Oleh: Kyan | 01/06/2005

Ngaliwet di Kosanku

Rabu, 01 Juni 2005

Ngaliwet di Kosanku

**

Lagi dan lagi. Semua dosen matakuliah di hari Rabu ini gak ada semuanya. Beruntung sekali aku jadi punya kesempatan buat persiapan persentasi Fiqh Muamalah tentang kredit. Tapi tetap saja aku merasa gak optimal persiapannya.

Di kampus tak ada kegiatan, kelompok Kreditku pulang ke kosanku untuk persiapan persentasi. Ternyata tidak hanya kelompokku yang ikut, ada lebih dari sepuluh orang pada main ke kosanku. Sebelumnya mereka sudah berjanji mau ngaliwet di kosanku. Mumpung ada kesempatan saat semua dosen tidak pada datang.

Mereka yang ikut: Uly Ajnihatin, Puri Rahma, Ruri, Ida, Nuraeni, Rini Komala, Dudi Abdul dan Veri Kusnendar. Memasak kangkung dan sambal. Meskipun seadanya sungguh menyenangkan sekali. Walaupun tadinya hari ini di kosanku mau diskusi kelompok buat persentasi Kredit.

Terpaksa diskusinya ditunda, kami memasak dulu sampai tiba adzan Duhur. Aku hanya takut mengecewakan dia, soalnya waktu luang dia ketat banget. Mungkin agenda dia dan kedatangannya ke kosanku buat diskusi kredit. Ini malah masak-masak. Beruntung setelah makan-makan, teman-teman yang bukan kelompokku pada pulang. Akhirnya kelompok kami bisa memulai diskusi.

Diskusi sedang berjalan, terpotong ada orang yang mau merental. Uus, anak PAI yang kukenal dulu ketika bimbingan ujian masuk di Furistif. Dia sibuk mengetik sementara diskusi kami lanjutkan. Acara diskusi terhenti sampai Ashar. Berhubung karena mau hujan gede, jadi terpaksa acaranya ditutup. Padahal saat-saat seperti itu adalah saat-saat menyenangkan. Aku bisa mengobrol banyak dengannya.

Kenapa sih aku selalu menyinggung dia. Katanya dia gak terlalu cantik. Tapi kenapa dia begitu memikat hatiku. Mungkin karena aku sudah melihat kelebihan-kelebihannya. Cantiknya biasa saja, tapi semangatnya itu yang membuatku terpesona. Dengan semangatku yang lemah, dia bisa mensupportku. Tidak hanya bersemangat lemah, aku kalau mengobrol kadang susah bercanda. Tidak hanya menurutku, tapi dalam pandangan teman-temanku bahwa aku orangnnya terlalu serius. Memang pembawaanku sejak kecil begitu.

Aku siap persentasi besok. Tadi sudah didiskusikan dengan teman-teman. Aku harus percaya diri bahwa aku bisa dan mampu melakukan semua agendaku. Besok harus lebih giat lagi memahami tentang kredit.

Dan bahagia sekali karena persentasi dapat berjalan cukup sukses. Mungkin karena pagi hari aku bahagia selalu. Aku bisa bangun jam empat pagi. Alhamdulillah aku sempat salat Tahajud dan sahur. Hari ini aku bisa Shaum. Sudah lama banget aku tak punya kesempatan shaum sunnah.

Yang jadi pikiran sekarang aku ingin beli kasur. Tapi harganya mahal Rp 400.000,- merek Swallow. Kalau beli yang murah Rp 200.000,- kata orang cepat kempes nantinya. Ingin beli speaker lagi. Kok banyak keinginan sih. Aku harus memprioritaskan membeli kasur.

Bagaimana bisa mengumpulkan uang buat membeli kasur, kalau setiap pegang uang ingin cepet-cepet ke Palasari buat membeli buku. Dari sekarang aku ingin mengumpulkan uang buat biaya roadshow ke Tazkia. Katanya biayanya Rp 150.000,- nanti tinggal bilang saja pada ibu. Cinta seorang ibu direalisasikan dalam pengorbanannya. Allah yang lebih mencintai ibu terhadap anaknya, pasti kasih sayang-Nya melebihi segalanya.

Dalam persentasi Kredit, aku bisa berbicara dan kata-kataku bisa dimengerti oleh orang lain. Aku bisa bercerita dan imajinasiku tinggi. Karena aku sering menulis catatan harian. Bila orang lain bisa, akupun pasti bisa. Aku harus terus melatih kemampuan bicara.

Tapi aku takut pembicaraan bisa menyakiti orang lain. Aku tak boleh menyakiti siapapun. Aku ridha terhadap apa yag telah terjadi hari ini. Aku bahagia. Aku tenang aku bisa membahagiakan orang lain. Aku tidak menjadi ancaman bagi orang lain. Aku bahagia.

Bila bahagia, kenapa harus sedih, kenapa mesti minder. Kenapa ingin selalu jadi yang terbaik. Kenapa ingin jadi paling pinter, kenapa harus mengeluh, kenapa harus takut, kenapa harus iri? Semuanya seperti menimpaku hari ini.

Aku bukan manusia super, tapi aku adalah yang begini adanya. Kepribadianku ya ini, orang lain ya orang lain yang begini begitu. Sedangkan aku adalah aku. Aku punya kelebihan tersendiri dan orang lain memiliki kelemahan pula.

Apakah aku kurang bersyukur? Padahal begitu banyak anugerah yang telah kudapat hari ini. Aku bisa menikmati hidup, bisa makan, bisa kuliah, dan yang paling penting adalah Allah masih tetap memberiku hidayah Islam dan kesehatan. Aku Islam. Tapi aku ingin berbuat yang terbaik, yang optimal berdasarkan sekemampuanku. Memang beginilah aku.

Pagi-pagi sudah berangkat kuliah. Sekalian mau mengikuti kuliah Manajemen Operasi dengan kelas B. Asyik juga ikut kuliah dengan kelas lain. Makin menambah keakraban dengan teman-teman kelas lain. Kalau pada anak-anak yang selevel, aku begitu akrab dan banyak yang kenal. Tapi kalau anak senior Muamalah kurang sekali.

Aku tidak menutup diri, cuma aku jarang ngomong kalau di forum organisasi. Aku jarang sekali bertanya dan berpendapat. Bukan aku tak berani, tapi bingung dengan apa yang mau diomongkan dan bagaimana mencurahkan ide-ide itu ke dalam untaian kata-kata yang pas, menarik dan mengandung makna yang dalam. Katanya sebenarnya kalau berbicara semua orang pasti bisa, tapi kalau menulis jarang sekali yang bisa. Katanya diperlukan kerja keras untuk berusaha menjadi penulis.

Aku hanya sering menulis catatan harian untuk melatih brainstorming. Tapi untuk melatih bicara aku jarang melakukannya. Tapi orang lain malah sebaliknya lebih banyak berkata-kata dibandingkan menulis. Aku harus mampu di kedua-duanya. Aku bisa, buktinya lihat saja!

Komputerku bermasalah lagi, gara-gara memasukkan program virus Anti-Trojan dan AVG. Dengan komputerku pentium satu dan hardisk 2GB, apakah terlalu berat? Tapi malam sempat berjalan normal loading-nya. Cuma monitornya keburu mati. Aku lupa sewaktu komputer jadi bagus lagi apa yang kutekan. Kalau gak salah aku menekan win32. Tapi setelah dicoba lagi tak bisa menyala.

Ada saja masalah dengan komputerku. Hidup memang penuh masalah. Sikap kita terhadap masalah bagaimana menyikapi masalah. Tenang saja, toh nanti akan baik-baik saja.[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori