Oleh: Kyan | 18/05/2005

Demi Tugas Semalam Suntuk

Rabu, 18 Mei 2005

Demi Tugas Semalam Suntuk

**

Senin malam tadinya mau mengerjakan tugas Fiqh Muamalah, eh jam tujuh malah sudah tidur. Sampai aku terbangunkan oleh ketukan pintu kamarku sekitar jam sembilan. Rupanya ada satu kawan jurusanku yang datang, Kang Aril. Sejenak dan terpaksa dia balik lagi. Katanya takut mengganggu aku yang sudah tidur. Tapi referensi sudah kudapatkan sebanyak sepuluh buku, meski masih kurang.

Dan pagi-pagi aku harus menge-print tugas punya Irhandi. Hari ini dia mau persentasi makalahnya.  Alhamdulillah printernya jalan. Lalu aku ke kampus untuk mengikuti matakuliah Komputer Bisnis. Malah dosennya kagak ada juga. Bila sudah tahu begini dari awal, mendingan aku di kosan saja mengerjakan tugas. Selanjutnya kuikuti kuliah praktik komputer di fakultas. Hanya diadakan latihan ujian. Ternyata susah banget dan aku mesti sering latihan dan latihan terus.

Jam sepuluh aku pun pulang untuk segera mengerjakan tugas Marketing. Kertasnya mau habis, dan memang habis. Tugasku sampai belum kuprint, karena mengutamakan tugas orang lain. Salah sih membeli beras sekarung, sangat terlalu banyak. Jadi uangnya habis buat keperluan lain. Sekarang harus membeli kertas uang dari mana?

Selepas Duhur aku mulai mengerjakan lagi tugas. Hari ini juga anak MKS mau ada pertandingan turnamen badminton antar jurusan. Aku ingin nonton sementera tugas dalam satu hari ini harus keselesaikan. Aku lebih baik mengerjakan tugas daripada pergi ke lapangan. Karena hari ini yang lebih penting adalah kewajiban sebagai mahasiswa. Sementara menonton adalah kesenangan dan kesetiakawanan.

Akhirnya kuperleh uang untuk membeli kertas dengan uang pinjaman. Kalau kita hendak meminjam uang, aku harus yakin dulu bahwa aku mampu membayarnya. Aku harus rasional dalam soal keuangan. Jangan jadi budak hutang.

Terus-terusan aku mengerjakan tugas, bahkan sampai malam larut. Karena tanggung esok harus sudah dikumpulkan. Aku tidak tidur semalaman sampai jam empat pagi. Ketika sudah jam empat sebenarnya masih ingin terus mengetik, tapi sudah tidak tahan juga dengan kantukku yang terus meneror. Daripada tidak konsentrasi penuh, aku langsung jatuh tertidur, dengan komputer masih menyala.

Aku terbangun lagi jam setengah enam. Setelah kutunaikan sala Subuh aku melanjutkan mengetik lagi tugas. Karena belum dikonsep secara utuh, akhirnya susah untuk langsung dituangkan dalam pengetikan. Apakah kalau dikonsep dulu mengerjakannya akan bisa lebih cepat. Tapi aku yakin dengan langsung mengetik saja di komputer bisa segera selesai. Dan alhamdulillah sampai jam delapan pagi bisa selesai. Lalu Yedi sebentar ikut mengerjakan tugas. Eh komputernya malah mati sendiri. Aku harus segera membeli monitor baru.

Rabu pagi ada kuliah Marketing. Tugas menerjemahkan teks Inggris ke Indonesia dikumpulkan. Tugasku ikut juga ditolak, sama dengan tugas punya teman-teman. Soalnya kelihatan banget kopi-pastenya. Tidak sempat sih aku mengerjakan sendiri dan bahkan mengeditnya pun tidak sempat. Waktu habis oleh mengerjakan tugas Fiqh Muamalah, karena takut tidak bisa selesai yang harus dikumpulkan hari ini juga.

Dosen Marketing, Pak Iza jago bahasa Inggrisnya. Aku belum bisa bercakap-cakap bahasa Inggris, bagaimana ini. Sementara rencanaku ingin bepergian ke luar negeri. Sekarang aku harus belajar segera. Bisa dari menonton film english dan menerjemahkan tugas oleh sendiri atau lagu-lagu berbahasa Inggris.

Uly Ajnihatin ingin ikut ke kosanku. Kalau berjalan berdua takut kena fitnah, mAkanya kuajak Rurry ke kosanku. Pokoknya aku gak boleh marah padanya, meskipun tugas kelompok hanya dihandel sendiri. Ternyata dia sangat perhatian. Rupanya ia membeli pisang dua potong. Tinggal sepotong lagi tadinya mau dia makan, tapi ia berikan padaku.

Dia bilang tidak bisa ikut mengerjakan karena dia sedang sibuk membuat proyeksi keuangan satu tahun ke depan di tempat dia kerjanya. Jam sebelas dia pun pulang meminjam cd kumpulan lagi-lagu. Waduh, dia bawa aku baru ingat ternyata di dalamnya juga ada banyak gambar pornonya. Wah jadi bagaimana aku menahan malu. Nanti ketika ia membukanya , terus tahu teh Ulfah bagaimana aku menahan malu.

Nanti aku disangka yang bukan-bukan. Mungkin mereka akan bilang ternyata Vyan tuh orangnya seperti itu. Aku harus tenang dan ini harus jadi pelajaran. Kalaupun mereka sudah tahu, biarlah. Lagian cd itu mau dibuang. Tapi kupikir-pikir lagi sayang juga didalamnya juga ada banyak koleksi lagi-lagu bagus. Nanti harus kutanyakan ke dia apakah sempat terbuka gambar pornonya.

Komputer malah ngadat lagi, monitor mati lagi. Setelah sejam dipukul-pukul printernya tetap gak menyala lagi. Ada waktu sejam lagi untuk dikumpulkannya tugas Fiqih Muamalah.

Terpaksa aku menyelesaikan tugas di rental. Mungkin ini sudah jatah rizeki tukang rental. Dan alhamdulillah selesai juga tugas Fiqh Muamalah. Meski tidak sempurna sebagaimana yang kuharapkan. Aku tepat mennumpulkan jam dua siang. Menyelesaikan tugas mata kuliah Fiqh Muamalah telah menghabiskan dana Rp 28.000,- dan anggota kelompokku harus iuran sementara aku tidak. Karena aku yang mengerjakannya.

Dari uang yang kuperoleh, aku mencoba enak makan. Kubeli ati ayam hargaya Rp 4.000,- Sekali-kali aku harus makan enak, supaya nilai gizinya ada dan bisa membikin aku sehat dan otak jadi cerdas. Mana bisa otak terus diperas sementara asupan gizi sangat miminm.

Jam tiga sore saatnya kami melakukan teman window shopping ke Bank Muamalat Buahbatu. Biarpun bukan kelompokku tapi ini bakal menjadi ilmu. Di sana aku mengecek ATM yang ternyata ibuku sudah mengirim uang. Padahal baru seminggu beliau mengirim Rp 400.000,- dan sekarang mengirim Rp 250.000,- Begitu besar pengorbanan seorang ibu pada anaknya. Mudah-mudahan beasiswa juga bisa segera cair yang katanya sebentar lagi. Beasiswa yang lain belum difollow-up. Aku tidak boleh menyia-nyiakan pengorbanan seorang ibu. Makanya aku harus belajar dengan sungguh-sungguh.[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori