Oleh: Kyan | 17/06/2005

Mengecap Bumbu-Bumbu

Jum’at, 17 Juni 2005

Mengecap Bumbu-Bumbu

**

Begitu aku bangun pagi, aku langsung menyalakan komputer untuk menyelesaikan membuat faktur sebagai bukti transaksi rental komputerku. Sejak kemarin mempersiapkan acara Mubes dengan komputerku. Jadi organisasi merental padaku, tapi butuh faktur transaksi sebagai bukti.

Membuat faktur transaksi, sampai kemarin belum tuntas juga, dan sekarang masih gagal. Sudah cape mengutak-atik, waktu terbuang percuma. Tapi aku gembira karena bisa mencurahkan gagasan-gagasanku dan bisa meraih penghasilan cukup besar dari acara Mubes. Dengan mengetahui bagaimana jalannya kongres, aku semakin dekat dan akrab dengan semua teman kelas jurusanku.

Persiapan buat musyawarah besar (Mubes) cukup melelahkan juga. Sebuah pengalaman berhraga. Beginilah organisasi, bikin cape tapi menyenangkan. Mengedit persiapan draf AD-ART, GBHO, Tata Tertib, dan Surat Keputusan dengan meniru dari himpunan jurusan lain. Anak-anak pada berkumpul di kosanku. Persiapan musyawarah besar untuk pertama kalinya dalam sejarah MKS. Baru pertama kali aku mengalami hal ini. Musyawarah organisasi, ada dewan presidium, sidang pleno satu dua dan tiga.

Hari Kamis, diskusi tentang kredit disatukan tiga kelas. Sempat aku bertanya. Pokoknya di setiap kesempatan aku harus berusaha untuk bertanya. Melatih berbicara di depan umum. Suatu saat aku bakal berbicara di depan massa ribuan orang dalam menyampaikan nilai-nilai kebenaran. Dalam bahasa agama, ‘amar makruf nahi mungkar’.

Kuliah Marketing dari pak Anton. Ia bercerita kenapa anak-anak SMU 3 Bandung mereka gampang masuk ITB. Karena tanpa diperintah latihan soal, mereka sudah berinisiatif untuk mengerjakannya. Kebiasaanku dapat menjadikanku berhasil atau hancur. Kesuksesan adalah kebiasaan-kebiasaaan. Kebiasaan baik itu seperti membaca, menulis, memberi ide-ide lewat presentasi di muka umum.

Bapak dosen bilang juga bahwa kemampuan bahasa Inggris dan komputer mutlak harus bisa untuk memasuki dunia kerja. Setelah lulus MKS aku harus mampu berbicara bahasa Inggris dan Arab. Hal apa yang mesti kulakukan?

Apakah aku harus kursus bahasa Inggris? Harus dengan uang lagi. Sebenarnya buku tentang belajar percakapan bahasa Inggris sangat banyak. Tinggal belajarnya saja. Aku harus menyempatkan waktu dalam agenda harianku buat belajar bahasa Inggris.

Persiapan buat besok tuh, meti beres sejak sekarang. Ini malah ditunda-tunda. Segala sesuatu kalau persiapannya minim, akhirnya bisa dilihat hasilnya tidak memuaskan. Tapi bukankah mengerjakan tugas sampai tidak sempat mandi sore. Aku belum pernah tidur tidak terlarut malam.

Selalu saja malam terus. Ingin mencoba tidur sebelum Isya, biar bisa bangun sebelum Subuh dan bisa salat Tahajud lantas bagaimana dengan nasib tugas kuliah. Sudah lama aku gak salat malam. ya Allah, berilah daku kekuatan dalam beribadah kepada-Mu! Bantulah daku dalam persiapan UAS nanti!

**

Kenapa aku santai saja, sementara persiapan Mubes belum tuntas. Persiapan meja dan kursi masih belum tertata. Pak Anton janjinya jam delapan harus sudah dimulai acaranya. Dengan kondisi seadanya dimulailah acara Mubes. Sambutan dari ketua jurusan bahwa ada tiga hal yang harus dikuasai: skill life, knowledge, dan attitude untuk menghadapi dunia kerja.

Acara Mubes berjalan lancar dan terpilih ketua secara pemungutan suara saudara Aril—Sahril Muhaemin sebagai ketua umum. Nama organisasi himpunan jurusan sebelumnya diusulkan HMP, tapi Veri mengusulkan nama KBMP, Keluarga Besar Mahasiswa Prodi. Karena tidak ingin himpunan jurusan MKS terlalu bernuansa politis. Tapi semua adalah keluarga satu warga jurusan MKS.

Dan Aril mengajakku untuk mendampingi organisasi baru ini sebagai Sekretaris Umum. Meskipun aku tidak begitu tahu tetek-bengek organisasi, akupun mengiyakan bersedia. Dulu ketika SMU terpillih jadi MPK, Majelis Perwakilan Kelas, atau ketua Osis ketika SMP, masih awam tentang organisasi.

**

Aku memang suka padanya. Aku harus berkata jujur daripada nanti jadi bisul. Walaupun aku tahu segala kekurangan dia, tapi aku tak memerlukan jawaban apapun ya atau tidak darinya. Dia suka padaku, sama saja bagiku. Tapi aku akan tetap saling memberi dan menerima dalam hal apapun.

Konsentrasi kuliah jangan sampai terpecah gara-gara percintaan. Biarlah perasaan ini mengalir dan menjadi sebuah kekuatan dan semangat untuk terus berjuang. Walaupun aku yaki—pede boleh donk—dia juga suka padaku. Dia mencintaiku itu terlihat dari pola perilakunya terhadapku.

Jalani saja hidup dengan segala bumbu-bumbunya. Nikmati rasa kebahagiaan dan kesedihan. Aku sudah berniat tidak akan pacaran. Buat mencari istri aku yakin mudah itu. Wajahku ganteng, otakku cerdas, dan hatiku penuh perhatian. Jadi kurang apalagi bagi perempuan—Meni pede pisan. Jadi sayang sekali dan sungguh merugi kalau ada perempuan menolak cintaku.

Apakah perasaanku ini akan surut ketika kuantitas dan kualitas komunikasi semakin berkurang? Buktinya sewaktu SMU, aku pernah sakit sekali oleh perempuan yang kusuka jadian dengan lelaki lain. Lelaki itu temenku sendiri. Begitu di Batam, dia susah sekali untuk menjawab cintaku. Meski pada akirnya dia bersedia menjadi sobat. Mungkin perempuan itu sangat hati-hati dalam. Sangat takut salah pilih.

Perasaanku waktu itu tidak menentu. Kuingin berteriak keras, menjerit sampai ke langit, melempar segala kekesalan dan kekalahanku. Tapi apalah daya aku tak mampu membuka matanya pada kelebihanku. Mungkin saja yang perempuan cari bukanlah kelebihan, bukanlah perlindungan, tapi isyarat hati atau chemistri yang merembes ke dalam hati.

Tapi itulah hidup, senang, sedih, diterima, ditolak, takut, gembira, kesal, puas berjalin kelindan menjadi satu garis perjalanan. Semua itu pasti akan dirasakan oleh setiap orang. Allah memberi masalah sebagai tanda kasih sayang Tuhan pada manusia. Agar manusia belajar dari masalah itu. Dan mampu menyelesaikannya dengan baik dan elegan. Tapi kadang aku minder da kesal dibuatnya, yang seolah aku seonggok makhluk tak berarti apa-apa dan tak berdaya apa-apa.

Dan aku nikmati saja rasa itu. Aku jatuh cinta, aku mengungkapkan semuanya.[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori