Oleh: Kyan | 26/07/2005

Menaklukan Segala Bahasa Ilmu

Selasa, 26 Juli 2005

Menaklukan Segala Bahasa Ilmu

**

Karena tak ingin ketinggalan dengan kawan-kawan SMU yang sering nongkrong di warnet, akhirnya aku jadi juga mendaftar masuk Komunitas E-Learning warnet kampus. Supaya aku mendapat diskon bisa dan lebih sering berselancar di mayantara internet. Siapa tahu aku meraih peluang bisnis, buku gratis, atau apapun yang membuatku mudah dalam menajalani kehidupan ini.

Di manapun kalau membuat pasword selalu pakai xxxxxx, dengan username vyan. Karena kalau berbeda-beda username dan pasword, nanti malah tertukar antara e-mail, mailing-list, dan akun-akun mayantara lain. Setiap aku ke warnet aku harus mendowload resensi buku, artikel dan apa saja yang bermanfaat. Sebelum membeli buku lebih baik kubaca dulu resensinya. Aku belum mencoba membeli sesuatu lewat internet. Suatu saat aku akan mencobanya, dengan berhati-hati terhadap perusahaannya apakah benar-benar dipercaya atukah bentuk penipuan.

Aku ingin mencari uang lewat internet. Pengajuan beasiswa pun bisa lewat internet. Hanya modal utamanya adalah kemampuan bahasa Inggris. Bagaimana caranya agar aku mampu berbahasa Inggris? Katanya bisa karena biasa. Kalau bercakap-cakap mesti dibiasakan pakai bahasa Inggris. Nanti kuliah di luar negeri yang dibutuhkan adalah kemampuan bahasa. Nanti segala apapun yang mendukung pendidikan dan latihan bahasa Inggris harus kudapatkan.

Para filsuf juga kebanyakan mereka belajar bahasa dulu, sebelum mengkaji yang lain-lain. Sampai sekarang aku belum bisa juga berbahasa Inggris. Aku tidak boleh menyalahkan latar belakangku sebagai orang kampung. Memang aku terlahir dari daerah pegunungan yang notabene “Anti Barat”, tidak peduli pendidikan, dan mana ada yang bisa bahasa Inggris di kampungku untuk dijadikan pedoman.

Walaupun begitu aku yakin aku pasti bisa. Aku harus berjuang keras agar aku mampu. Aku yakin bisa, Uly juga sedikit-sedikit bisa ngomong bahasa Inggris. Kalau bercakap-cakap akan kucoba pake bahasa Inggris. Hidup terasa terbebani kalau tidak bisa bahasa Inggris. Bahasa Inggris adalah bahasa dunia untuk bisa bergaul dengan dunia, maka aku harus menguasai bahasanya kalau ingin hidup di dunia. Kecuali aku pergi ke planet lain, dan tetap saja aku mempelajari bahasanya.

Pencipta bahasa hakikatnya adalah Allah. Ya Allah, berilah aku kemudahan dalam menuntut ilmu dan berbahasa Inggris. Aku yakin aku pasti bisa kalau aku bertindak dan bertindak. Aku ada karena aku bertindak.

Bila tak mengambil langkah tindakan, bagaimana baju-baju kotor bisa dibersihkan, kamar berantakan dapat dirapikan. Hari ini aku disibukan pagi-pagi sudah mencuci. Tak lama kemudian Aril—Sahril tiba di kosanku.

Aku tidak sabar lagi ingin segera ke Book Fair yang tinggal beberapa hari lagi. Karena aku sudah punya uang buat membeli buku-buku. Uang dari setengah keringanan SPP registrasi. Kalau membeli buku-buku di Palasari, nanti bakal ada di Book Fair. Di Palasari diskonnya tigapuluh persen, sedangkan di Book Fair limapuluh persen.

Aku harus bersabar. Bersabar dengan kerinduan pada kampung halaman. Bersabar karena belum pulang ke Tasik. Aku dibuat bingung antara lebihbaik pulang ke Tasik atau ongkosnya buat membeli buku saja. Mungkin sudah setahun aku tidak pulang kampung. Aku kangen juga pada sanak famili.

Aku ingin berpikir efektif efesien. Yang aku takutkan adalah sesudah ke sana, sementara tape recorder-nya gak bisa dibawa, atau malah gak ada. Tapi aku teringat sebuah nasihat, barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka bersilaturahimlah.

Padahal meskipun tape-nya gak bisa dibawa, mungkin bakal kuperoleh kabar baru keluargaku, atau tetangga kampung halamanku. Sekampung-kampungnya kampungku itu adalah tempat kelahiranku dan aku dibesarkan di sana. Aku tumbuh remaja sampai usia SMP.

Kenapa aku lahir di sana? Aku tidak pesan kepada Tuhan supaya dilahirkan disana. Semuanya pasti ada hikmahnya. Allah tidak melihat ras, suku, etnis, atau kedudukan atau hal apapun selain ketakwaannya hanya kepada Allah. Allah membeda-bedakan bentuk hidung, warna kulit, postur tubuh, isi otak dan hati, supaya saling mengenal diantara yang lain untuk saling mereguk hikmah. Selalu ada hikmah bagi semuanya.

Bagaimana pada mulanya Tuhan mengenalkan diri-Nya pada makhluk-Nya? Apakah secara sendirinya Tuhan ditemukan, yaitu langsung mengisi otaknya manusia, atau mengutus salah satu diantaranya—yang biasa disebut para Nabi dan Rasul dalam bahasa trah Ibrani. Sedangkan di bumi Nusantara, Cina, India, dan kebudayaan lainnya apa namanya: Empu?—untuk menjelaskan eksistensi-Nya untuk dapat dikenal oleh makhluk-Nya selain perkenalan bahwaan.

 Cak Nur yang bilang nabi bahwa yang diutus ke Nusantara disebutnya “Empu”. Semacam Empu Gandring penulis buku Sutasoma Bhineka Tunggal Ika? Bukankah Alquran mengatakan kepada setiap kaum bahwa Allah mengutus sang utusan?

Raja filosof tingkat tinggi adalah kumpulan para nabi atau imam.  Pokoknya ia yang bisa melakukan kontak dengan akal aktif (wahyu atau ilham atau intuisi). Manusia bisa mencapai kesempurnaan adalah ketika bisa kontak dengan akal akif (malaikat). Beliau memiliki segala khazaah ilmu pengetahuan teorits dan prksis.

Ia menurunkn kitab pedoman hidup dari-Nya. Dan salah satu isinya berkata, “Sesungguhnya aku adalah dekat, melebihi dekatnya urat lehermu”. Di lembaran lain berkata, “Dan temuilah aku di kalangan du’afa”. Ia berkata, “aku sangat dekat”. Segala yang dikatakan hati atau “dikeretegkan”-kan hati, pasti Allah Maha Mengetahuinya.

Jalan menuju Tuhan, banyak orang menempuh berbagai cara. Ada yang melewati tasawuf, filsafat dan teologi. Tasawuf adalah melalui pendekatan qalbu, filsafat melalui pendekatan rasio, dan teologi melalui pendekatan kalam Tuhan.

Mulla Shadra, seorang filsuf Persia mampu mensinergikan ketiganya, yaitu pengalaman religius dengan Tuhan (tasawuf), berusaha untuk dibuktikan secara rasio (filsafat), dengan memperhatikan akan firman-Nya (teologi).

Sebelumnya aku menulis. Aku selalu terhambat kalau menulis. Ada bukunya tentang menghilangkan hambatan menulis.[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori