Oleh: Kyan | 09/04/2005

Manajemen Diri dan Waktu

Sabtu, 09 April 2005

Manajemen Diri dan Waktu

**

Tadi pagi aku bangun kesiangan. Soalnya selama aku tidur jam duabelas malam. Sudah dapat diprediksi kalau aku tidur larut, seperti otomatis aku bangunnya kesiangan. Mungkin karena keyakinanku begitu maka jadilah begitu. Bila pikirannya diganti atau dirubah, mungkin berbeda hasilnya. Walaupun aku mulai tidur jam duabelas, bisa saja aku bangun untuk salat Tahajud.

Tidur itu cukup empat jam katanya. Pernah juga aku tertidur jam duabelas dan bisa bangun jam lima pagi. Tapi kalau tidur diawal pun seperti sekitar jam delapan, tetap saja aku bangunnya jam lima. Andaikan aku bisa aku bangun jam tiga atau jam empat pagi, waktu belajarku bisa optimal.

Di kosanku selalu ada banyak orang. Bila di tempatku sedang ada banyak orang, sering aku merasakan sulit untuk dapat konsentrasi. Aku tidak bisa langsung tidur sesudah Isya. Ini yang kadang membuatku kesal. Kenapa sih aku selalu kesal hanya karena itu.

Mungkin aku kesal asal-muasalnya gara-gara aku jerawatan. Kenapa akhir-akhir ini wajahku muncul jerawat. Apa yang salah, apakah ada kebiasaan yang salah. Kenapa sih selalu dibuatnya kesal. Alasannya karena aku di wajahku ada jerawat dan belajar belum optimal.

Aku jadi tidak bisa menyempatkan waktu untuk belajar atau mengulang materi kuliah. Terutama membaca buku-buku manajemen keuangan. Rencana mau setelah hari Sabtu, selalu saja tak sempat. Ada yang salah dengan manajemen waktuku. Makanya kemarin malam sampai jam duabelas aku membuat tabel aktivitas. Biar waktuku termanaj rapi.

Munculnya jerawat mungkin karena aku jarang berolahraga. Ditambah tidur larut malam terus. Tapi banyak juga mereka yang suka bergadang, mereka tidak jerawatan. Mungkin karena jenis kulitku berbeda dengan mereka. Mungkin karena aku sering depresi, down atau stress, sehingga tak sepenuhnya dapat menjaga kebersihan. Maka akibat tidak bersih, maka munculah radang kulit bernama jerawat.

Kenapa sih selalu bimbang. Kenapa harus takut tidak bisa mempertahankan IP-ku. Semester kemarin aku meraih IP tinggi, karena aku belajar sebagai tujuan. Tidak pernah terbayangkan ketika kuliah semester satu ingin mencapai IPtertinggi. Tapi belajarku karena mengharap ridha Allah saja. Belajar dengan sungguh-sungguh dan segala apa yang dinasihatkan dosen selalu dilaksanakan.

Apakah karena orientasi yang mulai berubah, sehingga menghasilkan fakta yang berubah. Aku tidak boleh berubah dan tidak ada perbedaan antara tujuan pertama dan tujuan kedua. Ingat, seminggu lagi UTS. Buang perasaan belum optimal belajar. Tapi yakinlah dengan perjuangan selama ini.

Hari ini aku belum membuka-buka buku Manajemen Keuangan. Hari ini kuliah mau diadakan kuis. Selesai kuliah aku harus langsung pulang, untuk belajar dan membaca. Mata kuliah Fiqh Muamalah ujiannya akan lisan. Jadi aku mesti menghapal ayat-ayat muamalah. Tugas minggu ini ada dari matakuliah Manajemen Pemasaran dan Manajemen Operasi. Aku tak boleh bermain-main. Aku harus belajar dan mengerjakan tugas dengan sebaik-baiknya mengerjakan tugas.

Perasaanku hari ini membuatku sedikit tenang, meskipun nanti bakal ada kuis. Belajar mata kuliah di hari Kamis, Jumat dan Sabtu masih belum optimal. Ketika ditambah di hari lain masih belum juga merasa optimal. Karena tidak fokus belajarnya. Terganggu oleh lain-lain hal.

Mungkin karena di kosan selalu saja ada teman yang mau merental. Itulah konsekuensi membuka usaha. Kalau gak mau menerima resiko, jangan membuka usaha. Tapi kalau gak berusaha gak bakal menerima uang tambahan. Mau begini begitu tetap saja ada resikonya. Semuana ada resikonya. Itulah hidup. Hanya aku bagaimana memanaj resiko dengan baik.

Manajemen diri dan manajemen waktu harus diaplikasikan. Aku harus lebih dewasa, lebih baik, lebih perhatian, lebih cakep, dan lebih segalanya dari hari kemarin. Kemarin-kemarin aku tidur malam terus, dan memaksa bangun subuh. Badan terasa loyo. Semalam tidur jam delapan dan bangun jam setengah dua. Setelah membaca buku malah tertidur lagi. Dan bangun lagi ketika terdengar iqamah.

Berapa jam aku tidur? 6,5 jam? Tapi menurut kesehatan katanya tidur minimal delapan jam. Bila delapan jam terus-terusan kebanyakan hidup digunakan cuma buat tidur donk. Tapi kalau gak tidur cukup, terasa gak sepenuhnya konsentrasi ketika melakukan suatu hal.

Sekarang sudah jam enam kurang lima menit. Aku masih belum belajar kuliah Manajemen Keuangan. Sekarang harus bersungguh-sungguh belajar. Minggu sampai Rabu harus digunakan untuk belajar dan mereview mata kuliah. Seminggu ini gak pernah dibuka catatan-catatan mata kuliah. Kelihatan banget gak belajarnya. Padahal banyak waktu luang.

Kenapa? Karena diri dan waktu gak dimanaj dengan baik. Kalau kuliah jam tujuh pagi, paginya gak bisa dipakai buat belajar. Dan malam hari selalu ada tamu. Jadi kapan waktu belajar. Belajar harus setiap saat dan setiap ada waktu luang.

Mungkin karena firasat. Kuliah pagi Manajemen Keuangan mau diadakan kuis, ternyata dosennya gak ada. Beruntung karena pagi hari bukannya aku belajar persiapan ujian, malah aku bersantai. Tidak ada dosen kusempatkan main ke warnet. Habis dua jam.

Ternyata ketika aku berselancar di situs penerbit Mizan, mata kuliah Fiqh Perbankan masuk. Jadwalnya berubah-ubah dan teman-teman gak ada yang memberi tahuku. Lagian memberi tahuku lewat apa. Beginilah kalau gak punya hape. Tapi tidak apa-apalah. Dari warnet aku pun sudah dapat ilmu. []

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori