Oleh: Kyan | 10/05/2005

Beli Beras dan Buku, Bukan Untuk Konsumtif

Selasa, 10 Mei 2005

Beli Beras dan Buku, Bukan Untuk Konsumtif

**

Senin pagi sekali aku bersiap-siap ke kampus mau bertemu Cacang Mulyana. Dia yang tahu letak kantor Pegadaian Syariah. Setelah di kampus eh dia gak ada batang hidungnya. Aku cuma ketemu anak-anak MKS-A. Sekalian aku ikut kuliah komputer bisnis saja, buat mengganti kuliah besok.

Mampir ke perpustakaan buat perpanjang peminjaman. Kutelepon Cacang, hapenya tidak aktif. Aku naik Damri saja membawa penuh kebimbangan antara harus ke Cicaheum atau ke alun-alun atau ke Palasari. Akhirnya kuputuskan ke Palasari saja dan nanti sore saja baru ke Cacang. Main ke Plaza dulu melihat-lihat komputer. Karena lapar aku makan kupat tahu di stasiun Cikudapateuh.

Panas terik matahari begitu menyengat. Jika setiap hari panas-panasan nanti kulitku jadi hitam legam. Ah itu persepsi saja. Saking lapar setelah berjalan kaki dari Plaza ke stasiun, makan kupat tahu terasa nikmat. Meskipun disana-sini terlihat kumuh penuh debu dan kotoran.

Di Palasari aku langsung menuju Mitra Ahmad menanyakan buku saku ESQ, eh belum ada. Sepertinya aku harus membelinya di Gunung Agung. Waktu Duhur tiba dan aku sempatkan salat Duhur di masjid Palasari. Selepas wudhu tiba-tiba kacamataku jatuh dan terinjak.

Syukurlah tidak pecah. Pulang salat aku mencari bukunya dilanjutkan di BBC. Mencari buku-buku ekonomi Islam. Akhirnya kubeli Tafsir Fi Zhilal jilid 8 dan 9, buku yang berjulu “Bank dan Lembaga Keuangan Syariah, buku saku filsafat Islam dan seri tokoh filsafat Mulla Shadra. Ini invetasi buku menghabiskan uang Rp 95.000,-

Bayarnya aku mau mencoba memakai debit ATM Muamalat. Katanya bakal kena cas tiga persen. Usulan dari petugas daripada mengambil dulu di ATM bakal repot lagi, lebih baik pakai debit ATM. Toh biayanya tak seberapa dibandingkan harus mencari-cari ATM. Nanti kalau beli buku mendingan cash saja daripada memakai ATM. Tadinya uang ini mau dipakai buat membeli springbed. Tidak apa-apalah semoga saja bulan depan bisa terbeli dan kalau dapat beasiswa.

Karena rencana mau janji ketemu Cacang, aku pulang naik angkot Cicaheum. Selama ini aku belum pernah naik angkot Kalapa-Caheum. Dan ketika sampai Cicaheum kutemukan hal-hal baru. Ini jadi pengalaman baru. Ternyata aku berkeliling Palasari-Caheum hanya membayar ongkos Rp 3.000,- Sedikit mahal tapi kuperoleh pengalaman baru.

Ikhlas itu lebih baik, terganti oleh mendapat info baru. Akhirnya aku jadi tahu kantor Pegadaian Syariah. Kutemukan kantor pegadaian, pulang dari sana aku mencari-cari jalan Yodkali penerbit Mizan.

Dan akhirnya baru kali ini aku menemukan lokasi penerbit Mizan.setelah beberapa hari lalu mencari-cari lokasi penerbit Mizan. Pulang ke Ujungberung dan sampai di Ujungberung ke ATM untuk kuambil semua uang. Kubelikan buat beli beras sekarung. Baru kali ini pula kubeli beras sekarung. Akhirnya uang tersisa Rp 40.000,- dari tabunganku sebesar Rp 400.000,- Memiliki banyak uang hanya bertahan dua hari saja. Boros sekali.

 

 

Aku membeli beras untuk bisa makan dan membeli buku untuk kebutuhan intelektualku. Makanya buku-buku yang kubeli harus tamat kubaca dan kuamalkan. Makanya aku lebih senang membaca buku-buku yang kubeli, daripada buku-buku yang dipinjam dari Bapusda atau buku teks book kuliah. Kenapa ya kecendrungannya seperti itu. Karena sudah kukeluarkan uang untuk membeli buku, dan sayang sekali kalau bukunya tidak tamat dibaca.

Hari Kamis aku menghadapi UTS MSDM. Karena hari masih Selasa, aku santai saja. Aku disibukkan membuat resume Marketing. Semua mahasiswa hampir sama hasil terjemahannya, karena banyak yang kopi-paste.

Lebih baik hari-hariku ingin kuisi dengan membaca buku yang kubeli kemarin. Seharusnya ada manajemen waktu, kapan saat untuk baca buku pelajaran dan kapan saat baca buku filsafat dan psikologi.

Selasa pagi kuliah Komputer Bisnis. Ada hal menarik dari isi kuliah bahwa aku harus sering memanfaatkan internet. Mereka yang memanfaatkan internet bisa mendapatkan uang dan kawan. Begitu juga pengetahuan bisa kuperoleh dari surfing. Selama ini aku hanya membuka e-mail dan kalau ada tugas baru buka internet. Minimal satu bulan sekali aku harus pergi ke warnet. Nongkrong di internet harus masuk pada agenda harianku.

Untuk agenda kemarin yang belum terlaksana adalah renang. Dan sekarang aku sudah punya sepatu. Maka aku harus sering lari pagi minimal satu kali seminggu, hari Minggu. Yang bagus tiga kali seminggu. Buat apa membeli sepatu mahal kalau dimanfaatkannya tidak maksimal.

Dalam membeli sesuatu harus yang dibutuhkan. Tidak untuk mengikuti hawa nafsu. Misalnya ketika aku membeli barang seperti beli buku dan yang lain. Syirik adalah perbuatan yang mengikuti hawa nafsu, men-Tuhankan harga benda, jabatan dan yang lain-lain.

Tapi aku beli barang yang memang dibutuhkan untuk memudahkan. Untuk membantu terciptanya ibadah yang khusuk pada Allah. Buku yang kubeli adalah untuk mencerahkan batin, membeli sepatu supaya bisa berolahraga yang membikin kita sehat. Dengan tubuh yang sehat kita bisa beribadah kepada Allah dan bisa membantu orang lain.

Pulang kuliah aku main ke kosan Uly Ajnihatin dan diteruskan ke Mitrasalur Ahad-Net. Ternyata aku belum tahu tentang komputer. Ia sudah lebih faham soal Excel. Aku harus lebih banyak bertanya pada yang ahlinya. Pergi ke Ahad-Net beli untuk membeli shampoo.

Ketika di angkot, kulihat dompetku dan ternyata uangku tinggal Rp 7.000,- Apa cukup buat beli shampoo. Aku yakin saja bisa dan ternyata bisa kubeli dengan uang yag ada. Walaupun hanya shampoo Wardah, yang penting bisa membeli sesuatu dari orang muslim lagi.

Akhirnya terwujudkan aku mendaftar ikutan Seminar Ekonomi Syariah di Unisba. Biayanya sebesar Rp 35.000,- Uangku cuma segitu-gitunya ditambah beli sehampo. Bagaimana buat sebulan kemudian? Semoga saja dapat beasiswa. Aku tawakal pada Allah saja.[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori