Oleh: Kyan | 25/07/2005

Reza dan Runi, Mizan, dan Setengah SPP

Senin, 25 Juli 2005

Reza dan Runi, Mizan, dan Setengah SPP

**

Malam tadi Reza menginap di kosanku. Tak tahu malam ini apakah dia mau menginap lagi atau mau segera pulang ke Ciparay. Karena hari kuliah masih sedang libur panjang, dan bisa berkumpul lagi dengan kawan-kawan saat jadwal registrasi.

Jaket dan tas punya Reza menggantung di balik pintu kamar kosku. Bila ada yang menginap di kosanku aku merasa ada yang menemani. Tapi kadang aku merasa berkesusahan bila gak bisa berbuat sesuatu sesuai keinginanku. Misalnya mendengarkan radio MQFM dan hal lain yang kusuka. Tapi banyak sekali teman yang karakter, pembawaan, dan kesukaannya berbeda dariku.

Tapi bukan berarti aku orang religius dan mereka tidak religius hanya karena aku menyukai senandung nasyid. Karena semua orang pun merindukan Tuhannya. Tapi segala kegiatan yang kusuka tak ingin diganggu. Karena akupun tak akan mengganggu dan mengomentari kesukaannya bahwa kenapa kamu suka ini dan itu. Kalau ada tamu kadang malas untuk pergi ke masjid. Kalau melihat orang lain tidur, suka terpengaruh ingin tidur juga.

Dengan Reza pagi-pagi kami jalan-jalan ke kampus. Mampir ke kosan Robbi untuk mengajaknya jalan-jalan ke Manglayang. Walaupun hari sudah semakin siang, Reza seperti penasaran ingin terus menyusuri jalan sampai ke atasnya lagi. Mungkin karena pembawaannya anak kemping yang terbiasa ‘asruk-asrukan’ di belantara hutan, jadi penasaran ketika menemui tempat-tempat yang belum dikenalnya.

Pulangnya kami mengambil rute berbeda, ke jalan Manisi. Sampailah kami di kosan Hana. Di sana ada Runi, Nisa dan Inonk. Dan mungkin ini sebenarnya tujuan utamanya dia mengajakku jalan-jalan. Sebelum ke tujuan memutar dulu jalannya untuk mengelabaui pandangan orang. Ternyata benar. Kalau silaturahim akan melapangkan jalan rezeki. Aku harus banyak bersilaturahim ke kawan-kawan SMA yang banyak kuliah UPI. Tapi kapan itu bisa terwujudkan?

**

Karena tugas Marketing belum benar-benar rampung, liburan semester masih belum tenang. Soalnya masih ada tugas yang harus diselesaikan. Sampai satu Agustus aku gak bakal tenang. Makanya aku harus segera menyelesaikannya. Biar nanti aku bebas.

Renana aku mau pulang ke Tasik. Mau mengambil tape di kampung dan berkunjung pada kawan-kawan SMU di Ledeng. Kalau pulang ke Tasik bakal menghabiskan berapa? Minimal limapuluh ribu ongkos bolak-baliknya. Dengan uang sebesar itu, kalau kubelikan buku bisa berapa judul? Banyak ilmu yang bakal kudapatkan. Tapi silaturahim juga bakal mendapatkan banyak ilmu. Dan mungkin saja ongkos bisa terganti. Siapa tahu bakal ada yang memberiku uang.

Mendenger cerita hidayah di radio, jadi teringat pada seseorang yang baru kelas tiga SMA memutuskan untuk berkerudung. Nanti bakal aku ceritakan ke Juariyah, karena dia partner diskusiku teman perempuan jurusanku.

Ingat pada seseorang, menjadi ingat pula pada Liza, kawannya pula. Semalam ke warnet ternyata Liza sudah membalas lagi e-mailku. Padahal baru tiga hari yang lalu aku mengirim balasan, sekarang sudah dibalas lagi. Mungkin anak Unpad, main ke warnetnya seminggu sekali.

Mereka mengalokasikan dana untuk surfing di warnet. Mungkin juga ada lab. Internet gratis di kampusnya. Orang-orang Unpad sih kaya-kaya, gak peduli habis berapa uang yang dikeluarkan, yang penting bermanfaat. Mungkin begitu kata mereka.

Tugas Marketing belum kukerjakan. Kenapa aku santai saja. Aku mau mengerjakan sendiri, gak cuma sekedar mencontek atau mengkopi dari kawan. Kuyakin dosen itu melihat prosesnya, bukan hasilnya. Dosen tidak membutuh hasil tapi proses mahasiswa dalam mengerjakan tugas tersebut.

Malam hari aku mengantar Veri ke warnet mengirim tugas Marketing. Aku lebih memilih menolong orang lain dibandingkan mengerjakan tugas sendiri. Kupikir karena masih ada waktu, tapi kesempatan menolong orang sangatlah jarang. Sebelum tidur terbentuk rencana ingin curhat. Kubuat e-mail ke Mizan, sebagai ungkapan terima kasih sudah memberiku buku padaku.

**

Jam pagi aku sudah nongrong di depan Fakultas Syariah. Ternyata orang adm-nya belum pada datang. Aku menunggu kedatangan mereka dengan menyibukkan diri kubaca buku “Membangun Dialoga Antar Peradaban” karya Muh. Khatami, presiden Republik Islam Iran.

Yang kudapatkan dari buku tersebut, bahwa kita tidak bisa mengisolasi diri dari Barat. Tapi kita harus membuat sistem kebal terhadap Barat yang nantinya kita bisa terbuka terhadap Barat untuk mentranspormasikannya bagi kemajuan negeri-negeri Timur.

Diperlukan sebuah generasi yang mampu menghadapi segala tantangan. Diperlukan pemikir-pemikir yang progresif inklusif. Kita transformasikan peradaban Barat yang sudah melambung tinggi itu tapi memiliki fondasi yang keropos, dikawinkan dengan kearifan bangsa Timur. Kita membangun dialog dan menghilangkan prasangka.

Dalam jeda membaca, aku tanyakan lagi pada mereka sudahkah ada surat pengantar buatku. Mereka bilang masih belum selesai. “Mungkin masih belum ditandatangai Dekan atau sudah masuk ke Al-Jamiah dan belum sampai di Fakultas lagi.”

Mendengar begitu, lalu aku segera bergegas ke gedung al-Jamiah. Ternyata banyak juga mahasiswa yang mengajukan keringanan disana. Namun rupanya untukku sama jawaban diantara mereka. “Belum ada laporan untuk namamu. Mungkin masih di fakultas kali”. Lalu aku balik lagi ke fakultas. Tadinya akan kuhentikan saja perjuangan ini. Namun kalau yakin aku bisa mendapatkannya, maka akan bisa mendapatkannya. Aku tidak boleh menyerah dan masih menunggu saja di Fakultas.

Setelah lama menunggu, akhirnya aku dipanggil penjaga. Akhrinya, alhamdulillah. Keluar juga surat keterangan untuk mendapatkan diskon limapuluh persen membayar SPP. Berkat perjuangan yang walaupun terlambat aku jadi bisa meminimalisir pengeluaran.  Setelah selesai kudapatkan surat berharga itu, aku pulang dan tidur sebentar di kosan.

Karena semester ini dianggap terlambat, untuk semester selanjutnya pangajuannya harus sudah sebulan sebelumnya. Aku tidak tahu karena maklum baru pertama kali aku mengajukan surat permohonan. Aku suah berjanji sisanya Rp. 150.000,- akan kubelikan buat membeli buku-buku nanti di Book Fair.[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori