Oleh: Kyan | 13/04/2005

Selalu Ada Jalan dan Jalan-Jalan ke Palasari

Rabu, 13 April 2005

Selalu Ada Jalan dan Jalan-Jalan ke Palasari

**

Seminggu lagi UTS. Bahkan Sabtu bakal sudah mulai dengan UTS matakuliah Akuntansi Syariah. Hadapi saja. Apakah aku sudah bersungguh-sungguh persiapan menghadapinya, yang jelas bebarapa hari lagi UTS harus dapat kuhadapi.

Sekarang banyak tugas yang belum selesai. Tadi, ketika aku mengikuti kuliah Manajemen Pemasaran, kenapa aku mengobrol terus. Hampir saja kena marah. Jadi ingat waktu marahnya dosen pak Tajul Arifin padaku.

Aku kena marah sampai mau pingsan. Lagian saat itu sedang bulan puasa. Itu aku jadikan pelajaran. Kalau sudah ada dosen, aku gak boleh lirik sana-sini. Pokoknya harus konsentrasi dengan gerak-gerik dan mulut dosen. Lalu setelah selesai kuliah, barulah bisa bernafas lega mengendurkan otot-otot pundakku.

Rencana mau ke Palasari mengantar Veri membeli buku. Setelah makan dan salat kami pun berangkat menuju pangkalan bis Damri. Malah di jalan bertemu Dani bersama Kang Amil, pementor LDM. Katanya besok hari Kamis harus kumpul untuk mentoring.

Wah, bagaimana yah. Lagian banyak tugas belum selesai. Makanya malam ini tugas Manajemen Pemasaran harus sudah diprint, apapun hasilnya. Kemudian dilanjutkan mengerjakan tugas Manajemen Operasi. Ayat-ayat muamalah mau diprint lagi buat dihafal.

Sampai tiba di kosambi. Kami memutuskan jalan kaki saja menuju jalan Palasari. Di jalan tiba-tiba aku gak tahan ingin buang air kecil. Sesampai di Palasari mencari-cari toilet sampai muter-muter. Untung ada orang yang menunjuki dimana ada tolilet. Akhirnya selalu ada jalan.

Lalu kami langsung mencari buku dasar-dasar pembelajaran perusahaan. Pemilik toko harus dihargai. Jangan sampai direndahkan. Akhirnya Veri jadi membeli di toko itu. Seteah beres, tak lupa aku mengucapkan terima kasih. Setelah itu kami langsung menuju BBC untuk sekedar melihat-lihat buku. Ingin membeli buku-buku perbankan syariah, seri tokoh filsafat, buku-buku tulisan pak Hernowo dan banyak lagi.

Tadi ada seorang bapak belanja buku, uangnya banyak banget. Aku kok kere banget, boke. Aku belum kerja sih. Nanti juga kalau sudah bekerja, aku bakalan banyak uang. Aku harus berwirausaha dan bisa menulis artikel di koran.

Bagaimana caranya, aku harus banyak membaca artikel-artikel karya orang lain. Meresensi buku harus mengoleksi dulu buku-buku yang mau diresensi. Sebelum menjadi penulis artikel dan novelis, inputnya harus banyak dan berkualitas agar outputnya pun berkualitas.

Tapi ingin banyak membaca kumpulan artikel, tugas kuliah begitu banyak. Itulah resiko sebagai mahasiswa. Maka nikmatilah apapun adanya. Sebenarnya tugas itu yang penting dikerjakan. Jangan menunggu sempurna menyelesaikan. Biarlah bermula dari ketidaksempurnaan. Belajar terus tak lelah menepi.

Aku harus menghafal ayat-ayat muamalah. Waktu malam kemarin, aku tidur jam tiga pagi. Mengerjakan tugas Manajemen Pemasaran menulis makalah soal BCG dan SWOT. Inginnya aku gak tidur sampai subuh, tapi gara-bara terus membaca, akhirnya rasa kantuk muncul juga. Begitupun malam-malam sebelumnya aku sering tidur malam jam 12-01 dini hari.

Karena bergadang, salat Subuh kesiangan. Pernah kelupaan juga gak salat Isya. Tahu-tahu pas subuh aku ingat aku belum salat Isya. Mana salat Subuh kesiangan lagi. Aku telah melalaikan perintah Allah. Aku banyak berdosa. Kenapa aku merasa jadi anak saleh padahal aku tidak saleh. Bila merasa jadi anak saleh, itu pertanda tidak saleh.

Ternyata kemarin sore, ada Eka datang ke kosanku. Katanya dua kali dia kesana tapi tak ada orang. Memang aku sedang di kosan teman. Aku tahu itu dari Hilman Omen. Lia minta dibuatkan tugas Manajemen Pemasaran. Sudah jam duabelas buku punyaku lagi dipinjam Reza.

Aku menenangkan diri, aku bisa menemukan jalan keluar. Pagi-pagi buta aku harus ke kosan Hilman. Dia kelas B juga. Aku datang ke sana pagi-pagi buat mendapatkan rezeki: kue Moci. Memang silaturahim bisa mendatangkan rezeki. Aku langsung mengetik. Dan akhirnya selesai juga.

Malam Kamis aku banyak order. Aku mengerjakan tugas punya Iis Istikomah. Sorenya banyak anak-anak pada mau mengeprint. Alhamdulillah ketika uang habis, ada saja jalan rezeki. Aku harus bersyukur pada Allah dengan jalan rezeki yang kuperoleh.

Aku menggunakan uang itu untuk hal-hal yang bermanfaat. Contohnya buat makan, penopang hidup dan tidak berlebih-lebihan. Berbuat baik pada orang lain dengan sedekah, membantu kesulitan orang lain dengan tanpa imbalan. Aku harus sering melakukannya.[]

***

 


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori