Oleh: Kyan | 15/08/2005

Noviyanti dan Menikah Beda Agama

Senin, 15 Agustus 2005

Noviyanti dan Menikah Beda Agama

**

Hari ini tak ada yang mendaftar katering ke MKS. Menyedihkan sekali atas perjuangan hari ini. Tapi maklum karena yang registrasi cuma Fakultas Ushuluddin. Wajar mahasiswa Fakultas Ushuluddin sedikit. Katanya jurusannya serius-serius: Akidah Filsafat, Tafsir Hadits, Tasawuf Psikotoprika, dan Sejarah Peradaban Islam jadi kurang peminatnya. Orang sekarang ingin yang instan-instan.

Ushuluddin adalah pokok agama, jadi disini sebenarnya ruh adanya kampus Islam. Untuk mencetak sarjana-sarjana pengabdi di masyarakatnya, dan menjadi ulama-ulama Islam mumpuni di bidang agama. Supaya ada ‘penjaga agama’ harus diperbanyak orang yang kuliah disini. Tapi banyak orang yang ogah dan bersedia masuk Ushuluddin.

Bahkan katanya jurusan Tafsir Hadits hanya ada empat orang.  Akidah Filsafat, meski kemarin sempat dihebohkan karena shock terapi Farid, yang mengatakan ‘Anjing Hu Akbar’ dikatakan di Ciamis pernah ada spanduk untuk tidak memasukkan anaknya kuliah di IAIN.

Namun di hari ini ada yang terkesan. Aku kenalan dengan anak baru namanya Noviyanti, jurusan Perbandingan Mazhab dan Hukum. Dia orang Singaparna, tapi aku lupa detail kampungnya. Parasnya manis dan terkesan ceria. Pertama kali melihatnya terpancar pesona di paras mukanya.

Awal perkenalanku dengannya, ketika aku tiba di depan Gedung al-Jamiah tempat registrasi, ia menatapku cukup lama. Tak lama kemudian dia bertanya. “Kak, namanya Dani bukan? Kujawab, “bukan.” Dan aku balik bertanya, “Emang kenapa dan ada apa?” Dia jawab, “Berkas-berkas registrasi ada pada dia.”

Obrolan nyambung, bercakap-cakap pula hal lain. Dilihat-lihat dia sungguh manis sekali. Selanjutnya aku berkumpul dengan teman-teman dan sibuk promosi katering, dan entah apakah dia menemukan orang yang dicarinya. Akan selalu kuingat wajah cerianya.

Memang perempuan dicipta begitu indah. Kaum laki-laki memang kodratnya berhasrat pada perempuan. Memang wajar, cuma dalam mendapatkannya harus melalui cara tertentu dengan memperhatikan etika Islam. Sungguh perempuan diciptakan begitu indah menawan hati.

Di sela memperbincangkan Noviyanti, Aril bilang, Ayu Srirahayu—temenku—dia juga berparas cantik. Namanya Ayu sih. Bola matanya indah, hidup. Memang bulan registrasi mahasiswa baru bermunculan dan tumbuh bunga-bunga segar yang menjadi nuansa keindahan, dan santapan.

Selain kenal dia, aku juga kenal dengan anak jurusan Perbandingan Agama. Hanya aku lupa namanya, sampai wajahnya akupun lupa. Padahal sudah ada teori bagaimana mengingat wajah dan nama seseorang. Salah satunya dengan metode cantol atau asosiasi. Aku menyadari memang aku melupakannya secara sengaja karena tidak menarik. Mungkin aku ini rasis membeda-bedakan perempuan.

Seharusnya aku harus mengenal setiap orang yang cantik, yang tak menarik, kaya ataupun miskin. Pokoknya dari berbagai golongan dan kalangan harus dikenali dan dimesrai. Aku tak boleh membedakan statusnya. Jadikan setiap orang yang kutemui sebagai teman dan sahabat sebagai teman mengobrol di tengah kebisingan dan hiruk-pikuk tugas kuliah.

Hari ini yang datang dan menjaga stand MKS adalah Dudi, Omon, Ria, Dian, dan Ipah. Ria dan Ipah malah pulang duluan. sewaktu jaga stand sempat diskusi tentang poligami. Tema diskusi selalu saja begitu tentang hubungan laki-laki dan perempuan. Suatu saat aku harus mengarahkan ke tema lain, karena calon pemimpin adalah pembuat opini publik. Seperti masalah-masalah kebodohan, kemiskinan, paradigma berpikir, sejarah dan lain-lain.

Berlanjut ke diskusi tentang pernikahan beda agama. Dalam berbicara aku harus jelas dan tidak cepat-cepat. Ketika debat dengan mereka, apakah mereka merasa tersinggung dengan kata-kataku. Dalam etika debat kita harus menghargai pendapat orang lain. Jangan sampai mengkalim bahwa pendapat dirinya yang paling benar dan pendapat lain salah. Pendapatku bisa benar tapi mungkin mengandung satu kesalahan. Dan pendapat anda bisa salah, namun bisa jadi mengandung satu kemungkinan benar.

Pendapat umum bahwa menikah beda agama hal itu tidak boleh. Namun secara teks yang aku pernah baca, sebenarnya hal itu secara eksplisit tidak ada larangan. Gambaran dalam Alquran “lelaki muslim” boleh menikahi dengan ahli kitab dan tidak boleh dengan “kaum musyrik”. Dalam teks memakai kata “muslim” atau “mukmin” ini meskipun sama tapi berbeda makna.

Menurutku, mukmin/muslim boleh menikahi ahli kitab. Karena berdasarkan tradisi, lelaki pengaruhnya lebih dominan dibandingkan perempuan. Ini dalam budaya patriarki. Bisa pula “lelaki” dan “perempuan” dalam Alquran adalah sebuah simbol dari kekuatan baik dan kelemahan buruk. Janganlah kelemahan yang mungkin bisa berpengaruh disatupadukan dengan kekuatan yang bisa dilemahkan.

Muncul  pro-kontra penafsiran siapa ahli kitab itu. Hanya Yahudi dan Kristenkah? Dikatakan hanya Yahudi dan Kristen dulu saja yang dikatakan ahli kitab, sebelum ada penyelewengan pada mereka. Tapi bukankah dalam masa Nabi Muhammad sudah terjadi Konsili Nikea? Dogma Trinitas sudah ada, bahkan terdokumentasikan dan disanggah oleh Alquran.

Menurut sebagian penafsir, agama Zoroaster, Hindu, Budha juga termasuk ahli kitab. Karena mereka mempunyai kitab pegangan juga. Hanya dulu awal-awal pertumbuhan Islam semasa Nabi Muhammad vis to vis Islam dengan Kristen dan Yahudi. Belum begitu bersentuhan atau berhadapan langsung dengan agama-agama Timur lain.

Lalu siapa kaum musyrik? Ia adalah orang yang mengutuk Tuhan, secara sengaja atau tidak sengaja. Orang ahli kitab kalau ia taat dan patuh pada kitab sucinya, pada ajaran yang diterima secara “logika” bisa saja menjadi lurus.

Toh orang yang merasa beragama Islam pun bisa terjangkiti mentuhankan uang kekuasaan, bahkan kebenaran agamanya, meskipun lidahnya menyebut nama-nama Tuhan. Jadi bukan Tuhan Allah lagi yang mereka sembah. Dan yang menyembah liyan Tuhan ia disebut musyrikin.

Kenapa aku gak bisa menilai? Karena aku tidak tahu apa-apa. Aku harus mengkaji sejarah agama-agama. Maksud musyrik, berhala pada zaman Rasulullah itu maknanya apa? Pernah kulihat ada buku berjudul “kitab berhala” bisa dijadikan referensi.[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori