Oleh: Kyan | 13/08/2005

Buku Ilmu-Ilmu Modern

Sabtu, 13 Agustus 2005

Buku Ilmu-Ilmu Modern

**

Kenapa selalu ingat masa lalu? Pengalaman waktu di Batam selalu saja menghampiri pikiranku. Selalu terbayang akankah semua itu terhapuskan oleh pengalaman indah yang bakal kulakukan nanti. Aku ingat dosa-dosa yang pernah kuperbuat, aku pernah bermaksiat. Kenapa aku tidak menyadari itu bahwa Allah Maha melihat dan menyaksikan segala perbuatan manusia. Aku malu sekarang kalau berbuat maksiat lagi.

Percuma sudah banyak membaca buku-buku Islam bila hasilnya nihil. Pasti orang lain akan berkata begitu. Koleksi buku-buku bisa jadi ‘social control’ bahwa aku harus berperilaku sebaik-baiknya dan menjadi teladan. Mudah-mudahan saja aku terhindar dari berbuat maksiat lagi.

Jangan sekali-kali melakukan sesuatu yang dapat merangsang pikiran ke arah perbuatan maksiat. Lebih baik membuka friendster dan mencari teman sebanyak-banyaknya. Sedikit teman tapi berkualitas itu lebih baik. Aku memang lemah dalam soal pertemanan.

Aku berencana mau membuat buletin untuk menyebarkan ide-ide pada kawan dan sebagai media latihan menulis. Untuk menghindari perbuatan tak senonoh yang merusak diri sendiri, aku harus disibukkan dengan belajar dan berlatih menulis artikel atau resensi. Dan nanti aku bisa melaunching buku spektakuler sebagai karya besarku. Semua orang pasti bisa dan mampu. Tapi aku tidak boleh tergesa-gesa dalam menelurkan karya. Mantapkan dulu pikiranku dan bertanya dahulu sudahkah layak aku menyebarkan pada setiap pembaca. Mungkin aku harus membaca buku bagaimana menulis buku yang menggugah.

Membaca buku kalau tidak segera diikat nanti bakal sia-sia. Hari ini kubaca buku, masih buku karya Tariq Ramadhan, Menjadi Modern Bersama Islam. Intinya dalam buku ini umat Islam harus menerima modernitas dengan cara menginfiltrasinya. Jangan asal bicara Islam adalah solusi. Memang, tapi itu pasti perlu tahapan-tahapan yang akan dirasakan sulit. Karena permasalahannya begitu kompleks.

Lalu bicara tentang ekonomi Islam intinya segala kekayaan pemilik mutlaknya adalah Allah sedangkan manusia hanya pemimpin harta saja atau pengolah untuk kesejahteraan umat. Islam mengakui kepemilikan pribadi. Dalam segala transaksi harus menghindari riba.

Masih menurut penulis bahwa Arab Saudi sebenarnya yang menjadi penyubur kapitalisme. Negara-negara timur tengah menginvestasian uangnya di negara-negara Barat. Kemudian orang Barat meminjamkan uangnya kepada negara-negara miskin dengan bunga yang mencekik. Negara miskin yang notabene umat Islam sendiri.

Masih kata penulis apa salahnya kekayaan umat Islam dikelola sendiri. Negara-negara OKI dan IDB mesti mengoptimalkan fungsi kekayaan di setiap negara-negara muslim. Membutuhkan manusia-manusia yang memiliki kemampuan manajerial tangguh dan pengalaman mumpuni.

Semua kembali lagi ke soal pendidikan. Pendidikan harus diperhatikan, melek huruf harus digencarkan, supaya tidak menjadi manusia-manusia bermental budak. Pendidikan harus diperhatikan.

 

**

Ingin seharian aku berdiam di kamar. Mumpung masih libur aku harus memperdalam filsafat Islam. Menyibukkan diri dengan membaca, mengkaji buku-buku yang kubeli. Lalu memetakannya untuk jadi fondasi pikiran dan kerangka berpikir. Kubaca buku Menembus Batas Waktu karya Pak Mulyadhi Kartanegara. Aku harus banyak belajar kepada beliau. Karena sejak S1 sampai S3, beliau terus berkutat di filsafat, khususnya filsafat Islam.

Menurut beliau bahwa kematian tradisi filsafat di dunia Islam Sunni adalah gara-gara kritik al-Ghazali pada Ibnu Sina. Namun tradisi keilmuan filsafat terus berlanjut di dunia Syiah. Sekarang Sunni harus banyak belajar ke Syiah, tanpa harus menjadi Syiah.  Epistimologi Barat dan Islam sangat berbeda. Kalau bangsa Indonesia hanya tahu epistimologi Barat, ditakutkan nanti ilmuwan-ilmuwan yang dihasilkannya menjadi atheis, itu gara-gara sekulerisme. Bagi orang Barat bahwa segala hal yang bisa dibuktikan secara empiris, baru bisa diterima. Tapi Islam tidak. Bagi Islam metode ilmu pengetahuan terdiri dari tiga, metode empiris, burhani (demonstrasi), dan intuisi. Indrawi, akal dan hati.

Teori kebutuhan yang kutahu adalah dari Maslow. Ilmuwan Islam juga sudah merumuskannya.  Terdapat lima menurut Ibnu Miskawaih yaitu kebutuhan fisik, seni dan hiburan, intelektual, amaliah dan kebutuhan spiritual. Nanti aku akan membandingkannya antara Maslow dan Ibnu Miskawaih.

Aliran filsafat Islam ada Peripatetik, Isyraqi (iluminiasion), Irfani dan Hikmah al-Mutaaliyah. Ibnu Sina beraliran Peripatetik, Al-Suhrawandi beraliran Isyraqi, Ibn Arabi beraliran Irfani, dan Mulla Shadra beraliran Hikmah Al-Muataaliyah.

Filosof sekarang di Indonesia ada Mulyadhi Kartanegara, Armahedi Mehzar, dan Haidar Bagir. Pemikir Indonesia adalah Caknur, Kang Jalal, Quraish Shihab. Dan sejarawan adalah Kuntowijoyo dan Azyumardi Azra.

Filosof Musim Dunia ada Sayyid Husein Nasr, Hairi Yazdi, dan Beheyesti. Aku bisa membaca dan memahami buku-buku Annemarie Schrimmal, Nocolson, Henry Cobin, Leman, Majd Fakhri, dan lain-lain.

Ini adalah hari mengenangkan sekali. Bisa menonton bareng di kosan bersawa kawan-kawan. Lalu kami jalan-jalan ke Mizan bareng Dudi, Pipih dan Ria. Ketika pulang dan sampai Cicahuem, Ria turun karena arah pulangnya berlawanan. Rumahnya di Kosambi dan kami diteruskan sampai Cibiru.

Ketika sampai di Cicaheum, Dudi usul turun di Ujungberung. Katanya kita menonton film Gie. Sekarang saja daripada dinanti-nanti. Kita nonton di Astor Ujungberung, murah meriah. Menonton film Gie, puas dan penuh sarat makna. Sebuah perjuangan mengatakan kebenaran meskipun pahit. Memperjuangkan idealisme, sebuah rekam sejarah bangsa yang sebagain orang belum tahu. “Lebih baik diasingkan daripada harus menyerah pada kemunafikan”[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori