Oleh: Kyan | 21/04/2005

Hari Kartini dan Bahagiaku Bahagiamu

Kamis, 21 April 2005

Hari Kartini dan Bahagiaku Bahagiamu

**

Hari ini Hari Kartini. Katanya sebenarnya buku Habis Gelap Terbitlah Terang adalah terjemaahn dari “minadzuluma ilan nuur”. Seorang kartini adalah sosok wanita yang berusaha untuk menjadi muslimah sejati. Beliau berusaha untuk dikristenkan oleh teman-temannya yang notabene Yahudi dan Nasrani. Namun hidayah Allah datang lewat seorang Kyai.

Kyai ini yang mengajarinya tentang Islam. Semangat Islamlah yang tumbuh pada diri Kartini dalam melawan penindasan terhadap kaum perempuan. Kartini telah membaca terjemahan Alquran. Namun keburu ajal datang. Beliau baru membaca dan mempelajarinya baru sampai surat al-Baqarah.

Sehubungan dengan Hari Kartini, aku harus menghormati perempuan. Karena apa yang telah kukerjakan hari ini, aku sudah melakukan sebuah kesalahan. Aku sudah bersikap kasar pada perempuan. Yaitu ke Siti Nuraeni. Ketika dia sedang baca koran Republika, aku main ambil saja.

Tadi aku gak sadar bahwa aku telah bersikap tidak sopan. Apalagi pada makhluk perempuan. Lain kali aku tidak boleh seperti itu. Ketika aku akan bertindak, aku harus memikirkan apakah ini sesuai aturan atau tidak. Apakah itu akhlak terpuji atau bukan.

Pulang kuliah jam sebelas siang. Siang hari aku bekerja di rental. Rentalku kepunyaanku. Lalu sore hari menonton bola. Baru kali ini aku bisa menonton bola. Biar waktuku bermanfaat kubawa buku. Nanti kalau ada kesempatan membaca, aku harus baca buku.

Lalu akupun pulang. Kembali ke kosan setelah berhenti senjenak untuk melupakan segala hal. Dengan jalan hidupku yang merasa kesepian. Bukankah jalanku yang sekarang adalah jalan yang kupilih yang sudah dipikirkan segala konsekuensinya?

Dunia ini berputar. Kesenangan dan kesedihan datang silih berganti. Keadaan saat ini adalah yang terbaik untukku. Allah menguji hamba-hamba dengan kesanggupannya. Aku ridha terhadap situasi saat ini. Hidup ini beginilah apa adanya. Kenapa harus dikhawatirkan.

Yang perlu dikhawatirkan adalah tidak mendapat petunjuk dari Allah SWT. Lau bagaimana pandangan Mutazilah tentang memohon petunjuk? Katanya pandangan Mutazilah berdoa itu, dengan kaki dan tangan yang bekerja, tidak diam saja berpangku tangan.

Lalu bagaimana pandangannya tentang salat, zakat, puasa. Itu kan ada nash yang mewajibkannya ada dan wajib dilaksanakan. Konsep dasar ibadah adalah dilarang kecuali yang diperbolehkan atau ada nash yang mengharuskannya.

Menurutku pendapat Mutazilah menyangkut berdoa itu aku setuju. Tapi dimana kekeliruan Muktazilah. Karena kebanyakan dari kita, kita terlalu jabariyah. Sering berpangku tangan menyerahkan sepenuhnya pada nasib sementara usaha yang dilakukan belum benar-benar optimal. Dan paham pertengahan adalah Asyariyah. Bahwa takdir itu ada di ujung usaha manusia.Berjuang untuk bertemu kekasih hati harus tetap diteruskan.

Sekarang sudah jam setengah duabelas. Jadwal kegiatanku belum aku patuhi. Emang harus fleksibel. Rencana membuat surat, sudah aku laksanakan. Kenapa aku menjadi sedih. Bukankah aku gak suka padanya. Mendengar dia sudah dijodohkan dengan anak Jakarta kenapa mendengar beritanya membuatku murung.

Apakah hanya karena itu aku akan berhenti menolong dia. Apakah selama ini aku membantu dia karena ingin mencari perhatiannya. Lagian dia bukan tipe cewek yang aku inginkan. Segala kekurangannya aku sudah tahu, dan itu tidak bisa aku menerima bila aku suka padanya.

Tapi kenapa ketika sudah jelas bahwa dia sudah jadi milik orang lain, aku harus sedih dan terasa berat. Apakah aku mencinta dia. Lebih baik menjadi sahabat saja. Walaupaun dia sudah jelas jadi milik orang lain aku akan tetap dan selamanya membantu dia dalam hal apapun. Selagi aku mampu. Kebahagiaan dia kebahagiaanku juga.

Begitu juga aku sudah tahu kekurangan perempuan lain yang kata orang terlihat jelas sekali bahwa aku suka padanya. Aku mengatakan tidak mencintainya tapi kenapa aku merasa cemburu ketika ada cowok yang dekat dengannya.

Aku akan tetap membantu semua orang karena Allah. Jangan mengharap imbalan pada manusia. Serahkan saja pada Allah dan aku yakin aku akan menemukan perempuan terbaik bagiku. Biarlah perempuan yang pernah singgah di hatiku kurelakan menjadi milik orang lain. Aku tidak boleh sedih. Aku harus rela membiarkan dia menjadi milik orang.

Rencana mau belajar, malah terus mengutak-atik komputer. Mau mengerjakan tugas MSDM malah tertidur seharian. Melihat Dudi tidur di kosanku, akhirnya aku ikut tidur juga. Aku harus belajar dan patuh pada jadwal harian. Manajemen itu bukan bekerja yang lebih baik. Tapi bekerja mencapai tujuan sesuai perencanaan. Melaksanakan apa yang telah ditetapkan.

Jerawatku mulai terasa lagi. Kenapa kulitku sensitif begini. Kayaknya jangan pakai sabun wajah. Perawatan sekalian saja ke salon. Tapi jerawatku belum sembuh total. Ketika jerawat sudah pada kering, aku bisa facial di salon. Tapi ketika sudah tiba saatnya malah uangnya gak ada. Aku harus tidur.[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori