Oleh: Kyan | 07/06/2005

Tidak Benci Pada Semuanya

Selasa, 07 Juni 2005

Tidak Benci Pada Semuanya

**

Sore hari aku ke Ujungberung. Tadinya mau menabung di BMI, aku mampir dulu ke ATM. Kucoba melakukan penarikan dan ternyata ada saldo Rp 200.000,-  Rasanya ibu baru saja kemarin mengirim uang sebesar Rp 350.000,- di tanggal satu Juni, sekarang tanggal enam sudah mengirim lagi. Jangan-jangan ada suatu lain hal.

Terima kasih ya Allah. Terimakasih ibuku. Pengorbananmu terhadap anakmu begitu besar. Doakan supaya aku bisa berbakti padamu. Ibuku menyuruhku menelpon. Mungkin ibuku kangen ingin mendengar suara anaknya. Tapi aku takut menghabiskan uang banyak. Tapi dipikir-pikir uangnya juga semuanya dari ibu. Jangan-jangan ibu mengirim uang untuk disimpan, soalnya nanti bulan delapan mau pulang dari Batam.

Aku tak boleh mengapa-apakan uang itu. Tapi kalau aku kepepet, tak apa dipakai dulu. Sementara aku masih menunggu uang beasiswa cair. Perlu ditanyakan ke Aceng, soal bagaimana kelanjutannya TGA itu, beasiswa Tjut Nyak Dien itu.

Aku mungkin bisa mengajukan beasiswa lewat Fakultas. Itu juga kalau nilai IP-ku bagus. Kemarin aku memperoleh nilai terbaik di satu jurusan kuliahku. Biar kudapatkan beasiswa, aku harus bisa mempertahankannya.

Tentang status ayahku. Dalam persyaratan beasiswa apakah perlu ayahku dianggap sudah meninggal saja. Padahal dia masih hidup. Tapi kalau hidup mana pengorbanannya sebagai ayah pada anaknya. Apa dia peduli terhadapku. Makan enggaknya aku apa dia peduli. Mungkin dia setiap malam selalu berdoa untuk keselamatan anaknya. Beliau menyerahkan sepenuhnya pada Allah saja. Karena secara materi jelas dia tidak mampu memberikan yang terbaik.

Yang menakdirkan lika-liku kehidupan begini hanya Allah. Aku tak boleh benci siapapun. Namun aku terkadang rindu akan figur seorang ayah yang bisa jadi teladan hidupku. Yang senantiasa memberiku dorongan dan semangat menuu masa depanku. Tentang bagaimana mencari istri yang baik, mendidik anak yang bijak ingin kuperoleh teladan dari seorang ayah.

Aku harus mencontoh kepada siapa yang paling dekat. Mungkin jawaban ideal adalah Rasulullah. Aku tidak tahu bagaimana kehidupan Rasulullah dalam lingkungannya sehari-hari. Mungkin sebagai pedoman hidupku adalah Alquran dan buku-buku. Makanya aku mengumpulkan buku-buku ‘How To’, supaya menjadi penunju jalanku. Harapanku adalah diriku sendiri.

Aku harus menunjukkan diriku yang terbaik dalam menempuh hidup ini. Menempuh bahtera rumah tangga, mendidik anak, bergaul dengan masyarakat dan dunia ini. Aku menampilkan yang terbaik dalam kehidupanku. Akulah yang terbaik dalam hidupku.

Aku ingin mencoba bekerja kalau sedang liburan semester. Aku harus mendapatkan pekerjaan biar mendapatkan uang. Aku ingin membeli hape dan kasur. Hape sekarang bukan buat gaya saja, tapi sebuah kebutuhan yang sangat penting. Karena tidak ada komunikasi akhirnya segala tidak efektif dan efesien. Untuk jadwal kuliah yang digeser, aku sering tidak tahu ada perubahan mendadak.

Mungkin kalau punya hape relasi kian bertambah wawasan, dan aku bisa memberikan perhatian pada teman-temen, khususnya padanya. Meskipun masih banyak cara untuk memberikan perhatian pada mereka. Jangan diperbudak oleh teknologi. Bukannya orang sekarang banyak yang menyerahkan dirinya untuk diperbudak?

Sementara uangku di ATM baru punya Rp 150.000,- dan buat makan Rp 30.000,- bisa cukupkah sampai akhir bulan. Aku harus menghemat pengeluaran dan tak boleh membeli apa-apa lagi.

Tadi malah beli VCD cleaner dan kertas A4 satu RIM kemahalan lagi. Belum persediaan tinta printer. Tapi kan itu investasi buat mendapatkan uang lagi. Aku tak boleh boros uang. Makanya ketika di Kandaga bertemu teman yang menawarkan memori yang dijual murah, dengan berusaha sehalus mungkin menolaknya. Kulihat dia seperti mengiba-iba barangnya harus dibeli. Seperti dia mau menangis saja seperti meminta belas kasihan. Mungkin dia sedang sangat butuh uang.

Tapi aku mau membeli kasur dan speaker yang sedang jadi prioritas. Bulan Juli aku harus bisa membeli kasur di Panyileukan yang orang bilang harganya miring. Moga saja bisa yang seharga Rp 300.000,- ada pula yang bilang harganya Rp 400.000,-

 Sebenarnya usaha apa yang harus kulakukan. Dari kegiatan menulis, atau membuat buku. Orang lain saja bisa menulis buku, kenapa aku belum bisa. Aku harus terus melatih menulis. Aku harus kursus menulis di Mizan Learning Center (MLC).

Aku harus melatih diri menulis puisi, cerpen, novel dan lain-lain. Aku ingin tulisan artikelku dapat dimuat di media massa. Aku yakin bisa, asal tidak berhenti berlatih. Aku harus banyak membaca buku-buku cerita.

Nanti tanggal 2-8 Agustus mau ada Pameran Buku. Diskonnya sampai limpuluh persen. Sejak sekarang aku harus mengumpulkan uang buat belanja buku. Mumpung diskon setengah harga. Nanti membelinya yang diskon paling besar.

Di pameran buku tahun kemarin aku belanja buku sampai Rp 350.000,- itu karena Dian menawariku pinjaman uang sebesar Rp 200.000,- buat membeli buku. Ia bilang, itung-itung investasi.

Dari beasiswa bisa kuperoleh uang buat beli buku. Dengan surat keterangan tidak mampu, aku bisa mengajukan keringanan setengah bayar SPP, maka setengahnya itu untuk dibelikan buku. Beasiswa TGA Cut Nyak Dien Foundation kok belum keluar-keluar. Tindak lanjutnya mesti ditanyakan segera ke Aceng. Pengajuan beasiswa ke perusahaan gak ada yang nyangkut juga. Memang belum rezekinya.

Darimana lagi peluang supaya mendapat penghasilan? Dalam liburan nanti aku harus bisa membeli hape. Aku harus mencari kerja untuk bisa membeli hape. Malu tidak punya hape. Bahkan makan harus lebih hemat. Tanpa uang susah menghasilkan sebuah karya. Aku harus bersabar dan bersyukur.[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori