Oleh: Kyan | 04/05/2005

Jalan Kaki BPS-Pusdai dan Potongan Rambutku

Rabu, 04 Mei 2005

Jalan Kaki BPS-Pusdai dan Potongan Rambutku

**

Aku kok selalu ngantuk saja dan bangun kesiangan melulu. Jadi salat Subuh kesiangan. Imanku berarti sedang menurun. Padahal aku selalu mendengarkan MQFM. Itu kan sekedar usaha untuk menggapai hidayah, cuma sekedar jalan. Yang memberi hidayah hanya Allah saja. Bangun kesiangan apa mungkin disebabkan gara-gara lampu dimatikan semua. Jadi itu membikin tidur pulas. Jam beker sudah dipasang, tapi tidak sampai kedengaran saking pulasnya tidur. Bagaimana usaha selanjutnya, aku gak boleh lupa membaca doa dan jangan tidur terlalu malam.

Kuliah pagi UTS matakuliah Komputer Bisnis. Ujiannya ada teorinya. Tidak seperti teman-teman, aku gak membuka buku sedikitpun. Lagian buku catatannya dipinjam nenek Uly. Setelah selesai dan pulang, jadi ingat aku salah mengisi soal nomor satu. Tidak apa-apa dan jadikan saja hikmah. Nanti harus lebih berhati-hati mengisi jawaban.

Komputer Bisnis yang penting itu aplikasinya. Sebelum masuk praktik komputer, ngobrol-ngobrol dulu dengan teman jurusan kelas lain: Noor, Jessi, Pipih dan Lilis. Omong-omongin soal Nenden yang anak Psikologi. Kami bercanda biar semakin akrab saja. Pokoknya dengan setiap orang harus akrab.

Tampakkanlah wajah ceria pada setiap orang. Pujilah setiap orang sebagai tanda penghargaan bagi dirinya. Namun suka kikuk juga kalau kita dipuji atau apa gitu. Mungkin hanya aku saja yang cepat gede rasa. Susah juga mau membalas candaan orang lain. Aku jangan kaku kalau ngomong. Pokoknya tanya apa saja tentang diri mereka dan tampakkanlah wajah ceria.

Selepas UTS Komputer Bisnis kami berencana mau ke BPS: aku Dudi, Uly, Wati, Siti Nuraeni, dan Icha. Sampai di BPS jalan Suci kami dilayani sama orang judes. Anak-anak pada tersenyum ketus saja dilayani tidak memuaskan. Karakter setiap orang pasti berbeda-beda. Sikapi saja dengan tenang dan simpati. Mungkin orang lain bersikap kurang sopan karena tdak tahu, gak sengaja, lupa atau lagi ada masalah saja. Sikapi saja dengan bijak.

Teman-teman perempuan pada pulang. Sementara aku dan Dudi berencana mau ke kantornya penerbit Mizan. Karena tidak tahu lokasinya, kami jalan saja mengikuti arah jalan suci. Kutanya orang-orang lain, mereka tidak tahu dimana kantor Mizan. Memang dunia perbukuan kurang begitu dikenal.

Kami berjalan lurus saja dan malah sampai di Masjid Pusdai. Baru kali ini aku masuk kawasan Pusdai. Kami tunaikan salat Duhur di sana. Setelah salat, tidur-tiduran sebentar untuk melepas lelah berjalan kaki BPS-Pusdai. Terasa lega sekali setelah istirahat sejenak jalan-jalan.

Sebelum kami pulang, mampir dulu ke toko buku di Pusdai. Ada kaset Seismic dan Epicentrum. Ingin beli kaset, tapi tak punya uang. Ada murottal 30 juz yang harganya Rp 17.500,- Kalau backup cuma Rp 2.000,- Itu kalau ada source-nya dan cd writer. Ongkos mahal sekali dari Pusdai ke Cicaheum dan dari Cicaheum ke Cibiru. Hari ini banyak sekali pengeluaran.

Rambutku dipotong, anak-anak cowok pada menghina dengan model rambut baruku. Mereka yang memuji: Puri, Nuraeni, Sofi, dan Rizki. Mereka yang mengolok: Dian, Robbi, dan Uswah. Akh ternyata hari ini kebanyakan yang memuji. Aku terlalu memperhatikan komentar negatif. Padahal yang memberi respon positif lebih banyak.

Segala sesuatu pasti ada reaksi positif dan negatif. Semua kembali pada diriku, apakah lebih memperhatikan respon positif atau negatif. Teman-teman MKS-C belum pada tahu semuanya dengan rambutku yang selama ini dibiarkan panjang terurai sekarang dipotong.

Aku ingin tahu komentar Uly, Eka, dan Lia atau semuanya teman-teman MKS. Biarlah mereka memberi komentar negatif. Pasti mereka sudah tahu dan melihat wajah dengan rambut gondrong dan ternyata setelah dipotong mereka jadi tahu bahwa gua itu emang cakep. Haha…

Aku harus percaya diri. Aku pede dengan diriku sendiri. Inilah aku, lihatlah aku yang punya keunikan tersediri. Jangan pedulikan komentar negatif. Ambillah yang positif. Kalahkan pikiran negatif dengan pikiran positif. Bagaimana caranya positif adalah dominan adalah pertanyaan selanjutnya.

Barusan aku baru pulang dari kosan Rizki. Lalu mampir ke kosan Uswah. Aku gak mandi sore ini sudah biasa tidak mandi sore. Ternyata pengalaman orang lain begitu banyak. Jalan kehidupan setiap orang berbeda-beda. Setiap orang punya agenda masing-masing. Ketika kumohon pada Allah pertolongan, Allah mengirim tanda kepadaku bahwa banyak orang yang harus kubantu.

Doaku sekarang terjawab sudah. Amar makruf nahi mungkar. Dan yang kutahu hari ini bahwa aku cakep dengan gaya rambut baruku.[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori