Oleh: Kyan | 26/04/2005

Mengobati Jerawat Dengan Facial

Selasa, 26 April 2005

Mengobati Jerawat Dengan Facial

**

Aku sungguh-sungguh mengucapkan syukur alhamdulillah, ibuku sudah mengirim uang Rp 250.000,- Dua hari sebelumnya aku mengcek ATM, ternyata ibuku masih belum mengirim uang. Seminggu lalu aku sudah nge-sms ke nomor ibu. Emang sih kalau memberi kabar hanya sekedar meminta uang. Mungkin jangan pakai sms memintanya. Tapi kalau menelpon kadang ibu gak ada. Ibuku tidak pasti keberadaannya.

Lebih baik kupakai surat sekalian aku belajar mencurah gagasan seperti dulu. Nanti aku mau mencoba bagaimana menuangkan pikiran ke dalam tulisan. Kadang tersendat-sendat dan tidak secara berurutan merangkai gagasan. Sering secara tidak mengalir kalimat-kalimatnya.

Sebenarnya aku malu meminta terus pada ibuku. Tapi di sisi lain lantas darimana lagi kudapatkan uang. Apakah harus diam saja? Lantas yang dimaksud bergantung pada Allah itu bagaimana? Bagiku kita tetap harus berusaha memaksimalkan ikhtiar. Namun tetap hanya bergantung pada Allah saja.

Mudah-mudahan aku mendapat beasiswa. Memang mengharap pemberian orang lain bisa menjatuhkan harga diri. Sering ada ujungnya dimana kita harus bersedia didikte oleh orang yang mengulurkan bantuan tersebut.

Tapi dengan kiriman bekal ini kalau digunakan buat bayar hutang dulu ke teman sebesar Rp100.000,- apa cukup buat bekal sisanya. Sementara aku disuruh ke Batujajar untuk melihat rumah yang di Batujajar sudah sejauh mana penyelesaiannya. Mungkin bakal habis Rp 30.000,- ongkos untuk sampai disana.

Tadi saja aku sudah belanja menghabiskan Rp 100.000,- Membeli mouse, cd kosong, dan tinta print. Dan aku mencoba facial wash ke salon. Ternyata begini kalau difacial. Baru kali ini aku mencoba facial di salon. Aku penasaran saja bagaimana rasanya facial. Potong rambut dan facial menghabiskan uang Rp 35.000,- Busyet deh gua…

Katanya kalau sering facial, insyaallah jerawat bakal berkurang. Katanya seminggu kemudian aku mesti datang lagi. Waduh akan sangat memboroskan bila setiap minggu pergi ke salon. Itu maunya tukang salon saja untuk salonnya tetap menerima langganan.

Bila dihitung-hitung sejak dulu, perawatan ‘wah’ untuk jerawat telah menghabiskan banyak uang. Pernah membeli obat yang harganya Rp 250.000,- Lalu setiap minggu membeli kapsul Zepit-C. Selama setahun aku terus minum obat itu. Juga sering membeli bedak masker dan obat pencuci darah.

Kayaknya gak bakalan terhitung buat mengobati jerawatku. Tapi hasilnya nihil sampai sekarang. Memang sembuh tapi kambuh lagi tumbuh lagi jerawat. Sembuh, sembuh, tumbuh lagi. Terus saja begitu. Sekarang dilanjutkan lagi harus facial.

Dengan pergi ke salon kalau dihitung seminggu sekali bakal menghabiskan Rp 80.000,- buat facial saja. Tapi kata orang salon kalau sudah sembuh jerawatnya paling dua minggu sekali perawatannya.

Jerawatku sakit sekali, terasa sekali gatal-gatalnya. Kapan sembuhnya jerawatku. Sembuh yang ini, muncul di tempat lain. Kapan mau bersihnya. Kenapa wajah orang lain pada bersih dari jerawat, sedangkan aku begitu bosan mengobatinya.

Di MKS saja kayaknya aku saja yang banyak jerawatnya. Aku minder sekali. Belum pernah wajahku bebas dari jerawat. Buat merawat harus facial secara rutin. Tapi kalau sedang jerawatan gak boleh facial. Nanti jerawat nya meradang. Jerawat sudah membebani pikiranku.

Allah menyembuhkan penyakit lewat obat. Kalau tanpa obat apakah penyakit bisa sembuh. Dengan obat atau tanpa obat hanya Allah yang menyembuhkan. Segala obat hanya sekedar mengobati dan Allah yang menyembuhkan. Tapi Allah telah memerintahkan supaya penyakit itu diobati. Intinya mengobati pun adalah perintah Allah.

Jerawat memang bisa menghilangkan kepercayaan diri. Mengunggulkan fisik telah mengeluarkan banyak uang. Selain ruhani, memang jasmani juga mesti diperhatikan.

Kenapa aku hari ini murung sekali. Gara-gara jerawat aku jadi diam, sedih, takut. atau karena apa? Aku sedih dan pikiran kacau karena jerawat. Atau karena tidak punya uang? Dua-duanya. Aku pasrah pada Allah saja. Aku ridha dengan keadaan seperti ini.

Kenapa tidak pede karena berjerawat. Kepercayaan diri harus muncul dari dalam diri (inner beauty). Iya sih selalu saja tumbuh jerawat. Sembuh disini tumbuh lagi di tempat lain. Ada kebiasaan yang salah, atau karena aku selalu stress tidak punya uang? Janganlah aku sedih dan takut menghadapi kenyataan![]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori