Oleh: Kyan | 10/08/2005

Buku, Bahasa Inggris, dan Kuliahku

Rabu, 10 Agustus 2005

Buku, Bahasa Inggris, dan Kuliahku

**

Belum kucek ATM. Apakah ibuku sudah mengirim uang lagi belum dapat dipastikan. Banyak sekali keinginanku. Aku ingin punya handphone dan tape recorder. Bagaimana caranya? Apakah aku harus menunggu rezeki nomplok jatuh dari langit? Aku harus berusaha, meminta lewat internet, atau menang undian di Ahad-Net. Bulan depan aku harus membayar kontrakan sebesar Rp 1.200.000,-  

Kemarin aku punya uang empatratus ribu lebih kupilih digunakan buat membeli buku. Kapan lagi bisa membeli banyak buku, selain mumpung diskon setengah harga. Padahal dengan uang sebesar itu cukup buat beli buku sebagian dan handphone. Kenapa aku lebih memilih buku semuanya. Karena buku bisa jadi sarana untuk meraih cahaya, menambah kekayaan perspektif, memperkaya wawasan, melatih imajinasi, dan lagian buku-buku bisa dibaca lagi dan dibaca orang-orang. Warisan yang aku berikan adalah perpustakaan pribadi.

Kenapa aku begitu malas menulis? Lebih enaknya dan mengasyikan masih membaca buku. Selama pameran kemarin memborong buku hampir empatratus ribu itu semuanya wajib dibaca. Jangan membeli lagi sebelum semuanya tamat dibaca. Paling kamus Bahasa Indonesia dan istilah populer harus segera kubeli untuk memudahkan mencerna setiap bacaan. Kadang ada istilah yang sulit dicerna karena terlalu ilmiah mungkin.

Buku yang enak dibaca harus seperti bernada obrolan. Buku-buku karangan Pak Hernowo, pak Mulyadhi dan Jalaluddin Rakhmat mungkin diantara tulisan yang dapat kucerna maksudnya. Belum tuntas juga kubaca buku Cak Nur, Islam Doktrin dan Peradaban. Gaya bahasanya enak juga hanya terlalu tebal, dan bukunya sudah kumal. Maklum dipinjam dari perpustakaan kampus.

Kenapa akhir-akhir ini aku lebih tertarik dengan bacaan filsafat dan tasawuf. Padahal jurusan kuliah yang kupilih adalah manajemen keuangan syariah. Kenapa memilih MKS, karena berorientasi mudah mencari kerja. Mungkin kalau sudah kerja, nanti bisa mendapat penghasilan. Penghasilanku akan kubelikan buku yang menarik minatku, seperti buku-buku filsafat, tasawuf, teologi, dan lain-lain.

**

Aku juga ingin melanjutkan kuliah ke S1 Muamalah. Setelah kuliah sarjana ingin dilanjutkan lagi ke S2. Jurusan apa ya kira-kira yang dapat kupilih. Jurusan Filsafat Islam atau Pemikiran Islam dapat menjadi pilihan. Aku juga ingin kuliah di luar negeri. Tapi sekarang tamatkan dulu kuliah diploma. Aku bercita-cita kuliah di luar negeri, modal yang dibutuhkan adalah kemampuan bahasa.

Kenapa sih begitu sulitnya bahasa Inggris. Bahasa bahasa bukan untuk ditelaah tapi digunakan terus menerus. Latihan komunikasi bisa lewat mengorbol dengan teman yang konsekuen ingin bisa bahasa Inggris, lewat chatting, menulis catatan harian dengan bahasa Inggris atau apapun bentuk belajarnya. Aku harus menyempatkan waktu untuk belajar bahasa Inggris. Aku punya buku panduannya beserta kaset dan cd-nya. Kenapa belajarnya tidak lebih diintensifkan? Kalau aku terdampar di negeri Inggris atau Amerika, lambat laun aku pasti bisa berbahasa Inggris.

Kadang-kadang jadi momok menakutkan bagiku ketika belum juga mampu berbahasa Inggris. Aku tidak pesan lahir di indonesia kan kenapa zaman sekarang memaksaku untuk mampu berbahasa Inggris. Kenapa zaman Soekarno pada mampu berbagai bahasa, sedangkan zaman sekarang yang notabene fasilitas sarana dan prasarana disertai kemajuan teknologi aku tidak mampu berbahasa Inggris. Aku harus tenang dan yakin aku bisa berbahasa Inggris. Pelan tapi pasti.

Pak Mulyadhi juga orang kampung, tapi dia mampu kuliah di Universitas Chicago. Apakah dia mampu berbahasa Inggris dengan baik? Aku tidak boleh berputus harapan hanya gara-gara tidak mampu berbahasa Inggris, sehingga kehilangan kesempatan kuliah di luar negeri.

Jangan pernah berhenti bermimpi. Aku ingin kuliahnya dibiayai dari beasiswa. Kalau mengandalkan beasiswa dari orang tua mana bisa. Semoga saja aku mendapat rezeki nomplok. Ya Allah, permudahlah aku dalam menggapai cita-citaku. Semua itu untuk mencari ridha-Mu. Ya Allah, kabulkanlah!

**

Sudah berapa kali aku tidak ikut pertemuan Panitia Taaruf. Bila ikut serta setiap pertemuan akan banyak sekali yang kudapatkan, belajar berorganiasi di tingkat tinggi kampus. Tapi karena di himpunan jurusan aku menjabat Sekretaris Umum, jadi harianku banyak untuk himpunan jurusan. Besok luas aku harus lebih aktif lagi dan jangan jadi kambing conge ketika mengikuti rapat di Panitia Taaruf.

Sudah kukirim e-mail buat teman-teman. Aku harus lebih sering lagi mengirim e-mail untuk melatih kemampuan mencurahkan gagasan-gagasan. Aku ingin mencoba menulis resensi buku dan dikirim lewat email ke infomizan@mizan.com. Aku mau mengirim e-mail ke pak Hernowo untuk bertanya tentang belajar menulis resensi dan artikel.

Kalau menulis resensi dan artikel dapat dimuat di media massa, aku bakal menerima uang. Itu semua adalah keterampilan. Aku haru segera mencoba, ataukah aku harus ikutan kursus menulis di MLC, Mizan Learning Center. Biayanya berapa sih untuk bisa ikutan.

Nanti juga ada waktunya aku mahir menulis yang enak dibaca orang. Buktinya aku sudah melaksanakan kebiasaan menulis catatan harian seperti yang disarankan pak Hernowo. Aku bakal jadi penulis yang mampu menggerakkan pembacanya. Aku akan menyebarkan ide-ide brilian supaya dibaca orang.

Aku mau menerbitkan buletin. Aku mau merancang dari sekarang. Terbitnya sebulan sekali. Terbitnya atas kerjasama KBMP dengan Ayasophia, harus segera diwujudkan. Aku yakin aku mampu dan bisa menggebrak pemikiran-pemikiran teman, supaya aktif dalam blajar dan menjadi pioner perubahan umat ke arah yang lebih baik. Agen of change. Begitu menggebu-gebu aku menulis?

Kalau kupikir bahwa aku bisa, dapat dipastikan aku bisa. Hidup adalah sebuah pilihan dan keputusan. Aku harus mencoba dan berlatih, dimana tulisanku harus menembus majalah Suaka. Setelah itu menembus Pikiran Rakyat dan Republika. Aku yakin aku mampu. Aku punya tekad kuat. Itu semua adalah keterampilan, bukan bawaan.[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori