Oleh: Kyan | 08/08/2005

Getuk Goreng Purbalingga

Senin, 08 Agustus 2005

Getuk Goreng Purbalingga

**

Begitu malas aku menulis. Entah kenapa hingga membuat aku malas. Menulis di malam hari bawaannya ngantuk, apalagi kalau lebih didahului membaca buku. Begitupun pagi-pagi dalam beberapa hari ini harus segera berangkat membuka stand Katering di kampus.

Alhamdulillah, hari ini buka katering di kampus kutemukan banyak hikmah yang dengan terjun langsung, bergumul, bersaing dengan pemasar lain dalam memasarkan jasanya. Hampir setiap himpunan jurusan membuka lapak katering, belajar mencari penghasilan, sambil memberikan informasi buat mahasiswa baru, terutama buat adik-adik kelas jurusannya sendiri.

Selama registrasi aku sudah kenal siapa saja dengan anak baru MKS. Seharusnya setiap nama yang kuucapkan harus segera kutulis. Selama dua hari saja mahasiswa baru Fakultas Syariah, yaitu tanggal sembilan dan sepuluh untuk hari registrasi syariah. Masing-masing Fakultas diberi jatah dua hari, tapi bila ada mahasiswa baru yang belum selesai mendaftar ulang masih diperbolehkan meskipun itu jadwal fakultas lain.

Diantara anak baru MKS ada yang bernama Siti Sarah dan Nuhalimah. Keduanya orang Cijerah lulusan sekolah MAN 1 Bandung. Aku juga bertemu temannya Yedi, sesama orang Cililin. namanya Fauzi, anak jurusan Humas.

**

Aku sudah janji ke Mbak Ulfa bahwa pagi-pagi mau mengantar Didi ke Upi. Aku malah mengutak-atik komputer, mencoba cd Abiem Ngesti, lagu kesukaanku waktu kecil. Sampai jam sepuluh baru kutemu caranya biar ada suara karaoke-nya gak ada. Untuk menemukan cara baru, haus terus mencoba-coba dan sungguh memerlukan waktu lama. Itulah ilmu yang harus banyak pengorbanan.

Karena terikat janji aku hendak berangkat ke kosan Uly. Namun aku mampir dulu ke kosan Robbi. Aku tersentak kaget, kok perlengkapan katering masih ada di sini. Berarti Dian gak kesini. Hari ini gak buka stand katering. Dasar anak-anak belum pada dewasa, bagaimana ini.

Terpaksa segala perlengkapan kubawa ke kampus. Mumpung hari belum terlalu siang. Kupersiapkan bersama Robbi dan menunggu barangkali ada jurusan MKS atau jurusan lain mendaftar ikut katering makan nanti ketika Taaruf. Dan tak lama kemudian, kawan-kawan MKS pada datang satu persatu. Dan, karena aku ada kepentingan stand katering kutinggalkan.

Sampai di kosan Uly, rupanya Didi sedang pulang kampung dulu dan belum kembali lagi ke Bandung. Aku disana sampai tiba waktu Duhur. Dia bercerita ingin buka perpustakaan di kampungnya. Dia ingin membangun kampungnya yang dibarengi dengan kekuatan ekonomi. Aku disini katanya ingin serius belajar dan ingin menularkan ilmunya buat keluarga.

Dia begitu cinta pada keluarga dan kampung halamannya. Siap sih yang tidak cinta akan kampung tempat kelahirannya. Dia menghidangkan oleh-oleh getuk goreng Purwokerto. Kubilang aku lagi shaum. Beginilah keadaanya selalu banyak godaan. Tapi aku mampu bertahan dan kubungkus saja buat nanti di kosan. Kubilang padanya aku harus banyak belajar padanya.

Karena Didi belum menyusul lagi ke Bandung, dari kosan dia aku langsung menuju Damri. Hari ini adalah hari terakhir pameran buku di Braga. Aku ingin pergi kesana lagi. Yang penting sekarang aku harus sampai di alun-alun Bandung. Nanti apakah langsung ke Ledeng atau ke Book Fair.

Setelah kutunaikan salat Duhur di Masjid Raya, aku berjalan kaki menyusuri jalan Banceuy. Kulihat ada ATM, aku mengecek saldo tabungan. Ibuku belum mengirm uang lagi. Tapi aku masih punya uang limapuluh ribu rupiah. Di pameran buku terakhir aku paling menghabiskan tigapuluh ribu buat membeli buku. Kalau jalan-jalan selalu saja ingin membeli sesuatu.

Di Book Fair bertemu kawan kuliah, Epik Sopyan. Berputar-putar dari konter satu ke konter lain, kudapatkan CD belajar bahasa Inggris. Sebagai media pembelajaran lebih baik aku memilih multimedia. Sebagai peraga dan cara yang dapat membantu dalam mempelajari suatu hal.

Pulang disaat sore menjelang Maghrib, dan mampir ke kosan Ayu. Barulah kali ini bisa menikmati suasana kamarnya. Nyaman sekali tempat kosannya. Aku harus bersedia membantu dia segala kesulitannya. Tapi dia juga perlu diberi pengarahan agar bisa mandiri dalam segala hal.

Diantara kami membicarakan segala hal, dan terselip pembicaraan tentang masa depan. Melihat masa depan yang samar, antara harapan dan realita, kadang kita tak dapat berbuat apa-apa selain berusaha semampunya. Semoga saja indah pada waktunya dan dapat memahami bagaimana atas semua yang menimpa dapat difahami.

Buku-buku yang kubeli dari pameran belum kubaca. Mumpung sedang libur, harus kulahap semuanya. Nanti kalau sudah masuk kuliah susah menyempatkan waktu buat baca buku. Di saat kuliah harus memfokuskan diri pada matakuliah. Aku tak boleh menyaia-nyiakan waktuku selama liburan dan sepanjang aku kuliah.

**

Ketika bercermin, sering membikin kesal saja. Karena tak bersedia menerima kejujuran yang tampak di depan mata. Aku kesal dengan jerawat yang tumbuh di dahi. Jerawatnya gede kayak bisul, emang bisul. Nampak sekali terlihat sampai percaya diriku luntur. Tapi aku selalu berusaha untuk percaya diri.

Biarlah sedikit jerawat, tapi otakku cemerlang. Wajah harus senantiasa dibersihkan untuk menghindari kotoran-kotoran terpendam di pori-pori yang akhirnya muncul disana-sini bintik-bintik jerawat. Sangat penting diperhatikan adalah menjaga kebersihan dan perawatan. Memang jerawat nanti juga bakal sembuh sendiri, asal jangan diutak-atik dipencet dengan tangan kondisi kotor.

Iri pada orang yang wajahnya bersih tanpa noda. Sementara aku sudah jerawatan, banyak noda hitam. Mana sekarang kata kawan-kawan agak hitam dibandingkan semasa SMU. Apakah gara-gara setahun lebih di Batam, ataukah memang seiring bertambah usia. Di Batam memang cuacanya panas menyengat, membuat kulit gosong kepanasan.

Terima saja apa-adanya. Seiring dengan bertambahnya usia, pasti kulitku mengalami evolusi. Sebuah siklus kehidupan dimana setiap manusia mau tidak mau, diterima atau tidak akan mengalaminya. Sesuatu yang tak dapat dihindari dalam kehidupan. Jangan berkeluh kesah, yakini dan tabah. Meski terasa lelah.[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori