Oleh: Kyan | 13/06/2005

Logo MKS, Rumi, dan Bapusda

Senin, 13 Juni 2005

Logo MKS, Rumi, dan Bapusda

**

Hari Ahad, aku gak kemana-mana. Hanya bersih-bersih kamar dan mengubah tata buku koleksiku. Cucian banyak banget yang harus ditunggu sampai kering. Kamar terasa sempit gara-gara ada kursi busa. Bagaimana kalau kursi busa kukeluarkan saja dari kamarku. Tapi mesti segera membeli kursi plastik, buat meja komputerku. Selalu saja ada kebutuhan. Bagaimana duduknya orang yang merental, kalau gak ada kursi.

Seharian aku merancang logo MKS. Terinspirasi logo Paramadina dan Lutfy Agency yang memakai kaligrafi. Makanya logo MKS bentuknya ingin seperti kaligrafi. Tapi ini tulisan latin, maka kucoba mereka-reka huruf MKS supaya berbentuk bintang. Seperti logonya GMP, Gerakan Mahasiswa Progresif.

Kudengar ceramah di radio. Temanya tentang nikmat bekerja. Membedah buku karya pak Dudung, manajer MQTV. Berlanjut ke acara resensi buku tentang menjaga pandangan. Apakah aku sudah mampu menahan pandangan?

Kubaca buku tokoh filsafat Jalaudin Rumi, sang penyair agung pendiri sufi Maulawi, “yang terhormat” dari Anatolia. Syair-syairnya dalam Matsnawi sekarang sedang digemari di dunia Barat. Rumi yang seolah bintang kehidupan di negeri Barat, tapi kering di dunia Islam sendiri. Bahkan ada yang tidak tahu siapakah Rumi.

Pandangan Rumi tentang kesatuan eksistensi. Kebenaran Eksistensi berarti tidak ada yang hakiki kecuali al-Haqq. Ana al-Haqq adalah ekspresi kerendahan hati yang besar. Karena justru ketika mengatakan “Ana al-Abd adalah bukti perkataan kesombongan. Karena sudah menyatakan ada dua eksistensi.

Bagi Rumi hal pertama yang diciptakan Tuhan adalah cinta. Manusia ibarat buah, buah dari cinta. Allah  menciptakan manusia, agar alam semesta terungkap. Sang manusia sempurna (insan kamil) adalah proses dari evolusi. Semua orang berpotensi menjadi manusia sempurna. Untuk mencapa itu Allah menganugerahkan kehendak bebas (free will) dan pengetahuan sejati.

Takdir adalah hukum kehidupan sebab akibat yang mencapai tahap tertentu. Pengetahuan sejati ada pada diri manusia. ‘Cinta harus dialami, bukan dijelaskan’ Seperti mana bisa menjelaskan rasa buah apel kepada orang yang belum pernah makan apel. Cinta dapat mempercepat perjalanan manusia kepada Tuhan. Manusia mengalami petualangan yang sangat panjang untuk sampai pada Tuhan. Dan perjalanan bukan hanya di dunia, tapi perjalanan terus berlanjut.

Maka dalam Hindu ada reinkarnasi dan Darwin meneguhkan teori evolusi adalah salah satu puzzle-puzzle pengetahuan untuk mencoba memahami makna dan menyibak neomena. Semua agama terdapat kesatuan transendental dalam hakikatnya, dalam esoterisnya. Hanya terdapat perbedaan cara berekspresi atau sisi eksoteris-nya saja yang berbeda, meski bertujuan sama.

Tapi sayang buku yang sedang dibaca kutemukan cacatnya. Baru kali ini aku membeli buku terbitan Mizan ada cacatnya. Nanti harus ditukar ke kantornya dan semoga saja Mizan memberiku buku gratis seperti sebelumnya. Mungkin hadiah buku sebagai ganti kerugian sudah merusak keasyikan membaca buku. Membaca buku kan semacam menyusuri satu pengalaman eksistensial.

**

Bulan depan mau ke Tazkia, Agustus ada pameran, dan September habis masa kontrakan. Ini yang selalu jadi pikiran. Harus tersedia uang (250.000 + 250.000 + 400.000=) Rp 900.000,- Belum lagi harus service monitor. Pasrah dan ridha pada Allah saja.

Tidak printer yang ngadat, sekarang komputernya bermasalah. Terkena virus Louhan dan Love. Dasar virus. Siapa sih yang menciptakan virus—Tapi itu semua atas izin Allah—Tuh orang bikin orang lain susah saja. Bukannya mempermudah dan membahagiakan orang lain, ini membuat virus.

Menyebarkan virus lalu menjual anti virusnya. Apa itu namanya kalau bukan berkepribadian ganda dimana antara kebatilan dan kebaikan diaduk jadi satu. Di dunia ini memang kebaikan dan kebatilan akan selalu ada. Namun kebatilan akan lenyap dan kebenaran semakin jelas terlihat.

Aku ingin menulis e-mail buat teman-teman SMU-ku. Aku kangen banget pada mereka. Mungkin mereka sudah pada sukses dan sebentar lagi pada mau lulus kuliahnya. Aku sudah jarang berkomunikasi dengan mereka. Menelepon takut boros uang, sms mesti pakai handphone. Aku jadi minder karena gak punya hape. Sedangkan mereka banyaknya adalah orang kaya dan anak-anak orang kaya.

Buktinya mereka sering membuka internet, frienster, dan email yang pasti butuh uang cukup. Sedangkan aku jarang sekali ke internet, kecuali untuk mencari referensi. Buat makan saja sudah susah. Jadi ingat disela-sela obrolan, aku pernah mendapat komentar Angel Wings. Dia bilang, “Kita jangan memiskinkan diri. Memang kalau kita pikir miskin ya miskinlah kita.”

Senin pagi kuliah, dosennya gak ada. Kuperlihatkan hasil rancangan logo MKS pada teman-teman. Hasil karyaku diterima dan mau segera dibuatkan stempel. Ternyata aku bisa menghasilkan sebuah karya. Ternyata aku bisa berbuat sesuatu. Aku percaya pada masa depanku.

Selepas Duhur aku dan Aril—Sahril main ke Bapusda. Kupinjam buku cerpen karena sekarang aku ingin banyak membaca buku-buku sastra. Aku ingin terampil berpuisi dan semoga saja puisiku bisa dimuat dan dibukukan suatu saat nanti. Jalaludin Rumi membuat buku spektakuler “Matsnawi” katanya selama 43 tahun. Bayangkan saja 43 tahun mungkin dari tiga perempat usianya. Bahkan para filosof muslim ketika membaca buku karya-karya para filosof Yunani sampai berpuluh-puluh kali. Aku ingin seperti itu membaca buku tidak hanya sekali tamat saja. Bisa karena biasa, mahir karena sering diulang-ulang.

Pulang dari Bapusda, aku dan Aril terpana dengan perempuan “akhwat” dengan mobilnya yang melaju di sampingku. Sudah muslimah dari gaunnya, menyetir mobil pula. Alamak aku terpana. Moga saja calon istriku begitu. Sudah cantik, kaya, keturunan terhormat, anak tunggal, dan mencintaiku apa-adanya. Berkhayal sekali aku. Aku pasti bisa mendapatkannya, asal ada keberanian dan tidak mengenal putus asa untuk meraihnya. Aku pasti bisa.

Tugas komputer bisnis belum, terpaksa harus ke warnet. Aku mengerjakan tugas sampai jam satu malam. Itulah sebuah pengorbanan. Maka nikmati saja lika-likunya![]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori