Oleh: Kyan | 06/09/2005

Dosen Muda dan Cantik

Selasa, 06 September 2005

Dosen Muda dan Cantik

**

Aku belum sempat juga mengecek ATM. Aku sudah sangat butuh uang buat bayar kontrakan. Jika kutelpon ibukut takut menjadi dan menambah beban ibuku. Masalah komputer juga belum diklarifikasi. Masihkah ada komputer yang mau dijual Kang Dede. Komputer Pentium satu ini sudah sering bermasalah. Sudah lapuk dan tak cukup kapasitasnya buat menginstall program-program terbaru. Tapi daripada tidak ada sama sekali, bersyukur dengan yang dipunya. Bersyukur itu lebih baik dan semoga dengan bersyukur, hati menjadi tenang dan terbukalah jalan.

Setiap hari selalu ada temanku yang main ke kosanku. Sudah dua hari, Deri menginap di kosanku. Sekarang aku sedang kebingungan bayar kosan. Masa gak ada teman satu pun yang bersedia satu kosan denganku. Salah satu temanku bilang, “Bukan gak ada. Tapi di kosanku gak bisa jadi tempat menyendiri. Tidak bisa jadi kamar pribadi, dan takut kecurian barang-barang. Soalnya selalu ramai mereka yang datang ke kosanku. Dua atau tiga bahkan lebih banyak orang datang dalam setiap harinya. Tapi kan aku harus bermanfaat bagi orang lain.

Kosanku selalu saja acak-acakan setiap hari. Ketika pagi sudah kubersihkan dan bereskan, lalu teman-temanku datang dan mereka tak peduli dennan kerapihan dan kebersihan. Maklum lelaki. Mereka enak-enakan minum kopi dan gelasnya tak dicuci lagi. Bagaimana sih pikiran mereka. Bagi yang mengabaikan kebersihan dan kerapihan, perlu dipertanyakan keIslamannya, bagaimana penghayatannya terhadap Islam.

Karena semua itu membuatku pusing. Namun aura wajahku tidak boleh menimpakan kekalutan, kemarahan dan kekesalan di hadapan mereka. Biarlah Allah yang maha tahu segala keluh kesah hamba-Nya. Hanya mungkin karena barusan aku dipanggil oleh pengelola asrama yang sudah diingatkan pada bulan ini.

Katanya mengingatkan tujuhbelas September aku habis masa kontrakan. Lalu sekarang sewa kamar menjadi satu juta, yang asalnya setahun lalu sembilanratus ribu. Membayar sewa kamar dan listriknya pun mesti dibayar sekaligus selama setahun. Apa aku bisa dan mampu, itu sedang menjadi kebingunganku. Maka kebingunganku tertumpah pada mereka.

Uang sebesar itu dari mana. Meminta terus pada ibuku, kasihan ibuku. Perasaanku menjadi khawatir akankah aku diusir dari kosanku. Tega sekali kalau ada orang sampai mengusirku. Aku pemuda masa depan yang bisa membawa nama bangsa. Aku memang orang miskin, tapi aku akan kaya dan penuh harapan di masa depan.

Aku di sini tidak untuk main-main. Aku mau mencari ilmu Allah agar bisa mengenal Allah. Aku yakin Allah maha tahu perasaan jiwaku dan menyaksikan kondisiku saat ini. Dia maha tahu segala keresahan hamba-Nya. Dia maha mendengar dan maha mengetahui. Dia tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya yang mau mencari ilmu. Dia akan memudahkannya. Aku yakin itu. Aku tak boleh khawatir berlebihan. Pasti ada jalan keluar.

Tapi aku khawatir juga. Biasa ibuku memberiku uang perbulannya maksimal empatratus ribu. Kalau semua dipakai buat membayar, lantas dari mana aku bisa makan. Tak ada lagi cara selain aku harus punya penghasilan sendiir. Untuk menyambung hidup bisa bertahan dari penghasilan rental. Tapi kebutuhan yang lebi besar, aku harus melakukan yang besar. Aku menjadi penulis hebat dan menulis artikel di media, dimana nanti aku bisa mendapatkan royalti.

Tapi aku belum bisa menulis, padahal sudah begitu banyak buku yang kubaca. Sekarang sedang kupegang buku yang tinggal beberapa lembar menuju halaman terakhir, adalah buku Metafisika Alquran yang ditulis Muhammad Husein Behesti, seorang doktor di bidang Filsafat. Dari buku tersebut aku mendapat istilah “a priori” dan “a posteriori”, mortal (mati), immortal, konklusif (kesimpulan). Bahwa bukti adanya Tuhan adalah adanya gerakan-gerakan alam semesta. Kalau dirunut ke belakang pasti ada penyebabnya, sebab pertama dari gerakan tersebut. Dialah penyebab mewujudnya alam semesta, penyebab dari segala apa yang bergerak yang kita lihat.

Sebenarnya sebuah benda yang kita lihat merupakan rangkaian dari gerakan-gerakan. Kita tahu bagian terkecil yang menyusun benda adalah “dzarah” dalam bahasa Alquran, atau dalam kajian fisika kimia diistilahkan inti atom dimana bagian penyusunnya adalah proton dan neutron. Dan ternyata komposisi proton atau neutron itu, bukanlah komponen yang diam, bahkan nonmateri. Ia hanya vibrasi energi atau quanta pergerakan-pergerakan. Maka terbantahkan konsep Karl Marx yang beranggapan bahwa pada dasarnya segala sesuatu bersipat materi.

Seharusnya dengan Aril, pagi hari ini sudah rencana mau masuk ke ruang kelas mahasiswa baru MKS sebelum mereka berkegiatan belajar-mengajar. Untuk mensosialisasikan program-program MKS. Tapi kepalaku mendadak pusing dan ada yang mau merental komputer, membuatku tak segera ke kampus.

Padahal sudah janjian dan sebagai pejabat himpunan jurusan, aku harus mensosialisasikan kepada mereka program-program kerja apa yang segera dilangsungkan. Hanya karena tak ada aku, dia gak mau masuk ke kelas. Kubilang padahal sudah saja ia masuk sendirian. “Dicari-cari, gak ada”, begitu katanya ketika kami bertemu lagi di kuliah matakuliah baru, Matematika Keuangan Syariah.

Hari ini kuliah perdana semester tiga, ada matakuliah bernama Matematika Keuangan Syariah. Dosennya masih muda, cantik lagi. Kemarin ketika kuliah Sabtu, dosen dari BSM cantik juga. Sungguh sedap pandang mataku ketika kami belajar. Ia seorang lulusan sarjana tahun 2004. Dia lulusan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad dan sedang kuliah tambahan di STAI Siliwangi. Tapi ia bilang waktu kuliah banyak hitung-menghitungnya, karena itu mata kuliah dasar. Maka ketika diberi tawaran mengajar, ia bersedia.

Entah karena ada pertanyaan atau sekedar ingin menarik perhatiannya, aku berani bertanya pada dosen cantik ini. Tidak penting isi pertanyaannya yang penting aku sudah bertampang, dan mungkin tampangku akan diingat olehnya. Biasa, mencari muka di awal pertama kuliah perdana.

Pulang kuliah aku pergi ke warnet kampus, ketika terdengar adzan Ashar, akupun pulang. Begitu sampai di kosan, ada Robbi yang memintaku dibantu mengirim tugas pergi ke warnet. Tapi kubilang mau salat Ashar dulu. Selepas kutunaikan salat kami pergi ke warnet lagi setelah kepulangan tadi dari warnet. Di warnet sampai tibanya adzan Maghrib. Sudah dua kali bolak-balik ke warnet.

Bertemu Deri di gerbang kampus. Pulang dari warnet, aku dan Deri diajak Robbi main ke kosan Hanni, pacarnya Robbi di jalan Manisi. Deri mengiyakan sekalian katanya kita main ke kosan Eka. Robbi, kutinggalkan di kosan Hanni, sementara aku dan Deri melanjutkan perjalanan menuju kosan Eka-Lia.

Sampailah kami di kosan Eka-Lia. Mereka katanya baru saja tiba, baru kembali dari rumahnya di Ciparay sekitar jam tujuhan. Lalu Lia bertanya padaku, “Kenapa tak datang ke rumah? Katanya mau liburan ke Ciparay.” Aku tak datang ke pernikahan kakaknya Lia. Karena tak ada teman yang mengantarku.

Disana kami makan bareng dalam satu wadah. Begitu terasa arti sebuah persahabatan dalam suasana makan-makan. Makanya dalam setiap geng atau perkumpulan, pertemanan, sering mengadakan liwetan untuk saling mengakrabi. Untuk bersama-sama melakukan sebuah kegiatan yang disenangi. Maka benarlah sebuah dalil, kalau ingin mengetahui karakter seseorang, bersamalah seharian penuh baik di perjalanan atau di tempat tinggalnya.

Nanti kalau mereka main ke kosanku, aku ingin memberikan satu hidangan. Biarlah aku menanak nasi sendiri, membeli lauknya untuk makan bersama mereka. Tapi aku ketika bertamu jangan menjadi benalu. Jangan terlalu ingin diagungkan dengan diberikannya hidangan. Jangan pula ketika tuan rumah tak menyuguhkan hidangan, merendahkan diri meminta dijamu. Biar tangan dan kaki ini yang bekerja tanpa pamrih dari manusia. Namun bekerjalan sebagai calan cinta untuk menuju Tuhan.

Sampai di kosan datanglah Aril. Katanya kita membikin surat undangan rapat. Besok di kuliah jam sepuluh kita langsung dibagikan suratnya. Pergi ke toilet, kuingat cucianku lupa kubilas, menumpuk seember penuh. Karena kemarin hari Minggu, berkunjung ke Cimahi. Mencuci baju sendiri saja menjadi beban.[]

**


Tinggalkan sebuah komentar dan terima kasih !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori