Oleh: Kyan | 05/05/2005

Cacat Fisik Menggapai Rohani

Kamis, 05 Mei 2005

Cacat Fisik Menggapai Rohani

**

Hari ini hari libur. Perasaanku tidak optimal dalam memanfaatkan waktu. Terasa kurang sekali waktu untuk mengerjakan segala kewajibanku. Kewajibanku lebih banyak daripada waktuku. Tadi seharian aku ngapaain saja di kosan, tidak banyak yang kulakukan. Sampai gak sempat belajar matakuliah Manajemen Operasi.

Aku tidur sampai jam sembilan pagi, bangun dan mandi, lalu datanglah teman yang mau merental komputer. Sempat menganalisis data BPS sebentar, lalu cuci piring, dan menonton sebentar film tentang nabi Musa. Melakukan semuanya sampai jam tiga sore. Memasak nasi dan membaca tafsir dan melanjutkan buku tulisan Cak Nur.

Perasaanku, waktuku terbuang begitu saja. Aku malah membaca buku umum daripada belajar pesiapan UTS. Aku harus ridha dengan keadaan sekarang ini. Aku ridha. Keadaan seperti inilah yang terbaik bagiku. Ini adalah takdir yang harus aku terima.

Kenapa sih aku selalu gelisah. Terima saja keadaanku sekarang ini. Kenapa aku takut kalau nilai UTS nanti pada jelek. Apakah dulu aku merasakan seperti ini sewaktu semester ketika meraih IP tertinggi Jadi ketakuatanku sekarang adalah tidak bisa mempertahankan IP-ku yang tertinggi.

Hasil adalah cerminan dari proses. Kalau proses optimal maka hasilnya pun akan memuaskan. Aku berpikir aku bisa menjadi yang terbaik. Asalkan aku bekerja dengan baik, percaya dan yakin pada Allah. Bekerja lebih dari yang orang lain lakukan. Lebih selangkah dari langkah-langkah orang lain, bila tidak bisa melebihi batas kewajaran orang lain. Apakah aku sudah melakukannya?

Ada temanku yang memang sangat brilian. Syahril Muhaemin atau disapa akrab Aril. Dia sampai bisa baca koran Republika, Galamedia dan mengajar. Sedangkan aku yang selalu ada di kamar gak sempat untuk belajar. Apakah karena bosan atau monoton, atau karena stress tidak punya uang. Sekarang sudah mengantuk untuk bisa belajar persiapan UTS.

Bagaimana nanti jika sekarang tidur dan besok paginya baru persiapan UTS, lalu pada datang lagi teman-teman ke kosanku yang mau merental atau memberi jasa pengetikan padaku. Akhirnya tidak optimal belajarnya. Jika sekarang kumulai lagi belajar, sudah tidak tahan dengan kantuk. Jadi selalu saja stress, maka pantas saja pada tumbuh jerawat.

Harus aku kembalikan semuanya pada Allah. Orang lain juga mungkin banyak masalahnya. Tapi mereka bisa memenajnya, meredamnya. Masalah adalah kehidupan itu sendiri. ketenangan itu datangnya dari Allah SWT.

Mengobati jerawat dengan facial tetap saja masih pada tumbuh jerawat. Tapi kan ada pengalaman oh begini kalau difacial di salon. Tapi hidup ini harus tenang dan ridha dengan apa yang telah terjadi. Aku ridha dengan apa yang terjadi pada hari ini. Biarpun aku jerawatan aku ridha dan pasrah pada-Nya.

Aku sudah berusaha minum jamu Habbassauda, facial wash seminggu sekali Rp 20.000,- sudah banyak minum air putih, menghindari makanan berlemak, dan menghindari stress sebisa mungkin. Aku sudah berusaha namun toh tetap masih tumbuh jerawat. Inilah yang terbaik bagiku. Aku ridha dengan keadaanku hari ini. Dan aku tidak stress.

Aku ridha rambutku dipotong meskipun kurang pantas karena dahiku agak lebar. Ini tanda orang cerdas. Telinga kananku tidak berfungsi, tidak mendengar. Jadi maklum kalau kurang pendengaran. Mataku sudah minus. Dadaku yang sebelah kiri tulangnya bengkok ke dalam. Gigi taringku dua biji dicabut karena sudah keropos, akibat masa kecil jarang menggosok gigi. Tak ada yang mengajarkan tentang kebersihan. Apalagi untuk merawat gigi dan kulit, menyuruhku mandi dan menggosok gigi. Jadinya gigiku sering kena sakit dan ketika SMU baru dicabut dan diganti dengan gigi tiruan.

Yang tahu hanyalah aku sendiri. Biarlah aku sendiri yang tahu dan yang sempat baca catatan harianku ini yang akan tahu segala kekuranganku. Mungkin yang membaca catatan harianku ini adalah istri dan anak cucuku.

Memang aku tidaklah sempurna. Namun kesempurnaan rohani aku selalu berusaha untuk menggapainya. Aku bahagia hari ini meskipun UTS Manajemen Operasi susah mengisinya. Makanya semua materi harus dibaca semuanya.

Aku kangen pulau Batam. Di sana aku bisa berpenghasilan dan serba berkecukupan. Aku sekarang kuliah dan suatu saat aku akan pergi ke luar negeri melanjutkan sekolah dengan beasiswa. Impianku ingin menjadi staf ekonomi OKI, Dewan Syariah Nasional, dan menjadi pengusaha. Tentunya jadi pengajar di berbagai universitas, pembicara handal soal ekonomi syariah dalam seminar.

Istriku cantik salehah dari keturunan mulia dan anak-anakku ganteng dan cantik saleh salehah. Patuh pada orang tua selagi dalam kebenaran dan berani melawan kedzaliman. Aku harus belajar optimal. Sekarang aku akan mengoleksi buku-buku ekonomi syariah, selain buku-buku tafsir, filsafat dan sastra. Aku harus belajar menurut metodeku sendiri. Karena setiap diri adalah unik, maka akupun unik.[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori