Oleh: Kyan | 23/05/2005

Pornografi, Psikotes, dan BIP

Senin, 23 Mei 2005

Pornografi, Psikotes, dan BIP

**

Obrolan di MQFM Minggu pagi membicarakan tentang pornografi dan pornoaksi. Narasumbernya adalah Ibu Neno Warisman. Pornografi dan pornoaksi dikatakan sudah ada sejak nenek moyang. Pornografi itu ada, cuma ada batasan-batasannya. Boleh ada tapi hanya sebatas di remangnya kamar dan dalam ikatan pernikahan saja.

Jadi bukan berarti kita harus anti pornografi, tapi bagaimana kita menyikapi pornografi-pornoaksi yang sudah masuk ke ranah publik di jaman sekarang ini. Memang hukum dasar kapitalisme bila sesuatu dapat mendatangkan uang, bisa menjadi mesin pundi-pundi keuangan yang maha Esa, apapun dapat dijadikan komoditi.

Maka sikap kita mengenai pornografi sekarang sangatlah terlarang dan fenomena saat ini sudah tidak boleh ditolelir lagi. Itu sudah merupakan dosa besar. Lalu kenapa juga ada wanita ketika dieksploitasi, mereka diam saja seolah sama-sama menikmati. Ketika golongan kaumnya direndahkan, mereka tetap saja diam seolah senang dan tenang diperlakukan begitu. Allah telah memuliakan kaum perempuan, sementara dirinya membiarkan tergerus sampai ke dasar kehinaan.

Bagi laki-laki sebagai partner-nya haruslah dapat mengingatkan. Wahai para lelaki belajarlah untuk menghargai kaum perempuan. Melalui sikap kita yang sopan dan dengarlah keluh kesahnya. Bila kita ingin disedapkan oleh keindahan perempuan, maka perempuan ingin bisa didengarkan. Bersimpatilah dan jangan bersikap tidak sopan memelintir harga dirinya. Jangan memotong pembicaraannya dan pujilah atas prestasinya, serta bantulah segala kebutuhannya.

Membantu bukan maksud menganggap mereka lemah. Tapi mereka pun seperti halnya laki-laki sangat butuh perlindungan dan pengayoman dari pasangannya. Sebagai lelaki setia dan bertanggungjawab, aku ingin selalu berusaha untuk melakukan itu semua.

 

**

Minggu pagi oleh Amy, teman sekamarku aku diajak mengikuti latihan psikotes. Aku pun bersedia karena seperti anjuran ketua jurusanku bahwa kita harus sering latihan psikotes. Meski sudah kupunya buku latihan psikotes, tapi itu tidak cukup.

Psikotes berjalan lancar dan aku bisa kenal dengan kawan baru bernama Aep, mahasiswa BSI: Bahasa dan Sastra Inggris. Begitu selesai psikotes jam dua siang, segera kutunaikan salat Duhur dulu di masjid kampus. Karena sejak pagi Veri sudah menunggu mau jalan-jalan ke BIP.

Tiba waktu salat Ashar dan kami salat di masjid al-Ukhuwah Balaikota. Seperti kejadian yang menimpaku semasa SMA dimana aku sering main ke masjid ini, ada kejadian menghebohkan. Ada jamaah yang kehilangan sepatunya. Terjadinya kehilangan karena sering tidak sadar, atau menganggapnya akan aman, padahal bila sekilas saja menaruh sandal atau sepatu begitu saja, akan menerima kesialan alas kaki dimaling orang. Lebih baik kemanapun membawa plastik dan ketika hendak memasuki masjid dimasukan saja sepatu ke dalam tas. Jangan sekali-kali kejadian lalu menjadi terulang dan terus berulang.

Sampailah kami di Gramedia. Ada begitu banyak buku dan aku ingin membeli dvd Tafsir al-Mishbah yang harganya Rp 30.000,- per keping. Ingin juga kaset nasheed Seismic, tapi buat apa kalau gak punya tapenya. Jadinya tidak membeli apa-apa akhirnya disana.

Setelah itu menyeberang ke BIP, mau mengunjungi tokobuku Gunung Agung. Disana baru aku bisa membeli buku saku ESQ, pembolong kertas, dan tali arsip dokumen. Memang tujuanku jalan-jalan kesana untuk membeli buku saku ESQ yang sejak bulan kemarin ingin kubeli buat hadiah. Semua belanjaku menghabiskan Rp 30.000,- dan bila ditambah ongkos, maka dalam satu hari aku menghabiskan uang Rp 34.000,-

Waktu Maghrib dan Isya masih di jalan dan sampai Cibiru sudah jam sepuluh malam. Jalan-jalan sejak Duhur sampai malam cukup melelahkan. Ingin segera tidur, tapi ingat pada jemuran pakaian. Aku dibuat kesal dengan keteledoranku sendiri. Menanak nasi tadi pagi lupa menekan tombolnya.  Pantes sampai kiamat pun tak akan masak nasinya.

Padahal aku sudah lapar banget. Beruntung tadi sebelum sampai di kosan, Veri mentraktirku makan bubur kacang di warung pinggir jalan raya Cibiru. Memang Duhur sempat makan. Panitia psikotes memberi kami konsumsi. Tapi belumlah cukup mengisi dan berproduksi. Veri menginap di kosanku.

Dan karena tadi pagi sudah kubilang pada Pay Tompel, penghuni kamar atas orang Batam itu, aku mau mengback up data di komputernya. Meski hari sudah malam aku menuju kamarnya dan ia bersedia waktunya diganggu. Sekalian kami mengobrol-ngobrol yang katanya dia di Bandung untuk tugas intelegen. Wah, dia memang tertutup diantara pergaulan anak-anak asrama. Mungkin aku bisa akrab dengannya karena aku pernah di Batam sebagai tempat asalnya dia.

Terpaksa aku tertidur jam duabelas malam lebih. Tadinya buku poket ESQ mau segera kusampul pakai isolasi supaya tidak cepat kotor. Astaghfirullah, mohon ampun kepada Allah kutunaikan salat Maghrib dan Isya dijama’. Mungkin sekalian saja kutunaikan salat Tahajud.

Dini hari kemarin aku sempat salat Tahajud, selanjutnya ke masjid untuk salat subuh berjamaah. Selepas wiridan dilanjutkan membaca Tafsir Fi Zhilal dan berlari pagi. Terasa damai bila hari libur ini bisa melakukan segala hal. Kalau bangun sebelum Subuh membuatku tidak enak, tapi kalau bangun kesiangan pikiran sering ruwet.

Kalau ingin bangun sebelum Subuh, tidur harus lebih awal. Kira-kira setelah salat Isya langsung tidur. Tapi aku tidak bisa bebas dari jerat-jerat belajar dan mengerjakan tugas. Sebagai mahasiswa ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Tapi bersyukur hari ini aku dan Veri bisa jalan-jalan ke BIP, untuk tahu perkembangan dunia perbukuan saat ini.

Senin pagi di kampung bertemu Angel Wings di kampus. Ada kuliah Manajemen Keuangan sebagai pengganti Sabtu yang dosennya tidak bisa hadir. Dia bilang Minggu siang dengan sepupunya datang ke kosanku, malah aku tidak ada. Katanya mau minta tolong diperbaiki lagi komputernya yang ngadat. Ngadat lagi rusak lagi.

Menghadapi UTS, aku harus belajar. Tapi tugas menulisku belum usai. Masih banyak yang harus kukerjakan dan masalah komputerku sendiri bermasalah lagi. Mungkin karena ceroboh, floppynya disk-nya tidak jalan. Padahal Dian butuh banget mau nge-save file. Dulu kayak gini juga, penyebabnya akibat salah memasukan kabelnya. Seorang muslim jatuh ke lubang yang sama dan tidak boleh itu.

Dian bersedia mengantarku ke Kandaga. Cuma inginku ke Buahbatu dulu, untuk membeli kartu Syar-E di Bank Muamalat. Sementara Dian ingin langsung ke Kandaga. Pahami dulu keinginan orang lain, baru ungkapkan keinginan sendiri. Berpikir memang-menang, win win solution atau jalan tengah.

Akhirnya keinginanku terlaksana karena aku memberi alasan yang cukup logis. keberhasilan negosiasi, sebuah latihan dan pembelajaran. Tapi kartu Syar-E katanya bisa aktif jam setengah lima. Walah padahal uangnya buat membeli floppy-disk. Aku takut tidak sesuai rencana bisa membeli floppy.

Sampai di Kandaga kubawa floppy-disk yang rusak punyaku dan kutanyakan harganya floppy-disk second. Ternyata floppy-disk yang kupunya masih bisa diperbaiki. Memang kalau sesuatu diserahkan pada ahlinya ada jalan keluarnya. Kerusakan yang pertama sehingga membeli lagi, dulu aku main hancurkan saja padahal itu masih bisa diperbaiki.

Begitu dulu karena pengaruh omongan kawanku, Noval Firadus. Dia bilang daripada memperbaiki mendingan beli baru saja. Makanya sekarang jangan gampang percaya dan mestinya bertanya dulu pada ahlinya. Tibanya kehancuran bila segala sesuatu diserahkan pada bukan ahlinya, begitu sabda Nabi.

Hanya floppy-disk yang kupunya bisa selesai diperbaiki besok hari. Sementara hari ini juga sangat dibutuhkan. Kubeli akhirnya yang second dengan harga Rp 30.000,- dan masalah lagi. Setelah dicoba di komputerku floppy-disk yang kubeli tidak jalan juga. Masalah oh masalah. Tadi sih gak dicoba dulu disana. Aku pasrah saja.

Padahal sore ini aku sudah ditunggu Veri dan Yedi mau main ke rumah Yedi di Cililin. Sejak siang mereka sudah menungguku di kamar kosanku, sementara aku kesana-kemari mencari floppy-disk yang juga tidak kelar. Tiap hari kesana-kemari. Tapi tidak apa-apa yang penting ada hikmah yang dapat diambil. Perjalanan hidup adalah pembelajaran.[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori