti tinggal Rp.10.000 dan cukupkah kalau buat beli beras? Aku selalu kekurangan. Ibu bilang aku harus prihatin.  Kekurangan materi juga kekurangan diri.

Kata Aa Gym, mesti ditulis kekurangan-kekurangan diri. Pikiranku yang sering kotor, pandanganku jelalatan, selalu gundah gulana, pemboros. Jika menginginkan sesuatu selalu harus segera terlaksana. Tidak sabaran dan cepat emosi.

Setiap orang yang berkata negatif tentangku, mestinya omongannya yang harus dilihat. Bukan orangnya atau nama besar kecilnya. Kalau ada orang mencela, omongannya itu informasi penting buat kita.

Aku ingin mencari penghasilan tambahan.Taman bacaan harus diiklankan secara gencar. Mau mencoba buat iklan di majalah kampus, Suaka. Benar kewajibanku lebih banyak daripada waktuku. Aku belum belajar dengan optimal. Aku harus memanaj waktu. Makanya segala kewajibanku, tugas kuliah harus ditulis dan tentukan waktunya.

Kuliah Sabtu tadinya mau baca dulu bahan-bahan kuliahnya. Karena ada yang merental, jadi belajarku sedikit terganggu. Makanya kalau lagi gak ada yang merental, aku harus mengerjakan tugas.

Kuliah tadi apa yang kudapat? Teknologi informasi mesti dikuasai. Besok saja dilanjutkan aku menulis karena aku sudah benar-benar ngantuk. Mau dilanjutkan subuh gak jadi juga. Menulis catatan harian jadi tertinggal terus. Kenapa aku banyak hutang. Sudah hutang materi dan memenuhi penyelesaian tugas orang, juga ada hutang harus menulis.

Sekarang apalagi yang harus kutulis? Nanti saja malam hari aku menulis. Orang yang gak punya hutang, tak ada tantangan. Bisnis juga mesti pakai duit orang lain. Kalau membeli sesuatu atau barang harus berupa aset, bukan liabilitas. Lantas membeli buku termasuk aset atau liabilitas?

Pagi-pagi setelah baca tafsir, aku tertidur. Gak tahu kenapa selagi baca mataku lengket seperti karet. Baca tafsir sekali baca 10 lembar apakah memberatkan? Sepertinya harus dievaluasi kembali atau mendingan sehari 10 lembar.

Malam ini aku belum baca tafsir, mandi juga tidak. Mau masak saja tidak sempat. Itu gara-gara orderan mengetik proposal. Katanya mau dibayar Rp 5.000,- untuk membuat konsep surat Formatur MKS lagi. Sekarang sudah ngantuk. Ada teman lagi rental. Dia pasti bayar, dulu saja dia bayar . Tapi belum pasti juga. Masa tegak tidak bayar.

Habis Duhur aku masih mengedit maalah punya Irhandi. Tugasku belum tuntas. Jam dua aku berangkat ke Palasari. Walaupun keadaan hujan. Takkan ada yang merintangi langkah tegapku. Aku beli Tafsir fi Zhilal saja. Dengan plus ongkos habis pengeluaran Rp. 50.000,- Pulangnya naik angkot Cicadas-Cibiru.

Ongkosnya Rp. 2000. padahal biasanya 1.500. Beginilah kalau bayar ada kembalian. Makanya harus persiapan selalu dalam recehan. Tapi kenapa aku gak ridha, merasa terdzalimi. Hati ini begini keras untuk menerima apa yang telah terjadi.

Lebih baik ikhlaskan saja. Anggaplah membantu para sopir angkot. Aku juga pantas diberi. Aku selalu kesusahan dalam finansial. Kenapa aku selalu gak merasa cukup? Syukurilah apa yang ada. Namun terus berusaha semaksimal dan seoptimal mungkin.

Rencana subuh saja aku mengetiknya. Barusan sudah muncul gagasan tapi masih rancu kata-katanya. Menyusun kalimat saja susah banget. Belum belajar buat besok lagi. Belajar hasil tadi belum diulangi juga. Kayaknya harus menyempatkan satu hari penuh buat mereview mata kuliah. Perasaan selalu saja gak sempat. Bagaimana kalau malam minggu? Minggu sekarang ada tugas membuat profil perusahaan sebagai penyempurnaan tugas MSDM.

Menulis belum sehalaman penuh, sudah pengen tidur. Moga saja bisa bangun jam empat pagi. Biar bisa mengetik dan mempersiapkan materi yang bakal dibahas nanti di kuliah. Aku tak boleh seperti teman-teman lain yang suka biasa-biasa saja. Aku harus jadi luar biasa, dengan mengerjakan sesuatu dengan luar biasa. Tapi hidup harus santai dan berani.

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori